/media/tahu-asset/IMAGE_TAHU_New-Project---2025-04-28T091726_1745806727.jpeg)
Tidak dipungkiri lagi bahwa Indonesia terkenal akan rumah adatnya yang beragam. Hal ini juga terlihat dari berbagai jenis pakaian adat, upacara adat, senjata tradisional, dan bentuk rumah adat. Kali ini kita akan membahas mengenai rumah adat khas provinsi Jawa Tengah. Ternyata rumah adatnya terdiri dari beberapa jenis dengan keunikannya masing-masing, lho! Penasaran apa saja? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

Sumber: id.pinterest.com/pin/652318327259893660
Rumah adat di Jawa Tengah biasanya dibangun berdasarkan fungsi dan status sosial dari pemilik rumah. Rumah adat Joglo adalah salah satu rumah adat yang dikenal sebagai rumah bagi bangsawan maupun orang kaya. Hal ini juga tercermin dari material dan kualitas dari rumah adat yang berbahan utama kayu mahal. Selain itu, keunikan dari rumah ini dapat dilihat dari empat tiang utama pada depan rumah serta ruangan rumah yang terbagi menjadi 2 bagian.

Sumber: babe.news
Seperti namanya, rumah adat Limasan memiliki atap berbentuk limas. Sekilas, rumah adat ini terlihat mirip dengan rumah adat khas Sumatera Selatan. Rumah adat satu ini pun terdiri dari berbagai macam seperti Lawakan, Gajah Mungkur, Klabang Nyander, dan Semar Pindohong. Meskipun terdiri dari berbagai variasi, rumah adat Limasan dapat kamu kenali melalui material bata yang digunakan. Uniknya, bata yang digunakan juga tidak dibalut cat atau lapisan lainnya, tetapi rumah adat bisa tetap terlihat cantik.

Sumber: medium.com
Berbeda dari rumah adat lainnya, rumah adat Tajug tidak dibuat sebagai tempat tinggal namun sebagai tempat ibadah. Hal ini merupakan alasan mengapa rumah adat Tajug tidak boleh dibangun sembarangan. Salah satu contoh rumah adat Tajug yang sangat populer di Indonesia ialah Masjid Agung Demak. Bagian atap rumah adat Tajug sendiri sangat mirip dengan rumah adat Joglo dengan ujung berbentuk segitiga yang melambangkan keabadian dan keesaan Tuhan.

Sumber: medium.com
Termasuk yang paling sederhana, rumah adat Panggang Pe banyak digunakan sebagai warung jualan atau pos penjaga. Bentuk dasarnya pun merupakan gabungan dari berbagai rumah adat lainnya. Selain itu, rumah adat satu ini juga dilengkapi tiang penyangga sederhana yang berjumlah 4 hingga 6 tiang.

Sumber: babe.news
Sama seperti rumah Joglo, rumah adat Kampung merupakan rumah adat yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Namun, rumah adat Kampung biasanya ditinggali oleh rakyat biasa atau kalangan menengah kebawah seperti petani, pekerja pasar, dan peternak. Salah satu keunikan dari rumah adat Kampung adalah jumlah tiang yang berkelipatan empat.
Sedangkan bangunannya sendiri berbentuk persegi panjang dan memiliki 2 lapis tiang kuat yang terbuat dari usuk, balok, dan kayu reng untuk menyangga atap rumah.
Jika kamu yang menyukai dekorasi dengan tema nusantara, dapatkan ragam perlengkapan rumah dengan sentuhan khas Indonesia hanya di ruparupa berikut ini!