Belakangan ini pasti kamu sering mendengar tentang happy hypoxia yang erat berkaitan dengan COVID-19. 

Meskipun memiliki nama yang terlihat positif, namun ternyata sangat berbahaya. Karena menurut Halodoc, gejala ini jauh lebih berbahaya yang mana dapat menyebabkan pasien COVID-19 dapat meninggal tanpa menunjukan gejala maupun tanda-tanda sama sekali.

Untuk memahami Happy hypoxia lebih jauh lagi, yuk mari melihat lebih dekat penuturan para pakar kesehatan dari dalam dan luar negeri

Apa itu Happy Hypoxia?

happy hypoxia gejala covid 19 yang berbahaya
Source: Times of India

Menurut timesofindia.indiatimes, Happy hypoxia adalah suatu kondisi saat kadar oksigen di dalam darah sangat rendah. Memiliki nama lain sebagai hipoksia yang mana sangat berakibat fatal bagi penderita covid-19. Umumnya kadar saturasi oksigen normal berada pada angka 95 – 100%, sementara itu saturasi oksigen rendah di bawah 95%.

Lalu apa akibat kekurangan oksigen dalam darah? jika mengalami gejala ini, orang yang terpapar virus corona akan mengalami sesak nafas hingga nyeri dada. Namun menurut studi terbaru dari Loyola University Health System, pengidap silent hypoxia dapat beraktivitas tanpa masalah. 

Kapan Happy Hypoxia ditemukan?

happy hypoxia adalah
Source: Pixabay

Menurut artikel Springer-Verlag GmbH Germany yang telah rilis pada  awal Maret 2020, mengungkapkan kalau gejala ini diperkirakan ada sejak terjadinya wabah di Wuhan, China. Saat itu banyak pasien usia lanjut yang terpapar infeksi virus corona, mengalami gagal nafas tanpa adanya tanda-tanda gangguan yang terlihat. 

Karena penemuan inilah istilah silent hypoxemia berkembang menjadi happy hypoxia.  Pemberian nama ini sendiri, berdasarkan dengan alasan karena tidak adanya gangguan pernapasan seperti nafas tersengal-sengal atau sesak meskipun oksigen dalam darah berkurang

Kondisi seperti ini sangat berbahaya karena saturasi kadar oksigen yang terus menurun, dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Menurut  dokter spesialis paru, Erlina Burhan kepada BBC mengatakan pasien yang tidak tertolong terjadi ketika tubuh tidak kuat lagi, dan mengalami penurunan kesadaran, atau tidak teratasi lagi.

Gejala Happy Hypoxia

happy hypoxia gejala
Source: Pixabay

 Jangan menganggap enteng jika pengidap COVID-19 mengalami kondisi seperti ini. 

  • Batuk
  • Nafas menjadi cepat
  • Sesak napas
  • Denyut jantung meningkat atau melambat
  • Kesadaran berkurang
  • Berkeringat 
  • Kulit pucat
  • Bibir dan kuku yang kebiruan atau sianosis

Segera hubungi dokter terdekat jika kamu mengalami tanda-tanda Happy Hypoxia di atas, karena keadaan pasien covid-19 dapat terus menurun dan menyebabkan linglung, hingga koma.

Cara mendeteksi happy hypoxia

Meskipun tanpa gejala yang menonjol, ada beberapa keluhan ringan seperti demam dan lemas yang biasanya dirasakan mereka yang mengalami hypoxia. Jika kamu mengalami gejala tersebut, maka cobalah segera periksa ke dokter sebelum berujung fatal.

Cara lainnya periksa diri melalui oximeter, yang berfungsi mengecek kadar oksigen dalam tubuh. Untuk penggunaannya sendiri sangat mudah, cukup letakan alat kesehatan pada ujung jari kemudian tunggu hasilnya. Kadar oksigen normal berada pada 95 – 100%, namun jika kurang dari angka tersebut maka segera kunjungi dokter.

Selain itu menurut Juru Bicara COVID-19 Universitas Sebelas Maret (UMS), Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardiyanto, cara lain untuk mendeteksi happy hypoxia adalah dengan duduk tegap, lalu mengambil napas dalam sebanyak dua atau tiga kali. Jika tubuh dalam kondisi normal maka tidak akan akan terjadi batuk atau tersendak.

