Memilih Mainan Edukatif Anak

0
314
mainan edukatif anak

Sebagai orang tua, kita harus menyadari pentingnya memberikan mainan edukatif untuk mendukung perkembangan buah hati tercinta. Mainan edukatif anak yang tepat tidak hanya akan menyenangkan si kecil saat bermain, tapi juga membantu perkembangan karakter dan kepribadian mereka. Apalagi mainan merupakan “sahabat terbaik” anak-anak.    

Tidak ada anak yang tidak menyukai mainan. Aturan ini sudah berlaku sejak ribuan tahun lalu. Mulai dari era boneka sederhana hingga mainan otomatis bermesin di era yang lebih modern seperti saat ini. Pastinya, mainan edukatif anak yang tepat akan merangsang anak Anda untuk membangun kepribadian mereka ke depan. Berikut tips sederhana dan beberapa saran untuk memilih mainan edukatif yang tepat untuk si kecil:

  1. Pilih mainan sederhana yang menyenangkan untuk dimainkan dan aman untuk penggunaan sehari-hari. Banyak mainan menyenangkan yang ditawarkan di toko-toko mainan, tapi tidak benar-benar aman untuk digunakan. Beberapa bahkan mengandung material berbahaya sementara yang lain menggunakan bahan yang mudah lepas atau tajam.

  2. Tujuan utama memilih mainan edukatif adalah menyediakan waktu bermain yang menyenangkan bagi si kecil.

  3. Mainan edukatif akan mendorong kemampuan-kemampuan seperti kognitif, motorik, berpikir dan memberi alasan, serta koordinasi antara pikiran dan gerak. Untuk bayi, mainan-mainan tersebut sangat penting untuk mendukung fase pertumbuhannya.

  4. Di tiap fase pertumbuhannya anak memerlukan rangsangan yang berbeda. Hingga usia sekitar empat tahun, anak-anak sedang senang belajar banyak hal untuk pertama kali dalam fase hidup mereka. Kemampuan yang dikembangkan termasuk koordinasi, analisis, serta kreativitas.   

  5. Beli mainan berdasarkan kesukaan anak Anda. Tiap anak memiliki preferensi terhadap mainan kesukaannya. Secara umum anak perempuan akan memilih mainan yang lebih feminin sementara laki-laki lebih avonturir.

  6. Semua anak rata-rata menyukai mainan dengan instrumen musik mulai dari yang tradisional hingga yang lebih modern.

  7. Kebanyakan anak juga menyukai mainan edukatif yang memperkenankan mereka untuk menggambar, mewarnai, atau menulis. Mainan jenis ini akan mendorong kemampuan artistik dan imajinasi mereka.

  8. Saat anak memasuki usia pra-sekolah dan Taman Kanak-kanak, guru mereka bisa membantu Anda untuk memilih mainan edukatif yang memuaskan kebutuhan berdasarkan level perkembangan kronologis dan mentalnya.

  9. Berikan mainan yang sedikit di atas kemampuan anak Anda. Penting untuk mereka menikmati mainan sekaligus merasa tertantang. Prosesnya tetap harus menyenangkan dan menstimulasi, tidak sampai membuat mereka frustasi dan kecewa.

Anda juga perlu tahu jenis mainan berdasarkan kelompok usianya.

Pilihan mainan untuk bayi baru lahir, meski terbatas, bisa berupa kain atau boneka kecil dalam warna-warna terang yang menarik dan memperlihatkan kekontrasan. Untuk bayi hingga usia enam bulan dengan kemampuan motorik dan kognitif yang masih terbatas, bisa diberikan mainan dengan musik, boneka dengan tongkat kecil sebagai pegangan, gambar-gambar berwarna, serta kotak-kotak lembut. Usia enam hingga sembilan bulan, Anda mulai bisa membelikan balok warna-warni untuk dibangun atau mainan yang bisa dimainkan saat mandi. Usia sembilan bulan hingga setahun, mereka sudah bisa bermain, menikmati, mengerti, dan belajar dari berbagai macam mainan seperti cangkir-cangkiran, krayon, papan gambar, hingga instrumen musik.

Anda boleh saja membelikan si kecil mainan mahal untuk memanjakannya, tapi pastikan apa yang dibeli adalah sesuatu yang mudah untuk dimainkan, membantu, berguna, berarti, dan tepat untuk mendukung fase perkembangan mereka.

Dapatkan inspirasi untuk memilih mainan edukatif anak di halaman mainan edukasi dan selamat bermain!