Jenis Vitamin Untuk Covid Isolasi Mandiri yang Mempercepat Pemulihan

0
209
Obat steroid
Source: Pixabay

Bagi pasien positif covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala, wajib mengonsumsi obat dan vitamin untuk covid isolasi mandiri yang tepat, guna meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan yang ada.

Berdasarkan Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 yang disusun oleh

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
  2. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI)
  3. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)
  4. Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN)
  5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Terdapat sejumlah jenis vitamin untuk penderita Covid-19 yang terbagi atas dua kategori, seperti penjelasan berikut ini

Jenis obat & vitamin untuk pasien covid berdasarkan golongan penerima menurut Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3

obat dan vitamin untuk covid isolasi mandiri
Source: gudangilmu.farmasetika

Terbagi atas dua golongan pasien yang terinfeksi virus corona yaitu tanpa gejala dan gejala ringan

Vitamin untuk covid isolasi mandiri bagi pasien tanpa gejala (OTG):

vitamin untuk penderita covid
Source: Pixabay

Meskipun tanpa gejala atau masuk dalam golongan kasus konfirmasi, pasien harus tetap melakukan isolasi mandiri selama 10 plus 3 hari sejak terkonfirmasi positif Covid. Dalam pedoman yang sama juga menuliskan jika pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta, maka tetap konsumsi scara rutin obat yang dianjurkan

Namun apabila pasien yang harus mengonsumsi obat antihipertensi dengan golongan obat ACE-inhibitor dan Angiotensin Receptor Blocker secara rutin, maka perlu adanya konsultasi lanjutan ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung.

Vitamin C:

– Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali selama 14 hari.

– Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali selama 30 hari.

– Multivitamin dengan kandungan vitamin C 1-2 tablet per hari selama 30 hari

– Mengonsumsi multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

Vitamin D:

– Suplemen vitamin D yang mengandung 400-1000 UI per hari.

– Suplemen vitamin D yang mengandung 1000-5000 IU per hari.

Obat & vitamin untuk covid isolasi mandiri bergejala ringan

vitamin untuk covid
Source: Pixabay

Umumnya bagi pasien yang mengalami demam, batuk, kehilangan indera penciuman, serta gejala ringan lainnya, akan mendapatkan penanganan yang berbeda seperti

Vitamin C:

– Tablet vitamin C non acidic 500 mg / 6-8 jam sekali untuk 14 hari

– Tablet hisap vitamin C 500 mg /12 jam sekali selama 30 hari

– Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /hari selama 30 hari

– Mengonsumi multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

Vitamin D:

– Suplemen vitamin D -1000 IU per hari.

– Suplemen vitamin D 1000-5000 IU per hari.

Azitromisin:  1 x 500 mg per hari selama 5 hari.

Antivirus:

– Oseltamivir (Tamiflu) 75 mg dikonsumsi per 12 jam selama 5-7 hari, terutama jika terdapat gejala influenza.

– Favipiravir (Avigan 200 mg): dosis konsumsi1600 mg per 12 jam pada hari pertama dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5.

Selain mengonsumsi vitamin di atas bagi pasien Covid-19 bergejala ringan juga dapat melakukan terapi simtomatik, yaitu mengonsumsi paracetamol ketika mengalami demam.

Rekomendasi vitamin, mineral dan dosisnya berdasarkan usia

vitamin untuk penderita covid
Source: Pixabay

Setelah mengetahui vitamin yang sesuai dengan tingkat keparahannya, ada juga rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, sesuai dengan usia

Vitamin C

Untuk penderita Covid-19 yang memiliki sensitifitas lambung lebih tinggi, maka dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C jenis non-acidic atau mengonsumsi tablet isap. Untuk dosisnya sendiri mengacu pada Buku Saku Tanya Jawab Isoman yang dirilis RSCM, “dosis vitamin C yang direkomendasikan sesuai usia dan kondisi kesehatan”

-Untuk usia 1-3 tahun.          : maksimal dosis vitamin C 400 miligram per hari

– Untuk usia 4-8 tahun.         : maksimal dosis vitamin C 600 miligram per hari

– Untuk usia 9-13 tahun         : maksimal dosis vitamin C 1.200 miligram per hari

– Untuk usia 12-18 tahun.      : maksimal dosis vitamin C 1.800 miligram per hari

– Untuk usia 18 tahun ke atas: maksimal dosis vitamin C 500 miligram 3-4 kali per hari

Catatan penting:

Sebelum mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen, pastikan penderita Covid-19 untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Alasannya sendiri sangat berkaitan dengan kesehatan.

