{"id":42610,"date":"2021-11-09T14:00:22","date_gmt":"2021-11-09T07:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=42610"},"modified":"2023-08-18T11:24:30","modified_gmt":"2023-08-18T04:24:30","slug":"gagal-jantung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/","title":{"rendered":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan"},"content":{"rendered":"<p>Gagal jantung menjadi kondisi kesehatan yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian pada lansia maupun orang-orang berusia muda. Oleh sebab itu, Anda harus selalu waspada untuk menghindari kondisi berbahaya ini.<\/p>\n<p>Kali ini, Ruparupa akan mengajak Ruppers memahami lebih dalam tentang penyakit gagal jantung yang telah dilansir dari beberapa sumber.<\/p>\n<h2><strong>Apa itu gagal jantung?<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42612\" aria-describedby=\"caption-attachment-42612\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42612 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-1024x572.png\" alt=\"gAGAL JANTUNG\" width=\"696\" height=\"389\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-1024x572.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-300x168.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-768x429.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-1536x859.png 1536w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-696x389.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-1068x597.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16-751x420.png 751w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-17.31.16.png 1678w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42612\" class=\"wp-caption-text\">Source: researchgate<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gagal jantung merupakan sebuah kondisi kronis yang menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya. Ketika kondisi ini terjadi, maka jantung tidak dapat memompa secara maksimal. Akibatnya, aliran darah di dala tubuh akan bekerja lebih lambat daripada kondisi normal. Inilah yang bisa mengancam nyawa seseorang.<\/p>\n<h2><strong>Jenis- jenis gagal jantung?<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42616\" aria-describedby=\"caption-attachment-42616\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42616 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-1024x499.png\" alt=\"Jenis jenis gagal jantung\" width=\"696\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-1024x499.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-300x146.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-768x374.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-533x261.png 533w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-696x339.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-1068x520.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50-863x420.png 863w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.03.50.png 1524w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42616\" class=\"wp-caption-text\">Source: heartathon<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gagal jantung ini dibedakan menjadi empat, yaitu gagal jantung sisi kiri, sisi kanan, diastolik dan sistolik.<\/p>\n<h3><strong>Gagal jantung kiri<\/strong><\/h3>\n<p>Ini adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi. Biasanya, penderita\u00a0 akan merasakan sesak napas. Kondisi ini terjadi akibat bagian ventrikel sebelah kiri tidak dapat memompa darah dengan baik. Akibatnya, terjadi tekanan yang terus menerus terjadi pada bilik kiri jantung. Bila tidak segera diatasi, maka bisa menyebabkan gagal jantung.<\/p>\n<h3><strong>Gagal jantung kanan<\/strong><\/h3>\n<p>Gagal jantung kanan terjadi karena fungsi jantung untuk memompa darah kotor dari jantung ke paru-paru terhambat. Akibatnya, peredaran darah yang seharusnya berjalan normal, justru kembali ke pembuluh darah balik atau venna. Akhirnya, terjadi penumpukan cairan di perut dan bagian tubuh lain, seperti kaki. Umumnya, gagal jantung kanan disebabkan karena gagal jantung kongestif kiri, yang membuat terjadinya tekanan berlebih pada paru-paru.<\/p>\n<h3><strong>Gagal jantung diastolik<\/strong><\/h3>\n<p>Ketika aliran darah tidak lancar, maka dapat menyebabkan otot jantung menjadi kaku. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan gagal jantung diastolik. Gejala yang sering terjadi, antara lain napas tersengal dan merasa sesak.<\/p>\n<h3><strong>Gagal jantung sistolik<\/strong><\/h3>\n<p>Sistolik adalah istilah yang sering dikenal sebagai <em>heart failure with reduced ejection fraction <\/em>(HFrEF), yang ditentukan melalui pengukuran <em>ejection fraction.<\/em> Kondisi kronis ini terjadi akibat otot jantung tidak lagi mampu berkontraksi dan tidak dapat memompa darah ke dalam tubuh.<\/p>\n<h2><strong>Apa ciri-ciri gagal jantung?<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42619\" aria-describedby=\"caption-attachment-42619\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42619 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-1024x466.png\" alt=\"Ciri ciri gejala gagal jantung\" width=\"696\" height=\"317\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-1024x466.