6 Jenis Kain Tradisional Selain Batik untuk Hari Kartini

0
1325
jenis kain tradisional
Sumber: Pendopo Indonesia

Batik merupakan kain tradisional Indonesia yang terkenal di kancah internasional. Hal ini disebabkan oleh proses pembuatan batik yang menggunakan tangan sehingga lebih berharga dan memiliki model yang unik.

Namun, banyak sekali jenis kain tradisional khas nusantara yang tidak kalah menawan dari batik, lho. Beberapa diantaranya juga berhasil masuk ke acara pekan mode bergengsi.

Ruparupa Banner

Nah, daripada penasaran, langsung kita cari tahu saja, yuk, apa saja kain tradisional khas Indonesia yang tidak kalah indahnya tersebut.

Apa Saja Jenis-jenis Kain Tradisional Idonesia?

Dalam rangka menyambut hari Kartini, sebagian masyarakat mulai mencari pakaian-pakaian tradisional, seperti kebaya dan batik. Namun, untuk menyambut hari tersebut, kita juga bisa menggunakan kain tradisional khas Indonesia lainnya, seperti berikut ini.

1. Kain Tenun Kamen

Kain tenun kamen adalah pakaian tradisional khas Bali yang selalu digunakan pada saat upacara adat. Jenis kain ini sedikit menyerupai sarung dengan cara penggunaan yang berbeda antara pria dan wanita.

Pada pria, kain kamen harus dililitkan melawan arah jarum jam karena mereka adalah pemegang Dharma. Sedangkan pada wanita, kain kamen dililitkan searah jarum jam untuk menjaga kaum adam agar tidak melenceng dari Dharma.

Kini, kain kamen juga banyak digunakan untuk acara formal. Bahkan, sudah ada rok kamen berbentuk ready to wear atau yang bisa langsung dipakai, seperti berikut ini.

rok kain tradisional kamen
Pendopo Ukuran M Rok Kamen Bali 0122
Rok kamen bahan katun yang halus dan lembut sehingga nyaman dipakai sehari-hari.

2. Kain Songket

Selain terkenal dengan makanan khasnya, yaitu pempek, Palembang juga memiliki kain songket tradisional yang cukup tersohor. Kain songket ini telah diresmikan sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia pada tahun 2013.

Baca Juga:   5 Kelebihan Bahan Katun Sebagai Kain Kebaya

Songket sendiri berasal dari kata “sungkit” yang artinya mengait. Nama ini sesuai dengan metode pembuatan kain songket yang menjalin benang emas dengan benang sutera berwarna.

Kain songket banyak dipakai oleh orang Palembang untuk acara pernikahan, sunatan, upacara cukur rambut bayi, dan lain sebagainya.

kain tradisional songket
Sumber: helloindonesia.id

3. Kain Tenun Sumba

Kain tenun Sumba merupakan kain tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Sumba. Jenis kain ini tergolong mahal karena proses pembuatannya yang memakan waktu cukup lama, mulai dari 3 bulan hingga 8 bulan, tergantung pada jenis pewarnanya.

Pada sehelai kain tenun Sumba biasanya terdapat makna yang mendalam sehingga pemakaiannya pun banyak ditujukan untuk keperluan adat dan sehari-hari.

Nah, buat kamu yang tertarik menggunakan kain tenun Sumba untuk menyambut hari Kartini, berikut adalah rekomendasi kain yang bisa kamu pilih.

kain tradisional sumba
Pendopo 250×100 Cm Kain Panjang Tenun Sumba Timur
Kain tenun khas Sumba dari bahan katun berkualitas sehingga kuat dan tidak mudah melar.

Beli di sini

kain tenun sumba
Pendopo 250×100 Cm Sarung Tenun Sumba Timur
Kain tenun asal Sumba yang dibuat oleh pengrajin profesional dari katun berkualitas untuk melengkapi tampilan formal kamu.

Beli di sini

4. Kain Ulos

Kain ulos merupakan kain tradisional khas Batak yang seringkali digunakan saat acara adat dan formal, seperti kelahiran, pernikahan, dan kematian. Sama seperti kain songket asal Palembang, kain ulos juga dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin.

Setiap jenis ulos mengandung makna yang sangat penting dan untuk penggunaannya pun, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi.

Misalnya, ulos hanya boleh diberikan kepada generasi yang ada di bawahnya, seperti dari orang tua ke anak. Kemudian, ulos yang diberikan juga harus sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya.

kain tradisional ulos
Sumber: Indonesia.travel

5. Kain Lurik

Berikutnya, ada pula kain lurik asal Yogyakarta, Jawa Tengah. Kata lurik disini berasal dari kata “lorek”, yang artinya garis-garis. Tidak heran, motif pada kain lurik pun didominasi oleh pola garis dan kotak.

Baca Juga:   5 Jenis Minuman Tradisional yang Berkhasiat bagi Tubuh

Awalnya, penggunaan kain lurik ditujukan untuk kemben ataupun alat gendong bayi. Namun, saat ini kain lurik pun banyak dipakai untuk upacara adat, seperti mitoni dan labuhan, serta pakaian sehari-hari.

kain lurik
Sumber: ajourneybespoke.com

6. Kain Endek

Jenis kain tradisional yang terakhir adalah kain endek khas Bali. Kata endek sendiri berasal dari kata gendekan atau ngendek, yang berarti diam, tetap, dan tidak berubah warnanya. Sebab, ketika benang dicelupkan ke pewarna, warna pada benang itu tidak mudah pudar.

Motif pada kain endek sebenarnya cukup beragam, tergantung pada setiap daerahnya. Misalnya, pada wilayah Nusa Penida, kain endek didominasi dengan warna-warna cerah.

Hingga saat ini, kain endek banyak digunakan untuk upacara adat, seragam sekolah atau kantor, dan gaya fashion. Bahkan, beberapa waktu lalu, kain endek pun sempat debut di panggung Paris Fashion Week, lho. Membanggakan, ya!

kain tradisional endek bali
Kain Endek Bali 220×210 Cm
Kain endek bali dengan material katun premium cocok untuk digunakan saat acara adat atau acara formal lainnya.

Nah, itu dia jenis-jenis kain tradisional Indonesia yang bisa kamu jadikan pilihan untuk merayakan hari Kartini atau acara penting lainnya. Seluruh jenis kain di atas bisa kamu dapatkan dengan mudah hanya melalui Ruparupa.com, lho!

Kain-kain tersebut terbuat dari bahan terbaik dan pengrajin profesional dari setiap bagian nusantara sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kualitas dan keasliannya.

Selain itu, situs belanja satu ini juga menyediakan berbagai peralatan dan perabot rumah tangga dari merek ternama milik Kawan Lama Group, seperti Informa, ACE, Pendopo, Selma, dan masih banyak lagi.

Yuk, kita mulai cintai produk-produk dalam negeri!