Menciptakan kondisi rumah yang aman bagi Anda yang memiliki putra-putri usia batita merupakan sesuatu yang esensial. Kamar anak, kamar mandi, dapur, ruang tamu, semuanya harus dipastikan keamannya. Anda harus mulai memperhatikan potensi bahaya di rumah sebelum mereka belajar merangkak. Untuk mengidentifikasinya Anda mungkin harus ikut merangkak karena “daerah operasi” si kecil berada pada area yang berbeda dengan orang dewasa.

Berikut potensi-potensi bahaya yang harus diwaspadai dan perlu dipertimbangkan untuk dilengkapi dengan alat pelindung untuk anak di rumah:

1. Bathtub

Jangan pernah meninggalkan mereka walaupun hanya sekejap di area ini. Mereka bisa tenggelam bahkan dengan air yang sedikit. Selain itu pastikan untuk mengatur pemanas air di suhu tidak lebih dari 45°C untuk menghindari mereka tersiram air panas. Hindari area bawah keran air saat memandikan si Kecil, Anda juga dapat membalut keran air menggunakan handuk atau kain lam supaya mereka tidak terantuk. Jangan lupa tambahkan keset anti-slip pada dasar bathtub agar mereka tidak terpeleset.

2. Lemari

Si kecil bisa membuat kekacauan jika lemari Anda tidak dilengkapi dengan alat pelindung untuk anak. Risiko lemari yang jatuh dan menimpa si Kecil, ataupun risiko terkunci di dalam lemari jauh lebih membahayakan dibandingkan sekedar isi lemari yang diacak-acak oleh si Kecil. Jangan lupa pindahkan cairan berbahaya serta benda-benda tajam yang mungkin ada dalam daerah jangkauan mereka.

3. Boks bayi

Saat mereka mulai berdiri, pindahkah kasur di boks bayi mereka ke level paling rendah. Dan singkirkan semua barang yang mungkin bisa mereka gunakan untuk memanjat keluar.

4. Gorden

Jangan biarkan tirai Anda menjuntai. Buat simpul pada bagian ujungnya sehingga tidak dapat diraih saat si Kecil terjatuh. Saat si Kecil menarik tirai, terjadi kemungkinan rel tirai terlepas dari kaitannya dna menimpa si Kecil.

5. Laci

Selalu pastikan laci-laci Anda dalam keadaan tertutup. Jangan lupa untuk menambahkan kunci tambahan agar mereka tidak dapat membuka laci tersebut. Dapat terjadi risiko terlepasnya laci dari tempatnya dan jatuh menimpa si Kecil. Kunci tambahan pengaman bayi juga dapat mengurangi risiko si Kecil menyentuh barang-barang berbahaya seperti benda tajam maupun kapur barus yang biasa kita letakkan di laci.

6. Peralatan elektronik

Jauhkan Si kecil dari peralatan elektronik dari jangkauan si Kecil. Mereka dapat menarik dan mengunyah kabel yang menjuntai dari peralatan elektronik Anda, bahkan mengurangi bahaya tersetrum listrik. Pindahkan lampu duduk, kipas angin, maupun peralatan elektronik berat lainnya pada level yang lebih tinggi sehingga mereka tidak dapat meraih dan menarik kabel agar risiko terjatuhnya peralatan elektronik dapat terhindar.

7. Stop kontak

Si kecil beresiko tersetrum listrik saat memasukkan benda atau tangan mereka kedalam stop kontak. Anda perlu mengamankannya dengan menutup lubang stop kontak menggunakan alat pelindung anak pada bagian yang dapat dijangkau oleh si Kecil.

8. Setelah menerima tamu

Segera singkirkan asbak dengan sisa rokok serta gelas-gelas sisa minuman. Hal ini untuk menghindarkan si Kecil dari bahaya abu rokok dan terjatuhnya gelas minuman karena meja ruang tamu cenderung berukuran rendah dan masuk dalam area jangkauan mereka.

9. Lantai

Usahakan agar area tempat bermain si Kecil telah dilapisi oleh karpet maupun alas lainnya. Untuk menghindarkan si Kecil dari bahaya terantuk dan terbentur di lantai. Perbaiki pula keramik lantai yang rusak untuk mencegah mereka tersandung.

10. Furnitur

Kabinet-kabinet dinding yang kurang stabil, rak buku, lemari rias, atau meja yang mungkin akan terguling saat si kecil berusaha memanjatnya harus segera dipindahkan. Sisi pinggir dan sudut meja juga berpotensi melukai kepala si kecil karena cukup keras dan tajam, terutama bagi mereka yang sudah mulai berjalan. Gunakan alat pelindung untuk anak di rumah berbentuk karet pelindung sisi meja yang cenderung lembut dan empuk.

Setelah potensi bahaya diamankan dengan alat pelindung untuk anak di rumah, giliran Anda yang harus selalu menerapkan kewaspadaan agar si Kecil selalu aman. Jangan pernah meninggalkan mereka sendirian tanpa pengawasan meski untuk waktu sekejap. Ekstra hati-hati saat berada di dapur dan kamar mandi, area di mana “kecelakaan” kerap terjadi. Catat nomor-nomor gawat darurat yang bisa segera dihubungi dan tempel di area yang mudah terjangkau.

Setelah Anda berhasil rumah yang aman untuk si kecil dan Anda juga menyiapkan langkah waspada, kini saatnya rileks dan biarkan si kecil mengeksplorasi keingintahuannya karena hanya dengan kebebasan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya mereka bisa tumbuh dan belajar lebih cepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here