_1763434992.jpeg)
Momen bakar-bakar atau BBQ selalu jadi aktivitas seru, apalagi saat berkumpul bersama keluarga dan teman di malam tahun baru. Mulai dari jagung bakar, daging, hingga sayuran panggang, semua terasa lebih nikmat saat disantap hangat-hangat. Untuk membuat hidangan tersebut, tentu kamu membutuhkan alat panggang atau grill yang sesuai. Nah, ada dua jenis alat panggang yang paling populer digunakan, yaitu pemanggang arang dan pemanggang gas. Keduanya punya keunggulan dan karakter yang berbeda. Supaya tidak salah pilih, yuk simak perbandingannya di bawah ini!
Alat panggang arang menggunakan bongkahan atau briket arang sebagai sumber panas utama untuk memasak. Arang ini diletakkan di bagian bawah pemanggang dan dibakar hingga menghasilkan bara yang merata. Sejak dulu, metode memanggang dengan arang banyak digemari karena bisa memberikan rasa dan aroma smoky khas BBQ tradisional. Selain itu, panggangan jenis ini lebih mudah dibawa ke luar ruangan, seperti saat camping, piknik, atau kegiatan outdoor lainnya. Kalau kamu suka nuansa alami dan cita rasa autentik bakaran, alat panggang arang bisa jadi pilihan yang pas.
Berbeda dengan arang, alat panggang gas menggunakan bahan bakar gas (LPG) sebagai sumber panas. Umumnya, pemanggang gas dilengkapi dua atau lebih tungku pembakar dengan pengatur suhu yang bisa dikontrol secara terpisah. Dengan begitu, kamu bisa memanggang berbagai bahan makanan sekaligus, misalnya daging di satu sisi, dan sayuran di sisi lain, tanpa khawatir gosong atau tidak matang merata. Pemanggang gas cocok untuk kamu yang menyukai kepraktisan dan ingin hasil panggangan yang cepat tanpa perlu menunggu lama.
Dari segi suhu, pemanggang gas biasanya mampu mencapai sekitar 315°C, sedangkan panggangan arang bisa mencapai suhu hingga 648°C. Perbedaan suhu ini berpengaruh pada waktu dan hasil panggangan. Panggangan arang cenderung lebih panas, sehingga makanan bisa cepat matang namun juga lebih mudah gosong. Sementara itu, panggangan gas menawarkan kontrol suhu yang lebih stabil.
Makanan Kedua jenis alat ini sama-sama bisa menghasilkan makanan lezat, tetapi karakter rasanya berbeda. Daging yang dipanggang menggunakan arang biasanya memiliki warna kecokelatan dengan aroma asap yang khas. Sebaliknya, daging yang dimasak dengan panggangan gas memiliki cita rasa yang lebih bersih dan tekstur lebih lembut karena panasnya merata. Jadi, kalau kamu lebih suka aroma smoky yang kuat, pilih panggangan arang. Tapi kalau kamu ingin hasil yang matang merata tanpa gosong, panggangan gas bisa jadi pilihan tepat.
Perbedaan lain terletak pada lama waktu pemanasan. Panggangan arang memerlukan waktu sekitar 15-20 menit untuk membentuk bara sempurna sebelum digunakan. Sementara itu, pemanggang gas jauh lebih praktis, cukup menekan tombol dan mengatur panasnya, makanan bisa langsung dipanggang dalam waktu sekitar 10 menit.
Baik panggangan arang maupun gas memiliki keunggulan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Jika kamu menyukai sensasi BBQ tradisional dengan aroma asap yang khas dan cita rasa yang kuat, panggangan arang akan memberikan pengalaman memanggang yang lebih autentik. Namun, bila kamu lebih mengutamakan kepraktisan, efisiensi waktu, dan kontrol suhu yang mudah, pemanggang gas bisa menjadi pilihan terbaik.
Apa pun jenis panggangan yang kamu pilih, pastikan alatnya sesuai dengan gaya memasak dan momen kebersamaanmu. Kamu bisa menemukan berbagai pilihan alat panggang BBQ arang dan gas berkualitas hanya di ruparupa berikut ini!