Hipoksia adalah kondisi tubuh di mana jaringan atau sel kekurangan oksigen sehingga tidak berfungsi secara normal. Banyak faktor berbeda yang dapat menjadi penyebab hipoksia. Peralatan oksigen yang tidak berfungsi di ketinggian, tenggelam, pneumonia, suhu lingkungan yang ekstrem, dan karbon monoksida adalah beberapa contoh penyebab kekurangan oksigen dalam tubuh yang mengakibatkan hipoksia.

Hipoksia berbeda dari hipoksemia, yang berarti jumlah oksigen yang tidak memadai yang mengalir dalam darah.

hipoksia
sumber: instagram.com/dncingretsuko

Hipoksemia bisa menjadi penyebab hipoksia. Sebagai contoh, jika tidak cukupnya jumlah oksigen mencapai jaringan karena jumlah oksigen dalam darah yang tidak memadai.

Dalam bentuk ekstremnya, di mana oksigen sama sekali tidak ada, kondisi ini disebut anoksia.

Penyebab hipoksia

Salah satu faktor yang membuat hipoksia berbahaya adalah tanda dan gejala mungkin berkembang secara bertahap sehingga mereka sudah menetap di tubuh sebelum Anda mengenalinya. Hipoksia tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda serta gejala bervariasi dari orang ke orang. Untuk lebih memahami efek hipoksia, berikut adalah penjelasan penyebab-penyebab hipoksia.

penyebab hipoksia
sumber: instagram.com/humankinetics

Hypoxemic Hipoksia

Pada jenis hipoksia ini, jaringan tidak memiliki cukup oksigen karena tidak cukupnya oksigen dalam darah yang mengalir ke jaringan. Jenis hipoksia ini bisa terjadi karena:

  • penurunan jumlah oksigen yang dapat bernapas. Hal ini sering terjadi pada pilot, pendaki gunung, dan orang yang tinggal di ketinggian—karena penurunan tekanan barometrik
  • kegagalan kardiopulmoner di mana paru-paru tidak mampu secara efisien mentransfer oksigen dari alveoli ke darah.

Hipoksia anemik, salah satu penyebab hipoksia

Dalam keadaan anemia, jumlah hemoglobin yang berfungsi terlalu sedikit. Hal itu menyebabkan kapasitas darah untuk membawa oksigen terlalu rendah sehingga pasokan oksigen yang tersedia ke jaringan berkurang. Penyebabnya sebagai berikut:

Anemia dengan penyebab apa pun: Ini dapat mencakup anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa, dan anemia akibat kemoterapi.

  • Pendarahan: Pendarahan bisa terlihat jelas, seperti dari cedera akibat kecelakaan, atau tersembunyi karena pendarahan internal.
  • Methemoglobinemia: Methemoglobinemia atau afinitas hipoksia, adalah hemoglobin abnormal yang tidak mengikat oksigen dengan baik.
  • Keracunan karbon monoksida: hemoglobin dari orang yang keracunan karbon monoksida tidak dapat mengikat oksigen.

Hipoksia stagnan (hipoksia sirkulasi)

Jenis ini terjadi di mana aliran darah berkurang atau tidak terdistribusi secara merata ke jaringan.

Penyebabnya antara lain:

  • Edema: Edema, pembengkakan jaringan (seperti akibat gagal jantung), dapat membatasi kemampuan oksigen yang ada dalam darah untuk mencapai jaringan secara memadai.
  • Hipoksia iskemik: Obstruksi aliran darah yang membawa oksigen, seperti dari gumpalan di arteri koroner (serangan jantung), dapat mencegah jaringan menerima oksigen.
  • Sindrom Raynaud dan penyakit Buerger, yang membatasi sirkulasi pada kondisi ekstrim

Hipoksia histotoksik, salah satu penyebab hipoksia

Jenis hipoksia ini adalah di mana sel-sel jaringan terkena racun sehingga jaringan tidak bisa menggunakan oksigen dengan benar. Meskipun jumlah dalam darah mungkin normal tetapi tubuh tidak dapat menggunakan oksigen.

Pada umumnya, ini terjadi karena sianida. Namun, terdapat beberapa agen yang menyebabkan penurunan respirasi seluler. Beberapa contoh agen tersebut seperti anestesi, alcohol, aseton, narkotika, alkohol, dan formaldehida.

Hipoksia metabolic

Hipoksia metabolik terjadi ketika ada lebih banyak permintaan oksigen oleh jaringan daripada biasanya. Jaringan dapat menyerap, mengangkut, dan menggunakan oksigen dengan baik.

Namun, karena suatu kondisi yang menyebabkan tingginya peningkatan metabolisme, oksigen menjadi tidak cukup. Contohnya adalah sepsis (infeksi serius dan luar biasa).

Gejala-gejala hipoksia

Tanda-tanda dan gejala hipoksia dapat bervariasi antara orang yang berbeda, dan berapa lama gejala telah ada. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kebiruan pada bibir
  • Kebingungan, lesu, dan/atau kurang pertimbangan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Peningkatan jumlah sel darah merah (polisitemia) pada orang dengan hipoksia kronis
  • Peningkatan frekuensi pernapasan (takipnea)
  • Pingsan atau pusing
  • Sakit kepala
  • Kurang koordinasi
  • Detak jantung cepat (takikardia)
  • Sesak nafas (dispnea)
  • Kesemutan

Dokter bisa merekomendasikan kepada orang yang mengalami hipoksia untuk menjalani terapi oksigen. Pada umumnya, orang akan menjalani terapi oksigen hiperbarik kepada jaringan hipoksia yang parah.

Untuk memeriksa kadar oksigen yang Anda miliki, Anda bisa menggunakan oximeter milik Sowell. Periksa detak jantung, denyut nadai, dan juga oksigen dalam hitungan detik. Anda bisa memonitor Kesehatan Anda dari hari ke hari menggunakan alat ini.

Sowell menyediakan berbagai macam alat kesehatan yang akurat bagi Anda dan keluarga. Harga dan kualitas dari Sowell sudah terjamin. Anda bisa dapatkan produk-produk Sowell hanya di Ruparupa. Yuk, segera beli sebelum kehabisan!

Pilihan Alat Kesehatan Sowell Lainnya di Ruparupa