Ragam Efek Samping Vaksin Moderna & Cara Mengatasinya

0
795
efek samping vaksin moderna
Source: flickr CC

Sejak Indonesia menerima 8 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna pada Agustus 2021 dari Covax Facility. Masyarakat berbondong-bondong ingin mendapatkan vaksin ini dengan alasan efektifitas dan efek samping vaksin yang berbeda.

Untuk mengerti lebih lanjut mengenai vaksin Moderna ini dan menghindari berita yang simpang siur, mari mengacu pada sumber yang terpercaya.

Efek samping vaksin Moderna secara umum

efek samping vaksin moderna
Source: flickr CC

Beberapa sumber berbeda mengatakan adanya perbedaan gejala yang muncul setelah pemberian vaksin

A. Menurut FDA, efek samping vaksin covid-19 yang sering muncul seperti

  1. Merasakan nyeri pada lengan bekas tempat suntikan
  2. Tubuh kelelahan
  3. Adanya sakit kepala
  4. Nyeri otot
  5. Menggigil
  6. Nyeri sendi
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di lengan yang sama dengan injeksi
  8. Mual
  9. Muntah
  10. Demam.

Sebagai pengingat kebanyakan orang yang mengalami efek samping di atas, yaitu mereka yang telah menerima dosis lanjutan. Tapi kemunculan gejala ini tetap bisa saja muncul pada awal penyuntikan, meskipun lebih menonjol saat pemberian dosis kedua.

B. Menurut CDC, efek samping vaksin covid-19 yang sering muncul seperti

  1. Nyeri pada lengan suntikan
  2. Terdapat kemerahan dan nyeri pada lengan
  3. Merasa kelelahan
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri otot
  6. Panas dingin
  7. Demam
  8. Mual

C. Penuturan Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi  mengenai efek samping vaksin covid-19 yang bisa muncul

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, efek yang paling banyak terasa oleh penerima vaksin Moderna adalah nyeri pada tempat penyuntikan.

Hindra juga mengatakan belum ada laporan KIPI atau gejala berat yang muncul setelah penggunaan vaksin Moderna. Meskipun bukan tidak mungkin potensi KIPI yang bisa muncul. Namun jika bicara lebih lanjut ada beberapa jenis gejala yang berpotensi terjadi

  1. Gejala ringan seperti nyeri pada bekas suntikan, kemerahan dan bengkak yang akan hilang dalam waktu singkat.
  2. Gejala sedang seperti sakit kepala, nyeri otot, lemas, menggigil, demam, dan mual.
  3. Gejala serius seperti miokarditis dan perikarditis (radang otot jantung)

Akan tetapi sejauh ini belum ada laporan KIPI serius yang diterima oleh Komnas. Umumnya yang terjadi hanya bersifat ringan hingga sedang.

Respons & gejala setiap orang berbeda

Efek samping vaksin moderna yaitu nyeri otot
Source: Akurat

Menanggapi perbedaan yang ada, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tidak semua orang memiliki respon tubuh yang sama setelah menerima jenis vaksin virus corona ini.

Pasalnya tidak semua orang merasakan efek samping yang sama, bahkan ada yang tidak mengalami KIPI dalam bentuk apapun juga. Namun umumnya hanya nyeri pada bekas suntikan.

Dalam kesempatan lainnya yang di lansir dari Kompas.com, menuturukan kalau ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto mengunggah sebuah postingan di facebook yang memberikan penjelasan mengenai rasa nyeri yang muncul.

Hal ini sendiri karena reaksi vaksin mRNA yang disuntikkan, memberikan respon pertama dengan menangkap vaksin dengan menggunakan sel-sel otot.

Lalu nantinya setelahnya itu barulah vaksin siubah menjadi protein S (spike), kemudian dikeluarkan dari sel otot. “Sel dendritik sendiri dapat juga langsung menangkap vaksin, memproduksi protein S di dalamnya. Selanjutnya sel dendritik membawanya ke limfonodi.

Efek samping ini bersifat sementara sehingga tidak perlu takut berlebihan. Hanya perlu langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya. Seperti penjelasan ini

Cara mengatasi efek samping vaksin Moderna

Efek samping vaksin covid
Source: Pixabay

A. Anjuran Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) & Juru Bicara Kemenkes

Hindra Irawan Satari mengatakan, KIPI yang paling banyak dirasakan oleh penerima vaksin Moderna adalah nyeri di tempat suntikan.

Akan tetapi Nadia juga turut mengatakan meskipun ada KIPI yang muncul, tetap ada perbedaan respon tubuh yang bisa terjadi. Namun tidak menutup kemungkinan muncul efek samping ringan hingga sedang. Untuk mengatasinya maka bisa mengonsumsi paracetamol sebagai solusinya.

Penerapan ini sama halnya dengan orang yang mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca, yang juga diberikan obat obatan penurun panas.

Nadia menambahkan, jika muncul efek samping vaksin yang cukup parah, dan berkepanjangan meskipun telah cukup beritirahat dan mengonsumsi obat. Maka segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan.

B. Menurut situs Unicef.org, mengatakan jika tubuh mengalai reaksi setelah vaksinasi, lakukan langkah berikut ini

  • Jangan panik dan tetap tenang jika muncul bengkak, nyeri, atau kemerahan.
  • Kompres lokasi penyuntikan dengan air dingin.
  • Jika mengalami demam, kompres atau mandi dengan air hangat.
  • Minum banyak air putih
  • Cukup beristirahat

Akan tetapi jika gejala berlangsung selama lebih dari tiga hari atau rekasi yang berat, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Untuk mencegah terjadinya risiko buruk yang mungkin terjadi, maka CDC menjelaskan kalau ada golongan orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin Moderna yaitu

  1. Bagi orang yang memiliki reaksi alergi parah atau anafilaksis
  2. Orang yang memiliki reaksi alergi langsung
  3. Jika mengalami reaksi parah setelah mendapat dosis pertama, maka tidak boleh mendapatk dosis lanjutan.

Meskipun dinilai tidak memiliki tingkat keparahan yang muncul, namun bahan seperti polietilen glikol yang terkandung dalam vaksin mRNA Covid-19 tidak diperbolehkan.

Untuk mengatasi reaksi alergi yang parah yang muncul, salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat epinefrin atau EpiPen atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat perawatan medis.

Diharapkan reaksi alergi langsung berarti reaksi dalam waktu 4 jam setelah mendapatkan suntikan, termasuk gejala seperti gatal-gatal, bengkak, atau mengi (gangguan pernapasan).

Karena hal inilah bagi golongan yang boleh menerima vaksin ini seperti ibu hamil, anak-anak, lansia maupun untuk penyakit kanker, penderita autoimun, gagal ginjal tetap perlu melakukan skrining kesehatan sebelum menerima vaksin ini.

Langkah lainnya yang harus kamu tahu adalah selalu memeriksa kesehatan secara berkala, dengan alat-alat kesehatan yang berkualitas dan memiliki tingkat akurasi tinggi.

Salah satunya dari Sowell, brand yang mengusung kecanggihan teknologi namun dibandrol dengan harga yang bersaing.

Ingat jangan membeli produk abal-abal, karena pembelian alat ini harus sesuai dengan tujuannya yaitu mengecek kesehatan terlebih bagi kelompok usia yang rentan terpapar virus berbahaya. Yuk lindungi seluruh anggota keluarga dengan perlindungan maksimal dari Sowell.