Misalnya mengonsumsi minum vitamin C lebih dari 1.000 miligram per hari bisa meningkatkan risiko sakit perut sampai diare. Sebagai alternatif lainnya, pasien juga bisa meningkatkan asupan vitamin ini dari buah seperti tomat, jeruk, papaya, jambu yang mana sangat baik untuk membantu proses pemulihan dan melawan infeksi.

Vitamin D 

Salah satu rekomendasi lainnya dari pakar kesehatan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah mengonsumsi vitamin D.

Jenis vitamin ini memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi dan virus. Dosisnya harus disesuaikan

– Untuk usia 3 tahun: 400 IU per hari – Untuk usia 4-18 tahun: 1.000 IU per hari

– Untuk usia 18 tahun ke atas: 2.000 IU per hari

– Untuk usia 18 tahun ke atas dengan obesitas: 5.000 IU per hari

Catatan penting:

Sebelum mengonsumsi vitamin D dalam bentuk suplemen, pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter ya!

Jika bicara lebih jauh maka bentuk dari vitamin D sangat beragam seperti tablet kunyah, tablet isap, kapsul lunak, tablet, kapsul, tablet effervescent, serbuk, atau sirup. Selain dengan suplemen, cara lainnya untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah berjemur selama 15 menit setiap hari dalam waktu yang tepat.

Selin itu konsumsi makananan yang mengandung vitamin D seperti ikan, sarden, kuning telur, udang, sereal, dan masih banyak lagi.

Zinc 

zinc
Source: Pixabay

Selain vitamin zinc juga sangat baik untuk membantu proses pemulihan, dan disarankan hanya mengonsumsi sebanyak 20 miligram per hari.

Namun sama seperti mengonsumsi suplemen vitamin D atau C, pasien harus melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Selain dari suplemen sumber alami lainnya untuk menambah zinc dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi sumber alami seperti

  • Makanan laut
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Buncis
  • Kacang hijau
  • Kacang merah
  • Susu
  • Kacang tanah
  • Tempe
  • Tahu
  • Telur

Selain mengonsumsi beberapa jenis vitamin dan mineral yang tertulis di atas, penderita Covid-19 juga dapat mempercepat pemulihan dari makanan yang bergizi dan seimbang, cukup tidur, dan jangan stress berlebihan.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin E yang dapat menjaga sistem imunitas tubuh terjaga dengan baik. Pasalnya jenis vitamin ini salah satu yang esensial untuk membantu proses metabolisme dan daya tahan tubuh.

Meskipun persentasenya sendiri tidak banyak, tapi memiliki peranan yang penting. Dalam dunia medis vitamin E dikenal dengan nama alfa tokoferol, yaitu vitamin yang larut dalam lemak.

Memiliki banyak fungsi seperti menjaga kesehatan kulit, menjaga kesehatan organ mata, otak, sel darah serta menjaga kesuburan organ reproduksi,. Tak hanya itu vitamin E juga berperan sebagai antioksidan yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi membran sel.

Terkahir yang tidak kalah penting adalah pastikan untuk selalu memantau kesehatan meskipun dari rumah saja. Gunakan alat-alat kesehatan yang berkualitas dari Sowell yang sudah memiliki izin edar produk kesehatan yaitu AKL 205021222350 dan memiliki garansi 1 tahun.

Keunggulan lainnya pemakaian produk ini sangat mudah dan hasilnya juga akurat. Untuk mendapatkan produk alat kesehatan Sowell ini percayakan pada Ruparupa yang menyediakan produk kesehatan secara beragam dan membantu saat melakukan check-up secara rutin.

Sumber: CNN, kontan, detik