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-300x137.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-768x350.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-696x317.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-1068x486.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42-922x420.png 922w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.15.42.png 1300w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42619\" class=\"wp-caption-text\">Source: sujyotheartclinic<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bahkan, bisa jadi Anda tidak merasakan gejala apa pun. Umumnya, gejala gagal jantung memiliki tingkatan yang berbeda, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat.<\/p>\n<p>Gejala yang terjadi ini dapat memburuk dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan gejala baru yang berbeda, seperti penjelasan berikut ini.<\/p>\n<p>1. Apakah Anda merasa kesulitan bernapas saat berolahraga atau sedang berbaring? Bila ini yang terjadi, jangan sepelakan kondisi tersebut. Ini adalah tanda Anda harus lebih waspada terhadap kesehatan.<\/p>\n<p>Kesulitasan bernapas biasanya terjadi karena beberapa faktor. Pertama, karena penimbunan darah dalam vena akibat aliran darah yang melambat atau bahkan berhenti. Kedua, karena tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.<\/p>\n<p>Untuk efek jangka panjangnya, Anda bisa terbangun secara mendadak di malam hari hanya untuk duduk dan mengatur napas. Kondisi ini menunjukan gejala gagal ginjal yang lebih buruk. Bila ini yang terjadi, maka Anda memerlukan perawatan medis.<\/p>\n<p>2. Merasa lelah <em>(fatigue)<\/em> dan kaki lemas saat beraktivitas. Hal ini bisa terjadi ketika jantung Anda tidak memompa cukup oksigen ke sel organ tubuh dan otot.<\/p>\n<p>3. Adanya pembengkakan di pergelangan kaki, betis, tangan,lengan, wajah, hingga perut, yang menyebabkan berat badan bertambah. Hal ini dapat terjadi karena ginjal tidak bisa berfungsi secara optimal. Akibatnya, bisa menyebabkan timbulnya endema, yaitu kebocoran cairan tubuh melalui dinding pembuluh darah.<\/p>\n<p>4. Keinginan buang air kecil terus menerus di malam hari juga bisa menjadi salah satu gejala gagal ginjal yang harus diperhatikan.\u00a0 Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada saringan ginjal. Kondisi inilah yang akhirnya membuat ginjal menghasilkan urin terlalu banyak dan membuat Anda jadi ingin buang air kecil.<\/p>\n<p>5.\u00a0 Apakah Anda sering merasa pusing, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan ingin pingsan?\u00a0 Bila Anda merasakan gejala ini, maka Anda perlu waspada. Bisa jadi jantung Anda tidak dapat memompa cukup darah yang kaya oksigen ke otak.<\/p>\n<p>6. Palpitasi adalah kondisi saat jantung berdegup kencang akibat kontraksi otot yang bekerja keras untuk mencoba mendapatkan cukup oksigen ke organ dan otot. Penyebab lainnya, Anda mungkin juga memiliki kadar kalium yang tidak normal.<\/p>\n<p>7. Jangan sepelekan saat Anda merasa ingin batuk terus menerus saat sedang berbaring. Bisa jadi ini adalah gejala gagal jantung yang tidak boleh dianggap remeh.<\/p>\n<p>8. Perut kembung, perut mengeras, kehilangan nafsu makan, dan mual, tidak selalu menandakan Anda menderita penyakit maag. Ada kemungkinan ini merupakan gejala gagal jantung. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan tidak mendapatkan aliran darah sesuai kebutuhannya.<\/p>\n<h2><strong>Apa penyebab gagal jantung?<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42621\" aria-describedby=\"caption-attachment-42621\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42621 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-1024x607.png\" alt=\"Penyebab gagal jantung\" width=\"696\" height=\"413\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-1024x607.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-300x178.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-768x455.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-1536x911.png 1536w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-696x413.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-1068x633.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-708x420.png 708w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18-1920x1138.png 1920w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.17.18.png 2044w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42621\" class=\"wp-caption-text\">Source: world heart federation<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak kondisi medis yang merusak otot jantung. Namun, kondisi umum yang biasanya terjadi meliputi beberapa hal berikut:<\/p>\n<h3><strong>1. Penyakit arteri koroner<\/strong><\/h3>\n<p>Penyakit arteri koroner biasanya disebabkan karena aterosklerosis koroner atau pengerasan pembuluh darah arteri. Hal ini terjadi akibat lapisan arteri yang rusak, dinding arteri menjadi tebal, dan terjadi penimbunan lemak dan plak, yang menghalangi aliran darah.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, tidak heran jika seiring berjalannya waktu, arteri menjadi sempit atau tersumbat total sehingga bisa menyebabkan serangan jantung. Penyumbatan ini juga membuat jantung tidak mampu memompa cukup darah, yang berfungsi untuk menjaga organ tubuh.