Untuk menjalin ikatan kuat dengan kucing sebagai hewan peliharaan, kamu bisa coba memeliharanya sejak mereka masih kecil. Soalnya, perawatan anak kucing melibatkan perhatian langsung dari kita sebagai pemiliknya.
Hal ini dikarenakan fokus perawatan anak kucing adalah menyesuaikan mereka di tempat baru dan menyediakan berbagai perlengkapan untuk mendukung perkembangan tubuhnya.
Idealnya, induk kucing harus memberikan susu kepada anaknya selama 4 minggu pertama. Namun, bila tidak ada induknya, kamu harus memberikan susu formula pengganti susu komersial setiap 2-4 jam sekali. Selain itu, kamu bisa memberikannya makanan lembap yang mudah untuk dikunyah sebanyak 4-6 kali sehari.
Pada usia 5-8 minggu, anak kucing sudah mulai bisa mengunyah makanannya sendiri. Jadi, kamu bisa meningkatkan pilihan makanan yang kaya protein dan energi sebanyak 3-4 kali sehari. Setelah usia 6 bulan, anak kucing harus diberi makan 2-3 kali sehari. Ini dia rekomendasi makanan kucing yang bisa kamu berikan.
Kamu bisa menggunakan dispenser makanan di bawah ini agar lebih mudah memberikan makanan kepada anak kucing kesayangan.
Penting juga nih untuk menyediakan tempat tidur yang kering dan nyaman buat anak kucing. Pastikan tempat tidurnya terbuat dari bahan yang aman dan tidak berbahaya agar mereka bisa tidur nyenyak. Selain itu, pastikan tempat tidur anabul kamu selalu hangat. Soalnya imun tubuh anak kucing sangat lemah dan mudah kedinginan kalau terkena angin.
Nah, berikut rekomendasi tempat tidur yang dapat kamu gunakan.
Litter box atau kotak pasir adalah wadah yang dirancang khusus sebagai tempat buang air. Uniknya, kotak ini bisa membantu mengendalikan bau kotoran agar tidak menyebar di dalam rumah. Jika kamu memiliki lebih dari satu anak kucing atau kucing, sediakan dua kotak litter box yang terletak pada area berbeda di dalam rumah, ya.
Kamu juga harus memastikan kalau litter box dibersihkan setiap hari untuk memastikan kesehatan anak kucing. Nah, biar lebih mudah dan praktis kamu dapat membersihkan litter box menggunakan sekop, seperti rekomendasi berikut.
Selain itu, pastikan mengganti pasir kucing minimal dua kali dalam seminggu biar selalu higienis. Tenang, kami punya beberapa rekomendasi pasir kucing yang bisa kamu gunakan.
Cara merawat anak kucing lainnya adalah menyediakan mangkuk makanan di dalam kandang. Pilih yang bahannya plastik agar tidak ada sudut tajam yang menyakiti kucing. Kemudian, letakkan di sudut atau sisi kandang yang tidak mengganggu pergerakan kucing.
Namun, pastikan penempatannya jauh dari litter box agar tidak terkontaminasi, ya. Ini dia rekomendasi mangkuk makanan buat anak kucing yang bisa kamu pilih.
Meski anak kucing yang kamu pelihara punya bulu pendek, pastikan untuk tetap memiliki sisir. Soalnya, sisir kucing bisa membantu menghilangkan bulu mati pada tubuhnya. Cara inilah yang bisa mencegah bulu kucing agar tidak menggumpal. Selain itu, sisir juga bisa merangsang kelenjar minyak alami di kulit kucing agar bulunya tetap sehat dan berkilau.
Kami juga punya rekomendasi berbagai bentuk dan jenis sisir kucing seperti berikut ini.
6. Scratching post
Semua kucing perlu menjaga cakar mereka dalam kondisi ideal. Oleh karena itu, kamu harus memiliki setidaknya satu perlengkapan berupa garukan. Kemudian, letakkan di area yang paling sering mereka kunjungi. Selain untuk menjaga kuku, alat ini dapat membantu kucing meregangkan otot-ototnya dan mengurangi stres, lho.
Meskipun sebagian besar kucing senang bermain di kotak karton kosong, kamu tetap perlu menyediakan berbagai mainan untuk menstimulasi pertumbuhan mereka. Gak cuma itu, mainan ini juga bisa mengembangkan keseimbangan, kecepatan, pengembagan sensorik, dan tentunya mengurangi kebosanan. Kamu pun bisa lebih dekat dengan anabul kesayangan, lho! Namun, hindari memberikan mainan kucing yang ukurannya kecil karena berisiko tertelan.
Tenang, kami memiliki rekomendasi mainan yang bisa digunakan untuk merawat anak kucing kesayangan kamu di rumah.
Pelatihan berbasis penghargaan bisa mencegah perilaku liar oleh kucing. Jadi, kamu bisa memberikan reward jika anak kucing berperilaku baik atau tidak menggigit selama bermain. Nah, kamu dapat memberikan makanan kucing berupa snack atau dry food sebagai reward buat si anabul.
Dengan cara ini, kucing akan belajar lebih cepat bahwa mereka tidak boleh berperilaku buruk. Jadi, mereka cenderung berhenti melakukan kegiatan tersebut. Nah, berikut rekomendasi makanan kucing yang bisa kamu berikan.
Tips terakhir, kamu juga perlu nih memeriksanya kepada dokter hewan untuk pengecekan kesehatan tahunan, vaksinasi, microchipping, desexing, serta pencegahan kutu, dan cacing. Desexing yang dilakukan sebelum aktivitas seksual secara efektif bisa mencegah agar mereka tidak hamil sembarangan.
Agar lebih mudah membawa kucing ke dokter hewan, kamu dapat menggunakan tas hewan atau kandang portable.
Nah, itu tadi cara merawat anak kucing kecil yang tidak memiliki induk. Tentunya, merawat anak kucing akan butuh waktu beberapa bulan sebelum bisa mandiri dan menjadi lebih kuat. Tertarik memeliharanya?