Promo 12.12 Ruparupa

Saat kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, wajar rasanya jadi mencari kesibukan baru seperti belajar cara terbaik merawat kaktus. Serunya apa? Serupa bonsai, ketika dirawat dengan baik kaktus akan terlihat elegan menjadi dekorasi hijau di rumah. Konon, dengan memelihara kaktus juga sama artinya dengan memelihara kualitas udara dalam ruang secara tidak langsung. Sesuatu yang sangat dibutuhkan pada zaman modern ini.

Dari Hobi jadi Sehat Alami

Yup! Kaktus yang termasuk tanaman sukulen ini hidup dengan cara menghirup karbondioksida yang kita lepaskan saat bernapas. Pada saat yang sama, mereka melepaskan oksigen ke udara. Bayangkan jika Anda tidak hanya memiliki satu atau dua pot kecil kaktus, tapi sejumlah koleksi. Sepertinya, Anda sudah memiliki air purifier alami di rumah. Menarik kan?

Kaktus sebagai dekorasi bisa digunakan untuk meningkatkan mood. Ingat ketika kecil kita diajarkan untuk sesekali mengistirahatkan mata dengan melihat halaman hijau? Nah, sebagai alternatif, ganti halaman hijau dengan jejeran kaktus nan cantik. Pasti mood dan produktivitas langsung naik.

10 Cara Terbaik Merawat Kaktus

Ok! Ketika memutuskan untuk membawa pulang kaktus, Anda pasti membutuhkan beberapa panduan untuk dapat berteman dengan si kecil berduri ini. Tenang, ternyata cara merawat kaktus cukup simpel dan tidak membutuhkan banyak perhatian. 10 cara terbaiknya terangkum dalam bahasan berikut.

1. Obervasi Lokasi Asal

Sumber: Freepik

Beda spesies kaktus, beda juga asalnya. Ada kaktus yang berasal dari daerah tanah berpasir, dan ada juga yang dari tanah hutan hujan. Ketahui lokasi asal atau media indukan kaktus untuk memudahkan Anda menentukan campuran tanah dalam pot dengan tepat dan tentunya membantu kaktus hidup di lingkungan barunya.

2. Tak Boleh Lupakan Hidrasi

Sumber: Freepik

Meskipun kaktus dikenal sebagai flora yang bisa hidup di lingkungan tanpa air, namun kaktus juga tetaplah tanaman biasa. Salah satu cara yang benar merawat kaktus adalah dengan mengairinya secara teratur. Mengapa? Karena air membuat kaktus bertumbuh.

Cara mengairinya sangat mudah. Hanya memastikan bahwa tanah media tanam sudah kering sebelum diairi. Jika cuaca sangat panas, Anda dapat memberikan hidrasi satu minggu sekali pada kaktus sebanyak 1/4 atau 1/2 cangkir air. Sedangkan saat musim hujan, hidrasi dapat dilakukan sampai dua minggu sekali. Tidak merepotkan, bukan?

3. Yuk, Bermain dengan Tanah

Sumber: Freepik

Tadi dikatakan bahwa kaktus bertumbuh. Nah, bagaimana saat kita memiliki tanaman kaktus yang bervariasi dalam satu media tanam? Cara memajang kaktus seperti ini memang membuat taman jadi indah dipandang. Namun setelah bertumbuh dan bertambah besar, akar kaktus dapat menjulur keluar dari pot karena sudah tidak ada ruang kosong lagi. Inilah tanda awal kaktus Anda membutuhkan media tanam atau tanah yang berbeda-beda. Repotting menjadi solusinya.

Jangan takut saat harus melakukan repotting. Siapkan alat-alat yang tepat untuk memudahkan proses pemindahan. Serta anggaplah ini sebuah latihan rutin, Anda bisa karena terbiasa.

Karena kaktus berdaun jarum, maka Anda dapat membungkus kaktus dengan koran untuk perlindungan pertama. Kemudian, gunakan sarung tangan kulit atau yang berbahan tebal lain, atau capit bbq untuk memegang kaktus selama pemindahan. Bantu dengan pisau tumpul untuk menggemburkan tanah di sekeliling akar sebelum kaktus dicabut.

Lalu untuk tanah dalam pot baru, Anda bisa mendapatkannya di banyak toko tanaman. Pilihlah yang memang sesuai dengan jenis kaktus Anda. Tanah untuk kaktus memiliki karakteristik lebih berpasir dan berbatu dibandingkan tanah untuk tanaman lain.

Perhatikan! Setelah repotting, kaktus membutuhkan setidaknya dua bulan proses pemulihan. Jangan dahulu dihidrasi. Setelah akar cukup kuat dan mencengkram tanah, barulah Anda bisa memberinya air.

4. Pilih Pot yang Terbaik

h_800,w_800,f_auto

Pada dasarnya, kaktus dapat ditanam dalam pot jenis apa saja. Pas, ini trik pintarnya. Jika tidak mau repot memeriksa apakah masih ada endapan air pada tanah, Anda dapat menggunakan pot dengan lubang pembuangan. Namun jika Anda adalah orang yang senang dengan rutinitas ‘pemeriksaan rutin’ boleh-boleh saja mencoba menggunakan pot tanpa lubang drainase air. Hanya pastikan jangan sampai Anda secara tidak sengaja membuat kaktus tenggelam, karena masih memiliki cadangan air dalam tanah, ya?!

Besar-kecilnya pot, tergantung dari ukuran kaktus yang Anda miliki. Bila pot terlalu besar, banyak kemungkinan akan ada endapan air yang tidak disukai kaktus. Pot kecil memiliki keunggulan tersendiri di sini. Material pot pun yang paling baik adalah terracota, dibandingkan dengan pot plastik yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali kering.