<\/p>\n<p>Seringkali, saat masalah ini terjadi, ada kemungkinan Anda akan mengalami nyeri pada bagian dada (angina). Selain itu, Anda juga akan mengalami gejala penyakit jantung lainnya, seperti pembengkakan, nyeri, dan masih banyak lagi.<\/p>\n<h3><strong>2. Serangan jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Serangan jantung terjadi ketika arteri koroner tiba-tiba tersumbat dan darah tidak dapat mengalir ke semua area otot jantung. Akibatnya, sel otot jantung harus bekerja lebih keras atau rusak secara permanen.<\/p>\n<h3><strong>3. Kardiomiopati<\/strong><\/h3>\n<p>Kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang menyebabkan terjadinya perubahan pada jantung, baik itu semakin tebal, lebar, atau kaku. Kindisi ini yang menyebabkan jantung mengalami kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Penyebab Kardiomiopati sangat beragam, seperti dapat terjadi karena virus, konsumsi alkohol atau penyalahgunaan obat, merokok, genetika, kehamilan (kardiomiopati peripartum), hingga cacat jantung saat lahir (penyakit jantung bawaan).<\/p>\n<h3><strong>4. Diabetes<\/strong><\/h3>\n<p>Penyakit diabetes adalah suatu kondisi glukosa dalam darah yang meningkat tajam dan mengalami penumpukan. Hal ini diakibatkan karena penyerapan glukosa yang tidak maksimal. Efek buruknya adalah terjadi gangguan organ tubuh, salah satunya pada bagian jantung. Untuk itu, sangat penting bagi penderita diabetes rutin memeriksa kadar gula dalam darah menggunakan alat dari Sowell ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/p\/sowell-alat-pengukur-gula-darah-dengan-efek-suara.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42624 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-1024x562.png\" alt=\"Pengukur gula darah\" width=\"696\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-1024x562.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-300x165.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-768x422.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-1536x844.png 1536w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-696x382.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-1068x587.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06-765x420.png 765w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.30.06.png 1624w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/p\/sowell-alat-pengukur-gula-darah-dengan-efek-suara.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><span class=\"td_btn td_btn_md td_round_btn\">Beli di sini<\/span><\/a><\/p>\n<h3><strong>5. Tekanan darah tinggi (hipertensi)<\/strong><\/h3>\n<p>Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di angka 130\/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini akan sangat berbahaya karena jika dibiarkan terus menerus. Efek buruknya adalah dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.<\/p>\n<p>Oleh karena itu,\u00a0 menjaga pola makan sehat dengan membatasi asupan garam, olahraga rutin, konsumsi obat dokter secara rutin, dan selalu cek tekanan darah secara konsisten, merupakan hal yang sangat penting. Anda bisa melakukan memeriksa tekanan darah dengan memakai alat dari Sowell berikut ini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_42623\" aria-describedby=\"caption-attachment-42623\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/jual\/sowell-blood-pressure-monitor?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42623 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-1024x562.png\" alt=\"Alat pengukur tekanan darah\" width=\"696\" height=\"382\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-1024x562.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-300x165.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-768x421.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-1536x843.png 1536w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-696x382.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-1068x586.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13-765x420.png 765w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.24.13.png 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-42623\" class=\"wp-caption-text\">Gunakan alat pengukur tekanan darah dari Sowell.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/jual\/sowell-blood-pressure-monitor?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><span class=\"td_btn td_btn_md td_round_btn\">Beli di sini<\/span><\/a><\/p>\n<h3><strong>6. Aritmia\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Aritmia merupakan kondisi detak jantung yang tidak normal akibat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik. Gejala yang mungkin muncul, antara lain nyeri dada, dada berdebar, pingsan, atau pusing. Jika Anda merasa semakin parah, maka segeralah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan atau prosedur medis.<\/p>\n<h3><strong>7. Kerusakan ginjal<\/strong><\/h3>\n<p>Kerusakan ginjal biasanya terjadi akibat konsumsi garam berlebih, sering minum obat penghilang rasa sakit, mengonsumsi makanan olahan, kurang minum air putih, makanan asupan tinggi gula, serta akibat makan daging secara berlebihan. Bila kebiasaan ini terus menerus Anda lakukan, maka dapat menyebabkan ginjal menjadi rusak. Efek buruknya bisa terjadi komplikasi, seperti pembengkakan kaki dan tangan, tekanan darah tinggi, sertai bisa berisiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.