3 Perbedaan Burnout Syndrom dan Stres Kerja yang Pekerja Wajib Tahu

0
378
Burnout
Wikimedia

“Duh, kayaknya lagi burnout syndrome nih. Jadinya kerja nggak fokus dan nggak efektif”

Promo 12 12 Ruparupa

Burnout syndrome adalah istilah yang biasanya dipakai untuk menjelaskan gejala stres  yang terjadi pada seseorang, dan sekilas gejala ini sangat mirip dengan stres kerja.

Namun perlu diingat Burnout syndrom dan stres kerja adalah dua hal yang berbeda, begitu juga dengan cara mengatasinya.

Perbedaan burnout syndrom dan stres kerja

Burnout
Source: Pixabay

Ada ragam perbedaan dari Burnout syndrom dan stres kerja yang wajib Ruppers tahu.

Sebab gangguan ini akan berdampak negatif untuk kesehatan seperti, berpengaruh pada mental, menimbulkan kelelahan fisik ,yang akhirnya membatasi efektivitas dalam bekerja.

Definisi secara umum 

Perbedaan burnout dan stres kerja
Source: Pixabay

Stress kerja 

Stres kerja adalah suatu kondisi yang sangat umum terjadi pada kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja.

Gangguan ini terjadi akibat tekanan pekerjaan yang sebenarnya memberikan efek seperti pedang bermata dua yaitu positif dan negatif.

Jika dilihat dari sisi positifnya stres dapat membuat orang merasa waspada dan hidup karena adanya aktivitas. Sehingga meningkatkan hormon kortisol dan mendorong untuk mencari jalan keluar.

Sementara itu efek negatifnya akan menimbulkan depresi yang akan memperburuk kesehatan mental maupun fisik, yang kemudian  dapat berujung menjadi burnout syndrome.

Burnout syndrome

Apa itu burnout syndrome? suatu kondisi ketika seseorang merasa dalam tekanan atau stres berat dengan pekerjaannya.

Syndrom ini dapat terlihat jelas saat Anda mulai merasa lelah secara fisik maupun emosional.

Jika terus terjadi secara berkala dan tidak mampu teratasi dengan baik, maka dapat mempengaruhi kinerja dalam jangka waktu yang panjang.

Penyebab atau pemicu terjadinya tekanan

stress kerja
Source: Pixabay

Stress

Saat mengalami stres di tempat kerja, tentu akan terkait dengan beberapa pemicu yang bisa terjadi seperti:

Terjadinya konflik dengan rekan kerja

Konflik akibat ketidakcocokan memanglah sesuatu hal yang wajar. Akan tetapi jika konflik ini terus berlanjut serta tidak ada solusinya, maka dapat berpotensi meningkatkan stres dan membuat performa pekerjaan menjadi menurun.

Baca Juga:   11 Cara Merawat Pohon Mangga di Rumah

Untuk mencegahnya cobalah untuk bekerjasama dengan tim dan tidak membawa sentimen pribadi saat menjalankan aktivitas di kantor.

Pekerjaan yang bertumpuk

Sejak lama jumlah pekerjaan yang terlalu banyak, menjadi tantangan bagi para karyawan. Belum lagi terkadang disaat tugas lainnya belum selesai, ada tugas-tugas baru yang muncul.

Jika kondisi ini terus berkelanjutan maka bukan tidak mungkin Anda sangat rentan terkena stres. Solusinya cobalah membuat prioritas pekerjaan setiap hari, dan belajar mengatakan tidak.

Bekerja di luar jam kantor

Bekerja tanpa batasan waktu juga menjadi pemicu stres terbesar saat ini. Terlebih ketika banyak orang harus bekerja dari rumah atau work from home.

Pasalnya masih ada sebagian orang yang bekerja sebagai staf tetap menerima panggilan kerja di malam hari. Untuk kondisi yang satu ini agak sulit, akibat rasa tidak enak ketika harus mengabaikan pesan dari atasannya.

Meskipun terlihat sederhana ternyata hal ini dapat merusak mood atau memicu stres.

Sehingga hindari bekerja di luar jam kantor atau ambilah waktu libur secara singkat untuk mengembalikan semangat kerja.

Burnout syndrome

Seperti yang sudah tertulis pada poin sebelumnya kalau sindrom ini dipicu karena rasa stres berat di tempat bekerja untuk kurun waktu yang panjang. Sehingga membuat penderitanya merasa tidak semangat bekerja, ataupun berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Gejala yang muncul pada stress kerja dan burnout

Perbedaan stress kerja dan burnout
Source: Pixabay

Stress 

Meskipun stres dengan kadar ringan dapat membantu seseorang tetap fokus dan memberikan tantangan baru, bukan berarti kondisi ini harus dibiarkan terus-menerus.