5. Berikan Kaktus Makanan Bernutrisi

Jangan heran dengan hal ini. Kaktus ternyata juga membutuhkan fertilizer lho! Tapi ini hanya untuk kaktus yang sedang bertumbuh (Memunculkan cabang baru, dan ciri-ciri perkembangan lainnya). Fertilizernya cari yang benar-benar sesuai untuk setiap jenisnya. Yaitu yang mengandung lebih sedikit nitrogen, namun kaya akan fosfor.

Penggunaanya cukup dalam dosis kecil yang dapat digabungkan saat proses hidrasi dilakukan. Atau bisa menggunakan rasio satu (1) sendok makan fertilizer, campur dengan satu (1) galon air. Durasi penggunaannya adalah setiap delapan minggu sekali.

6. Saatnya Sinar Matahari

Sumber: Freepik

Pada musim kemarau, kaktus dari tanah berpasir sangat suka sinar matahari langsung. Durasinya penyinaran biasanya mencapai empat jam per hari. Berkebalikan dengan kaktus tropis dari hutan hujan, yang lebih memilih sinar matahari yang sedikit dihalangi oleh tudung. Namun saat tiba musim hujan, buka tudung kaktus hutan hujan, karena pada saat inilah mereka membutuhkan sinar matahari untuk bertumbuh.

Tips memberikan paparan sinar matahari bagi kaktus, seperti dikutip dari cactusway.com adalah selalu putar-putar sisi kaktus yang mendapatkan cahaya matahari agar kaktus tidk berubah menjadi kuning atau putih. Perputaran ini dapat dilakukan sebulan sekali, dalam formasi ¼ putaran pot.

7. Awas Kutu!

Cara terbaik merawat kaktus juga termasuk memperhatikan berbagai gejala yang dialami tanaman. Salah satunya adalah perubahan akibat kutu.

Kutu putih dan serangga sisik atau teritip adalah kutu paling umum yang sering ditemukan mencoba menggerogoti tulang kaktus. Kedua jenis kutu ini adalah salah satu yang susah diketahui ketika menyerang, karena sering bersembunyi di area bawah kaktus yang jarang terlihat mata. Ciri kutu putih adalah biasanya bergerombol seperti kapas putih, namun getas seperti lilin. Sedangkan ciri serangga sisik atau teritip adalah berbentuk seperti kubah.

Lain lagi dengan tungau (Spider mites). Jika tungau menyerang tanaman kaktus, maka akan timbul semacam bercak cokelat pada tanaman. Kadang pula disertai dengan adanya benang jaring-jaring, seperti benang laba-laba. Jika menemukan indikasi adanya tungau pada kaktus Anda, segeralah tepuk-tepuk area yang terinfeksi dengan secarik kertas. Tungau dapat menempel di sana, berbentuk seperti debu.

Selain itu waspadai juga Agas (Fungus gnats). Mereka biasanya melayang-layang di dekat tanah, karena larva mereka hidup di tanah tersebut. Agas perlu segera dibasmi karena mereka menyerap nutrisi yang dibutuhkan kaktus dari media tanam.

Cara membersihkan kutu dari kaktus: Oles cotton swab yang telah di celup pada alkohol pada daerah terinfeksi. Jangan menyemprotkan larutan alkohol langsung, karena dapat merusak jaringan epidermis kaktus.

8. Beri Perhatian Lebih

Seperti bayi, setiap kaktus juga membutuhkan penanganan hati-hati sendiri-sendiri. Oleh karena itu, perhatian lebih menjadi kunci penting dalam pemeliharaan kaktus. Perawatan mana yang bekerja untuk kaktus Anda, dan mana yang tidak.

Jika kaktus tumbuh seperti condong ke arah sinar matahari, bisa jadi area meletakan kaktus Anda belum tepat. Segera ubah tempat kaktus ditempatkan agar mendapat sinar matahari lebih baik. Begitu pun saat warna kaktus seakan memudar. Itu tandanya kaktus terlalu banyak mendapat sinar matahari.

9. Jangan Malu Bergabung dalam Cactus Club

Terkadang, berbagi pengalaman adalah cara terbaik merawat kaktus serta mendapatkan semua informasi yang relevan dengan situasi Anda saat merawat tanaman kesayangan. Anda bisa belajar, dan sebaliknya, anggota lain juga akan terbantu dengan pengalaman Anda. Sharing is caring, right?

10. And Last But Not Least, Cactus Fun Facts

Sumber: Freepik

a. Kaktus dapat berbunga. Wow! Tergantung dari jenis kaktusnya, bunga kaktus dapat berwarna merah, merah muda, biru, kuning, atau putih.

b. Kaktus dapat hidup berdekade-dekade hingga tahun 200 tahun. Super sekali!

c. Kaktus yang membutuhkan air adalah kaktus muda, yaitu untuk bertumbuh

d. Cara mencegah kutu kaktus datang ternyata cukup sederhana, yaitu hanya dengan membuang daun-daun kering gugur yang ada di sekeliling pot

e. Para ahli tanaman selalu memyarankan untuk melakukan repotting setiap 2-4 tahun, sebagai cara membuat kaktus selalu awet muda

f. Kapan waktu terbaik melakukan repotting? Itu adalah musim kemarau. Sebab, akar kaktus lebih kering dibanding musim penghujan

g. Tips yang selalu berguna selain 10 cara terbaik merawat kaktus yang telah dibahas adalah bersenang-senanglah. Anda tidak perlu 100% paham cara memelihara di kecil berduri. Asal tulus menyayangi, kaktus pun akan membalas Anda dengan cara yang sama.