IMAGE_TAHU_New-Project-(70)_1742454032

Sumber: Pinterest

8 Jenis Rumah Adat Sunda dan Keunikannya

Suku Sunda merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia, dengan mayoritas penduduknya tersebar di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat. Layaknya suku-suku lainnya, suku Sunda juga memiliki rumah adat dengan ciri khas tersendiri.


Menariknya, rumah adat Sunda tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, melainkan ada beberapa macam. Keberagaman ini mencerminkan kehidupan masyarakat Sunda yang masih mempertahankan budaya tradisional dan hidup selaras dengan alam. Hal ini dapat dilihat dari pemanfaatan bahan-bahan alami dalam konstruksi rumah, seperti bambu, kayu, batu, hingga dedaunan.

Apa Saja Jenis Rumah Adat Sunda?


Karena tersebar di berbagai wilayah di Jawa Barat, rumah adat Sunda hadir dalam berbagai bentuk arsitektur yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis rumah adat Sunda beserta penjelasannya:

1. Capit Gunting

IMAGE_TAHU_1_1742803638

Sumber: yuksinau.id

Capit Gunting merupakan salah satu jenis rumah adat Sunda tertua yang telah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih dapat ditemukan di daerah Tasikmalaya. Nama "Capit Gunting" berasal dari bentuk atapnya yang menyerupai huruf "X" atau seperti gunting yang terbuka. Atapnya yang cukup tinggi umumnya dibuat dari daun kering untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

2. Perahu Kumureb

IMAGE_TAHU_2_1742803790

Sumber: gardencenter.co.id

Sesuai dengan namanya, rumah adat Perahu Kumureb memiliki desain yang terinspirasi dari bentuk perahu yang terbalik. Keunikannya terletak pada kombinasi berbagai bentuk geometris, seperti trapesium di bagian depan dan belakang serta segitiga sama sisi di bagian samping. Rumah adat ini banyak dijumpai di wilayah Garut, Cimahi, dan Tasikmalaya.

3. Jubleg Nangkub

IMAGE_TAHU_3_1742803939

Sumber: Pinterest

Rumah adat ini mengandung filosofi mendalam tentang kepribadian masyarakat Sunda yang ramah, sederhana, dan bersahaja. Atapnya yang bertingkat serta dinding berbahan bambu menjadi ciri khas rumah ini. Rumah Jubleg Nangkub masih bisa ditemukan di wilayah Sumedang.

IMAGE_TAHU_Banner-Desktop-1280x300_1737348665

4. Badak Heuay

IMAGE_TAHU_4_1742803947

Sumber: yuksinau.id

Dinamai Badak Heuay yang berarti "badak menguap," rumah adat ini memiliki bentuk atap yang menyerupai seekor badak yang sedang menguap. Struktur rumah ini terbuat dari kayu, sedangkan atapnya menggunakan genteng tanah liat. Rumah adat ini biasanya digunakan untuk menerima tamu laki-laki dan banyak ditemukan di daerah Sukabumi.

5. Tagog Anjing

IMAGE_TAHU_5_1742803955

Sumber: aminama.com

Nama Tagog Anjing berasal dari bentuk rumahnya yang menyerupai anjing dalam posisi duduk. Meski masih mempertahankan konsep rumah panggung, ketinggiannya lebih rendah dibandingkan rumah panggung pada umumnya. Ciri khasnya adalah bentuknya yang memanjang ke belakang dengan atap yang tersusun rapi untuk menghalangi sinar matahari masuk. Rumah adat ini banyak dijumpai di Garut.

6. Jolopong

IMAGE_TAHU_6_1742803966

Sumber: Pinterest

Rumah adat Jolopong memiliki atap berbentuk pelana dan teras yang dibiarkan kosong tanpa perabotan. Namun, saat ada tamu yang datang, pemilik rumah biasanya akan menggelar tikar sebagai alas duduk. Rumah adat ini masih bisa ditemukan di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Garut.

7.Buka Pongpok

IMAGE_TAHU_7_1742803974

Sumber: borneohouse.com

Rumah adat ini dinamai Buka Pongpok karena memiliki pintu yang terhubung langsung dengan salah satu sisi atap atau suhunan. Jika dilihat dari depan, rumah ini lebih menonjolkan bagian atapnya, sedangkan sisi rumah dibuat lebih miring atau mendatar. Pondasi rumah ini menggunakan kayu, dengan dinding dari anyaman bambu serta atap berbahan genteng tanah liat.

8. Julang Ngapak

IMAGE_TAHU_8_1742803983

Sumber: gardencenter.co.id

Julang Ngapak memiliki arti "burung mengepakkan sayap," yang mencerminkan bentuk atapnya yang melebar ke samping. Atap rumah ini dibuat dari ijuk, alang-alang, dan daun rumbia, sedangkan rangka dindingnya menggunakan bambu dan kayu. Rumah adat ini dapat ditemukan di daerah Tasikmalaya dan Kuningan.

Itulah beberapa jenis rumah adat Sunda yang masih bisa dijumpai di berbagai wilayah di Jawa Barat. Meski zaman semakin modern, melestarikan warisan budaya tetaplah penting. Jika kamu tertarik dengan desain dekorasi bernuansa tradisional, berikut rekomendasi produk pilihan dari ruparupa!

IMAGE_TAHU_banner-desktop_1740119557