<\/p>\n<h3><strong>8.Obesitas (kelebihan berat badan)<\/strong><\/h3>\n<p>Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat mengakibatkan ginjal bekerja keras menyaring darah untuk mendukung kerja metabolisme tubuh. Karena kerja ginjal yang terlalu keras inilah, akhirnya bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan penyakit ginjal kronik.<\/p>\n<h3><strong>9. Penggunaan tembakau dan obat-obatan terlarang<\/strong><\/h3>\n<p>Ruppers harus banget waspada terhadap kandungan kadmium dalam tembakau. Pasalnya, saat kadmium tersebut masuk ke dalam paru-paru, maka dapat menyebabkan gagal ginjal, kejang dan meningkatkan risiko kanker.<\/p>\n<h3><strong>10. Obat kemoterapi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa obat yang digunakan untuk melawan kanker (kemoterapi) juga dapat menyebabkan gagal jantung. Untuk itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan seperti ini.<\/p>\n<h2><strong>Cara mengobati gagal jantung<\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42622\" aria-describedby=\"caption-attachment-42622\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42622 size-large\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-1024x697.png\" alt=\"Mengobati gagal ginjal\" width=\"696\" height=\"474\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-1024x697.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-300x204.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-768x523.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-1536x1046.png 1536w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-696x474.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-1068x727.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55-617x420.png 617w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-04-at-21.19.55.png 1812w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42622\" class=\"wp-caption-text\">Source: very well<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gagal jantung adalah kondisi kronis jangka panjang yang memburuk seiring waktu. Biasanya, ada empat tingkatan gagal jantung mulai dari A, B, C dan D. Dalam setiap tahapan tersebut, tentunya memiliki pencegahan dan perawatan yang berbeda-beda, seperti berikut ini.<\/p>\n<h3><strong>Tahap A<\/strong><\/h3>\n<p>Tahap A merupakan tahap awal dan Anda akan dianggap memiliki risiko tinggi terkena gagal jantung. Hal ini bisa jadi karena terdapat riwayat keluarga atau terdapat kondisi medis, seperti berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Hipertensi<\/li>\n<li>Diabetes<\/li>\n<li>Penyakit arteri koroner<\/li>\n<li>Sindrom metabolik<\/li>\n<li>Riwayat penyalahgunaan alkohol<\/li>\n<li>Demam rematik<\/li>\n<li>Kardiomiopati<\/li>\n<li>Riwayat mengkonsumsi obat kanker<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>Perawatan tahap A<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Lakukan olahraga teratur dan aktif, seperti jalan kaki setiap hari.<\/li>\n<li>Berhentilah untuk merokok.<\/li>\n<li>Perhatikan tekanan darah agar selalu normal dan tidak tinggi.<\/li>\n<li>Menjaga tingkat kolesterol dari makanan yang Anda konsumsi.<\/li>\n<li>Tidak minum alkohol secara rutin.<\/li>\n<li>Mengonsumsi obat-obatan dari dokter.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Tahap B<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam tahap ini, Anda sudah mengalami gagal jantung kiri tanpa gejala. Kebanyakan orang dengan gagal jantung Tahap B menunjukkan fraksi ejeksi atau banyaknya darah yang terpompa berada di angka 40% atau kurang.<\/p>\n<h4><strong>Perawatan tahap B<\/strong><\/h4>\n<p>Perawatan untuk pasien dengan gagal jantung Tahap B adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter dan melakukan prosedur medis jika diperlukan.<\/p>\n<h3><strong>Tahap C<\/strong><\/h3>\n<p>Pasien dengan gagal jantung Tahap C telah didiagnosis dengan gagal jantung dan memiliki gejala berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Sesak napas.<\/li>\n<li>Merasa lelah (fatigue).<\/li>\n<li>Kurang bisa berolahraga.<\/li>\n<li>Kaki merasa lemah.<\/li>\n<li>Sering bangun untuk buang air kecil.<\/li>\n<li>Kaki bengkak, pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan perut (edema).<\/li>\n<\/ul>\n<h4><strong>Perawatan tahap C<\/strong><\/h4>\n<p>Perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi konsumsi natrium harian\u00a0 dan mengonsumsi obat-obatan yang diperlukan. Selain itu, kemungkinan besar dokter akan membatasi konsumsi cairan harian, serta melakukan prosedur medis.<\/p>\n<h3><strong>Tahap D dan E<\/strong><\/h3>\n<p>Ini adalah tahap akhir dari gagal jantung. Umumnya terjadi pada pasien yang kondisi kesehatannya tidak membaik, meskipun telah melakukan pengobatan.<\/p>\n<h4><strong>Perawatan stadium D<\/strong><\/h4>\n<p>Pada tahapan ini, ada beberapa perawatan yang perlu dilakukan, yaitu melakukan transplantasi, mengonsumsi obat, dan perawatan medis, yang akan disarankan oleh dokter.