Kenapa Hypoxia Tidak Menimbulkan Gejala Pada Pengidap COVID-19

Dari hasil studi yang ditulis oleh Dr. Martin J. Tobin, seorang profesor kedokteran paru dan perawatan kritis di Loyola University Medical Center, di Maywood, IL, meneliti 16 pasien COVID-19 dengan tingkat oksigen yang rendah, tidak merasakan dispnea atau sesak nafas karena beberapa faktor;

Pertama adanya mekanisme patofisiologis yang ikut ambil mengambil bagian besar atas  kasus silent hypoxia, termasuk tingkat oksigen pasien yang biasanya di cek melalui pulse oximeter 

Dr Tobin menjelaskan alat medis ini sangat akurat saat membaca kadar oksigen dalam tubuh. Akan tetapi juga dapat melebih-lebihkan tingkat keparahan kadar oksigen yang berada pada titik rendah.

Selain itu otak yang tidak merespon saat mengalami kekurangan oksigen juga menjadi alasan mengapa orang yang terpapar COVID-19 tidak merasakan gejala apa-apa saat mengalami hypoxia. 

Alasan lainnya kadar karbon dioksida yang rendah juga berdampak membuat  kadar oksigen menjadi sangat rendah. Dr. Tobin juga mencurigai bahwa virus corona dapat memengaruhi reseptor tubuh, sehingga tidak dapat merespons dengan baik. Hal ini juga dikaitkan kurangnya penciuman yang ditemukan pada dua pertiga pasien COVID-19.

Cara mencegah happy hypoxia

Bersama kita lakukan langkah-langkah cerdas untuk melindungi diri dan keluarga

Terapkan 3 M

Kemanapun kamu pergi selalu ingat untuk melakukan 3 M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Mungkin terlihat seperti hal yang sepele, namun akan membawa dampak yang besar jika dilakukan secara rutin.

Dengan menerapkan protokol kesehatan kamu bukan saja menjauhkan diri dan anggota keluarga dari paparan virus corona, tapi juga membangun kebiasaan yang baik sejak dini.

Memperbaiki sirkulasi udara

hypoxia adalah
Source: pixabay

Langkah lainnya yang bisa kamu lakukan saat mengalai penurunan kadar oksigen dalam tubuh adalah menjaga sirkulasi udara di rumah. Buka jendela agar udara segar dapat masuk, dan meningkatkan sirkulasi yang ada.

Terapi Oksigen

Banyak pertanyaan mengenai terapi oksigen salah satunya, pasien apa saja yang diindikasikan mendapatkan terapi oksigen?

Untuk menjawabnya kita mengacu pada web Alomedika, yang menuturkan kalau terapi oksigen diindikasikan pada orang dewasa dan anak dengan PaO2<60 mmHg atau saturasi O2<90% pada kondisi istirahat dalam udara. Sementara itu pada bayi berumur 0 (baru lahir) sampai dengan usia 28 hari terapi oksigen diindikasikan bila PaO2<50 mmHg atau saturasi O2<88%.

Selain itu peralatan ini juga dapat mengalirkan udara yang bersih dan segar bebas bakteri seperti oksigen konsentrator. Alat ini sangat praktis untuk mudah dalam penggunaanya, terutama untuk kamu yang ingin melakukan terapi oksigen atau mengurangi migrain, stres, dan kelelahan dan jet leg.

Berolahraga

Cara berikutnya yang efektif untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen dalam darah adalah adalah rajin berolahraga. Awalnya mungkin sulit bagi mereka yang belum terbiasa, namun cobalah dengan gerakan mudah atau jenis yang ringan terlebih dahulu seperti berjalan perlahan.

Mengonsumsi zat besi

Source: Pixabay

Dengan memenuhi gizi harian yang kaya akan zat besi seperti jeroan, sayuran hijau, seafood, serta kacang-kacangan akan meningkatkan saturasi oksigen secara alami. Kandungan zat besi yang ada akan membantu pembentukan sel darah merah.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Buah yang mengandung vitamin c
Source: Pixabay

Tubuh memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri, namun dalam kondisi tertentu seperti adanya bakteri dan virus dapat membuat imun menjadi lemah. Sehingga ada baiknya untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bernutrisi seperti buah-buahan seperti Jeruk, jambu biji yang mengandung vitamin C. Kandungan vitamin inilah yang dapat membantu untuk melawan infeksi virus corona serta melawan radikal bebas.

