Mungkin Anda rajin membersihkan rumah, tapi apakah Anda yakin jika sapu dan lap yang Anda gunakan juga bersih? Sebab alat kebersihan yang dekil dan kotor malah akan semakin menyebarkan kuman dan debu di rumah Anda. Hii, tidak mau kan hunian yang kelihatannya bersih nyatanya malah menjadi sarang kuman dan penyakit bagi keluarga?!

Yuk, bersikap lebih peduli dengan alat-alat yang berguna untuk membersihkan rumah. Simak 7 tips mudah merawat alat kebersihan untuk hunian yang lebih bersih sekarang.

Macam-macam alat kebersihan yang biasa kita gunakan:

1. Sapu Ijuk

  • Sebaiknya gunakan sapu ijuk hanya untuk menyapu ruangan dalam.
  • Usai digunakan, bersihkan sapu dengan merendamnya di dalam air hangat yang sudah ditambah detergen untuk menghilangkan kuman dan debu. Lalu, jemur hingga sapu kering kembali. Ikat sapu dengan karet agar tidak gampang mekar.
  • Simpan sapu dalam posisi terbalik sehingga tidak membuat ujung sapu menjadi menekuk. Ketika menggunakan sapu sebaiknya gunakan satu sisi dahulu. Jika satu sisi tersebut sudah rusak, barulah gunakan sisi lainnya.

2. Sapu Lidi

  • Sebaliknya, gunakan sapu lidi hanya untuk menyapu halaman dan ruangan di luar hunian.
  • Simpan sapu lidi di pojok yang sejuk dan jauh dari kelembapan. Sebabnya, area yang basah akan membuat lidi menjadi cepat busuk dan rusak.
  • Anda dapat menambakan gagang sapu panjang untuk mempermudah dan memaksimalkan aktivitas menyapu.
  • Agar kondisi sapu lidi tetap kuat, pastikan karet pengikatnya tidak longgar atau rapuh.
  • Jika sapu kotor, cucilah dengan air mengalir lalu jemur di bawah sinar matahari dan jangan biarkan lembap.

3. Kain Pel

  • Bilas kain pel setelah digunakan untuk mengepel dan jemur hingga kering.
  • Kucek kain pel setiap minggu menggunakan detergen. Jika kain pel bisa dicopot dari gagangnya, Anda bisa mencucinya menggunakan mesin cuci, dan dijemur di bawah sinar matahari.
  • Gantilah kain pel secara berkala setelah usianya 2-3 bulan karena sudah banyak mengandung kuman dan debu.

4. Kemoceng

  • Bersihkan kemoceng dari debu setelah digunakan lalu gantung di tempat yang sejuk.
  • Jangan menggunakan kemoceng dengan dipukulkan ke benda tertentu, karena membuat bulu kemoceng cepat rusak.
  • Agar debu dari kemoceng tidak bertebaran, masukkan selalu kemoceng ke dalam pembungkusnya saat hendak disimpan.

5. Lap

  • Cuci lap setelah selesai digunakan untuk membasuh area yang berdebu agar debunya hilang dan tidak menempel terus di permukaan lap.
  • Untuk menghilangkan bakteri, lap bisa disiram dengan air hangat atau rendam dalam air yang sudah ditambah dengan detergen lalu kucek dan jemur.

6. Pembersih Elektronik

  • Hindari menghisap debu pada area yang masih sangat basah. Karena air yang tersedot ke dalam vacuum cleaner, dapat membuat mesin korosi.
  • Ganti kantong debu secara berkala +/- satu bulan sekali.
  • Cuci filter setiap satu minggu sekali dan gantilah secara berkala setiap enam bulan sekali. Untuk sabuk, Anda dapat menggantinya setiap satu tahun sekali atau ketika vacuum sudah mulai mengeluarkan suara berisik.
  • Jika Anda penyuka kepraktisan, Anda dapat menggunakan vacuum cleaner multifungsi yang dapat menyedot debu basah maupun kering serta dapat digunakan pada area lembab.

7. Cairan Pembersih

  • Selalu perhatikan petunjuk aman penggunaan produk dan kapan produk harus diganti.
  • Selalu ingat bahwa semua cairan pembersih adalah bahan kimia, sehingga menyimpan di tempat sejuk atau dalam suhu ruangan adalah sebuah keharusan agar tidak menguap dan mencemari udara.

Tertarik langsung mempraktikkan tips mudah ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here