Sebab terlalu banyak tekanan dapat membuat orang tersebut berada dalam situasi sulit dan berimbas pada pekerjaannya yang menurun.

Melansir dari better health berikut ini adalah beberapa tanda-tanda stres kerja fisik dan mental

Secara fisik:
  1. Merasa kelelahan
  2. Otot yang sering tegang
  3. Mengalami insomnia atau susah tidur
  4. Merasakan sakit kepala yang berlebihan
  5. Jantung berdebar
  6. Mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare
  7. Terdapat masalah pada kulit
Secara mental:
  1. Merasa gelisah
  2. Mudah marah atau sensitive
  3. Depresi
  4. Pesimis
  5. Merasa kewalahan karena tidak mampu mengatasi persoalan
  6. Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan

Burnout

Sementara itu ciri ciri burnout syndrome juga tidak jauh berbeda seperti:

  1. Sering mengalami kelelahan baik secara fisik maupun emosional. Dalam kondisi ini seseorang merasa kehabisan ide atau mengalami gangguan sistem pencernaan.
  2. Hilangnya rasa kepedulian pada rekan kerja dan pekerjaan, karena sedang terganggu dengan perasaan frustasi atau stres yang membuat pekerja merasa muak dengan hal yang bersangkutan.
  3. Performa kerja menurun menjadi salah satu efek terjadinya burnout.
  4. Kehilangan minat bekerja.
  5. Pola pikir menjadi tidak terkontrol.
  6. Menjadi sinis pada orang-orang sekitar termasuk orang terdekat.
Baca Juga:   11 Cara Merawat Pohon Mangga di Rumah

Jika dilihat dari gejalanya perbedaan keduanya cukup tampak berbeda. Karena bagi pekerja yang hanya memiliki yang merasakan stres, tidak akan sampai merasakan muak atau mengasingkan diri dari lingkungan kerja.

Sedangkan bagi yang mengalami burnout syndrome akan berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupan yang sangat luas.

Cara mengatasinya burnout dan stress

cara mengatasi burnout
Source: Pixabay

Untuk mengatasi kedua kondisi di atas memang tidak mudah,  apalagi stres kerja dan burnout seringkali membawa seseorang dalam gaya hidup yang tidak sehat.

Misalnya mengonsumsi banyak makanan manis secara berlebihan guna melampiaskan stres, mengonsumsi minuman beralkohol, melewati waktu makan atau kebiasaan buruk lainnya  yang sering kali terlihat sepele tapi berbahaya.

Namun jangan khawatir, karena tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan yang baik dalam keadaan tertekan sekalipun.

Mengetahui batas kemampuan diri

Memang terkadang rasanya sungkan untuk menolak pekerjaan yang diberikan, apalagi jika Anda masih tergolong anak baru.

Namun ada pentingnya untuk mengenali batas kemampuan yang dimiliki. Serta dapat memperhitungkan berapa jam kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut agar terhindar dari rasa lelah berlebihan.

Berani untuk mengungkapkan pemikiran

Terkadang sesi curhat kecil yang awalnya canggung ternyata dapat membawa efek yang besar pada kesehatan mental pekerja.

Sehingga cobalah bicarakan stres yang Anda alami atau berani menolak jika merasa beban pekerjaan yang diberikan sudah melewati batas kemampuan. Penolakan ini bukanlah suatu keluhan, tapi rencana efektif mengelola stres kerja.

Melakukan aktivitas yang menyenangkan

Seringkali beban pekerjaan berdampak pada kehidupan pribadi. Jika Anda merasa sudah berada dalam tahap ini, cobalah beristirahat sejenak dan carilah hiburan yang dapat meringankan beban tersebut.

Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan misalnya dengan menonton film kesukaan, bermain game berkumpul bersama keluarga maupun berolahraga secara rutin untuk meningkatkan hormon endorfin.

 

Pot tanaman
   Beli disini
                           Beli disini

 

Cara lainnya Anda juga untuk mencari hobi yang menyenangkan seperti berkebun dan memelihara hewan. Sederhananya lakukan apa yang membuat Anda bisa lebih bahagia.

Ingat juga buatlah batasan kapan harus bekerja dan menikmati waktu me time agar kehidupan lebih seimbang dan mencegah terjadinya stres berlebihan.