<\/p>\n<p>Itu dia beberapa hal penting mengenai penyakit gagal jantung. Untuk itulah, sejak dini kita harus memperhatikan pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, dan selalu mengecek kesehatan secara berkala. Anda bisa menggunakan berbagai <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0peralatan medis terpercaya, seperti dari Sowell.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/jual\/sowell-kategori?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\">Sowell<\/a> adalah brand yang mengusung fitur modern sehingga lebih mudah digunakan di mana saja. Keunggulan lainnya adalah harga bersaing dan memiliki garansi produk dalam waktu lama, yang sulit Anda dapatkan dari produk lainnya. Jadi, tunggu apalagi miliki produk kesehatan terbaik ini sekarang juga.<\/p>\n<p><strong>Sumber artikel:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Clevel and clinic<\/li>\n<li>Alo dokter<\/li>\n<li>Klik dokter<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gagal jantung menjadi kondisi kesehatan yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian pada lansia maupun orang-orang berusia muda. Oleh sebab itu, Anda harus selalu waspada untuk menghindari kondisi berbahaya ini. Kali ini, Ruparupa akan mengajak Ruppers memahami lebih dalam tentang penyakit gagal jantung yang telah dilansir dari beberapa sumber. Apa itu gagal jantung? Gagal jantung merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":42969,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2516,2515],"tags":[2748,2763,2770],"class_list":["post-42610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-living","tag-gagal-jantung","tag-penyakit","tag-penyakit-kronis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-09T07:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-18T04:24:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1830\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1190\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cindy Halida\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"headline\":\"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan\",\"datePublished\":\"2021-11-09T07:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-18T04:24:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/\"},\"wordCount\":1754,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png\",\"keywords\":[\"gagal jantung\",\"penyakit\",\"penyakit kronis\"],\"articleSection\":[\"Health\",\"Living\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/\",\"name\":\"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png\",\"datePublished\":\"2021-11-09T07:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-18T04:24:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"description\":\"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png\",\"width\":1830,\"height\":1190,\"caption\":\"Gagal jantung\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gagal-jantung\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\",\"name\":\"Cindy Halida\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Cindy Halida\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/cindy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan","description":"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan","og_description":"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-11-09T07:00:22+00:00","article_modified_time":"2023-08-18T04:24:30+00:00","og_image":[{"width":1830,"height":1190,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png","type":"image\/png"}],"author":"Cindy Halida","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Cindy Halida","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/"},"author":{"name":"Cindy Halida","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"headline":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan","datePublished":"2021-11-09T07:00:22+00:00","dateModified":"2023-08-18T04:24:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/"},"wordCount":1754,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png","keywords":["gagal jantung","penyakit","penyakit kronis"],"articleSection":["Health","Living"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/","name":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png","datePublished":"2021-11-09T07:00:22+00:00","dateModified":"2023-08-18T04:24:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"description":"Gagal jantung adalah kondisi kronis yang tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal pada lansia maupun anak-anak","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-09-at-18.17.18.png","width":1830,"height":1190,"caption":"Gagal jantung"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gagal-jantung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Waspada Gagal Jantung! Kenali Penyebab dan Cara Pengobatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e","name":"Cindy Halida","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Cindy Halida"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/cindy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42610"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93189,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42610\/revisions\/93189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}