Panci presto atau pressure cooker merupakan alat masak yang digunakan ketika ingin membuat tekstur daging sapi dan ayam agar menjadi lebih lunak. Soalnya, alat satu ini memanfaatkan uap air bertekanan tinggi untuk membuat seluruh bahan makanan yang dimasak terasa empuk, lembut, dan bumbu jadi lebih meresap.
Tidak perlu khawatir karena alat ini tidak akan mengurangi kandungan nutrisi dari daging. Makanan yang dihasilkannya pun akan sama nikmatnya ketika kamu memasak dengan slow cooker. Namun, dengan menggunakan panci presto, waktu memasak bisa berkurang hingga lebih dari 50 persen, lho.
Nah, berikut rekomendasi panci presto yang bisa kamu gunakan.
Sebenarnya, memasak memakai panci presto tidak sulit. Apalagi, model panci ini sudah hadir dalam bentuk yang lebih modern dan mudah digunakan. Bahkan, kamu bisa memakai panci presto elektrik yang berbentuk mirip seperti slow cooker. Namun, tentu saja bagi kamu yang masih pemula, kamu harus memahami tata cara menggunakan panci presto dengan tepat biar masakan jadi lebih lezat.
Sebelum menggunakan panci presto, pastikan tidak terdapat penyok ataupun retak pada seluruh bagian panci. Soalnya, panci presto bekerja dengan menggunakan tekanan yang tinggi. Jadi, kamu harus periksa bagian penutup agar dapat benar-benar terkunci rapat.
Hindari mengisi panci presto melebihi 2/3 ukurannya. Pastikan ada ruang untuk uap dan makanan yang akan mengembang. Pengisian yang berlebih justru bisa membuat makanan mudah tumpah dan keluar dari panci presto.
Hal ini juga membuat masakan menjadi kurang matang dan bisa mengurangi cita rasa makanan tersebut. Jadi, pastikan kamu bisa mengisi air hingga 1/2 takaran panci presto saja, ya.
Untuk mendapatkan hasil masakan yang lezat, pastikan kamu mengatur waktu masak dengan tepat. Umumnya, memasak daging membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sayuran dan ikan.
Oleh karena itu, kamu bisa memotong daging dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar bisa matang secara merata. Selain itu, pastikan kamu memasukkan dagin terlebih dahulu sebelum sayuran dan bahan makanan lainnya.
Ketika uap mulai keluar dari tutup ventilasi, maka kamu harus mulai mengecilkan api kompor. Teknik ini membantu agar tekanan di dalam panci tidak terlalu kuat karena makanan bisa terbakar. Umumnya, ketika suhu terlalu panas, maka katup panci akan bersiul. Ini tandanya kamu harus segera menurunkan suhu kompor.
Ketika masakan mulai matang, kamu tidak boleh terburu-buru membuka tutup panci presto. Kamu juga tidak diperkenankan untuk memeriksa, mencicipi, ataupun mengatur kadar rasa selama proses berlangsung.
Cara melepas tekanan dengan benar adalah kamu harus mematikan api dan membiarkan uap ataupun tekanan dari dalam panci keluar. Jika ingin menghemat waktu, kamu juga bisa memutar perlahan katup pelepas tekanan secara perlahan dengan menggunakan sarung tangan antipanas.
Itu dia lima cara yang perlu kamu perhatikan saat menggunakan panci presto. Bagaimana, kawan rupa? Tidak begitu sulit, kan?