Gaya hidup sehat

mILIKI GAYA HIDUP SEHATA AGAR JAUH DARI VIRUS COVID -19
Source: Pixabay

Mulai hari ini yuk miliki cara hidup yang sehat seperti berhenti merokok atau jangan menjadi perokok pasif. Langkah ini sangat baik untuk meningkatkan sirkulasi oksigen dalam darah secara signifikan. Bahkan dapat meningkatkan fungsi paru-paru hingga 30%.

Go Green

Go green
Source: Pixabay

Salah satu langkah mudah untuk meningkatkan saturasi oksigen adalah dengan memiliki beberapa tanaman hijau di dalam rumah. Jika bertanya alasannya, maka penjelasan sederhananya adalah tanaman memiliki kemampuan untuk membersihkan udara secara alami. Serta mampu mengurangi kadar karbon dioksida yang ada, sekaligus mempercantik ruangan.

Cara menangani Happy Hypoxia

Bagi pasien covid 19 yang mengalami happy hypoxia, ada beberapa cara untuk mengatasi saat tubuh kekurangan oksigen dan kembali kepada kondisi normal.

Proning 

Proning
Source: Linkedin

Baik hipoksia dengan gejala atau tidak, perlu adanya bantuan dokter untuk memberikan bantuan akibat berkurangnya kadar oksigen tersebut.

Tapi bagi penderita hipoksia yang masih dapat bernafas namun tidak memiliki tabung oksigen, lakukan proning. Teknik yang mengharuskan pasien berbaring tengkurap untuk meningkatkan kadar oksigen.  Cara ini memiliki manfaat yang besar dan dapat terasa langsung, sehingga pasien covid 19 tidak memerlukan dukungan oksigen tambahan. 

  1. Tengkurap menggunakan bantal yang berada pada Bawah leher. bawah dada dan di bawah tulang kering.
  2. Berbaring ke sisi kanan dengan tambahan bantal sebagai pendukungnya
  3. Berbaring ke sisi kiri dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya
  4. Duduk dengan posisi 60 sampai 90 derajat cat sad dan kemudian kembali pada posisi tengkurap

Dengan cara ini akan membantu meningkatkan ventilasi ke paru-paru dan karena inilah kadar oksigen dapat membaik menurut dokter surendra Gupta dokter yang berasal dari di Ludhiana, India.

Beliau juga menambahkan kalau anjuran ini tidak disarankan bagi wanita yang sedang hamil, pasien yang memiliki trombosis vena, jantung berat, tulang paha yang tidak stabil atau patah tulang panggul tidak boleh melakukan teknik proning.

Mengunjungi dokter

happy hypoxia covid
Source: Pixabay

Bagi pasien yang sudah sulit untuk bernafas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter terdekat. Karena dalam kondisi yang sudah parah, Hipoksia hanya dapat ditangani dengan pemberian oksigen melalui selang atau masker oksigen.

Sedangkan pada pasien yang sudah memasuki tahap lebih serius seperti penurunan kesadaran atau tidak dapat bernapas, dokter akan memberikan tindakan dengan cara memberi oksigen melalui ventilator dan melakukan perawatan di ruang ICU.

Jika kamu merasakan gejala COVID-19 atau pernah melakukan kontak dengan orang yang positif COVID-19, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter. Karena mungkin saja kamu terpaparr corona virus tanpa gejala. Ingat tetap waspada meskipun kamu tidak merasakan gejala apapun, karena bisa saja terjadi happy hypoxia ini.

Itulah artikel seputar artikel tentang covid 19 kali ini yang akan bermanfaat untuk menjauhkan diri kamu maupun keluarga dari Happy Hypoxia. Untuk melindungi seluruh anggota keluarga dari bahaya segera miliki berbagai perlengkapan kesehatan seperti oximeter, cairan disinfektan serta masker berkualitas dari Ruparupa

Temukan juga berbagai keperluan rumah tangga lainnya seperti furniture, peralatan masak, hingga perlengkapan yang mendukung hobi kamu. Dapatkan semuanya dengan harga terbaik dengan bergabung menjadi Ruppers sekarang juga melalui web atau aplikasi Ruparupa!

3 KOMENTAR