{"id":35416,"date":"2021-08-19T20:38:14","date_gmt":"2021-08-19T13:38:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=35416"},"modified":"2021-08-20T01:49:35","modified_gmt":"2021-08-19T18:49:35","slug":"pantangan-setelah-vaksin-covid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/","title":{"rendered":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program vaksinasi COVID terus berjalan, namun sayangnya edukasi mengenai hal ini sendiri belum dipahami benar oleh banyak orang. Sehingga tidak mengherankan banyak pihak yang masih percaya terhadap beberapa berita miring terkait pantangan setelah vaksin COVID.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang mengatakan tidak boleh minum air es setelah mendapatkan vaksin COVID-19, atau larangan mengonsumsi obat, hingga alkohol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya apakah semua itu benar atau hanya <em>hoax<\/em> saja? jangan menyebarkan informasi tanpa memahami betul yang sebenarnya. Karena hanya akan mengarahkan orang lain kepada kebingungan dan pemahaman yang salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, daripada terus menebak-nebak ada baiknya kamu mengetahui informasi ini lebih dalam melalui sumber terpercaya yaitu beberapa *laman kesehatan dan web resmi pemerintah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pantangan setelah vaksin Covid Hoax atau Fakta?<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35421\" aria-describedby=\"caption-attachment-35421\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35421 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccine-5926664_640-1.jpg\" alt=\"pantangan setelah vaksin covid\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccine-5926664_640-1.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccine-5926664_640-1-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35421\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah yang merupakan salah satu tenaga kesehatan pada laman Alodok, sejatinya tidak ada pantangan makanan atau minuman yang mutlak yang harus dihindari setelah vaksin atau wajib untuk dikonsumsi.\u00a0<\/span>Yang ada hanya perlu pembatasan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terutama bagi kamu yang mengalami e<a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/efek-samping-vaksin-covid-19\/\">fek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi<\/a> (KIPI) dengan gejala berat seperti di bawah ini, perlu mengambil langkah yang tepat untuk membantu pemulihan agar lebih cepat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri otot<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri sendi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Radang pada area suntikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ngilu pada persendian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa lelah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diare<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala lainnya yang sejenis flu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut lagi Nadia mengatakan hal ini sendiri terkait dengan dengan adanya <em>viral vector<\/em> yang terkandung dalam vaksin Corona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Viral vector<\/em> merupakan hasil rekayasa genetika, yang memiliki cara kerja menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. Sehingga nantinya tubuh lebih kebal terhadap infeksi virus SARS-CoV-2, yakni virus penyebab penyakit COVID-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meningkatkan perlindungan yang optimal, maka disarankan untuk menerima vaksinasi COVID-19 sebanyak dua kali. Pemberian dosis pertama dan kedua memiliki jarak interval yang berbeda, sesuai dengan jenisnya masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Selain itu pastikan untuk melakukan pembatasan terhadap hal-hal yang bisa berpengaruh pada kesehatan pasca vaksin.<\/p>\n<h2><b>Hal yang harus dibatasi setelah mendapatkan vaksin Covid<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35422\" aria-describedby=\"caption-attachment-35422\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35422 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccination-2722937_640.jpg\" alt=\"Vaksin Covid 19\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccination-2722937_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccination-2722937_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/vaccination-2722937_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35422\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali pada point awal yang diungkapkan dr Nadia, kalau tidak ada pantangan setelah vaksin COVID yang spesifik. Namun jika ingin cepat pulih dari efek samping vaksin yang diterima atau ingin mengambil langkah pencegahan, maka kamu bisa melakukan hal hal berikut ini yang berasal dari sumber terpercaya<\/span><\/p>\n<h3><strong>Membatasi a<\/strong><b>lkohol<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35423\" aria-describedby=\"caption-attachment-35423\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35423 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/beer-839865_640.jpg\" alt=\"Pantangan setelah vaksin covid adalah membatasi alkohol\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/beer-839865_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/beer-839865_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/beer-839865_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35423\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah alkohol mengurangi efektivitas vaksin COVID? Apakah mengonsumsi tape akan menghilangkan fungsi vaksin ?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjawabnya mari mengacu pada Richard Watkins, MD yang merupakan dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University. Richard mengatakan tidak ada bukti bahwa alkohol mengurangi pembentukan antibodi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tetap perhatikan asupan alkohol yang kamu konsumsi sehari-hari setelah menerima vaksinasi. Alasannya sendiri karena pengaruh alkohol seperti rasa mabuk dan pusing, akan memberi rasa tidak nyaman pada beberapa orang yang merasakan gejala berat seperti kelelahan, demam, menggigil serta sakit kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu terkait dengan alkohol ada juga yang mengatakan tidak boleh mengkonsumsi tape. Dengan alasan karena kandungan alkohol pada tape singkong dapat menghilangkan kinerja vaksin COVID itu tidak benar adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, tidak ada hubungannya antara mengkonsumsi tape singkong dengan kinerja vaksin Covid-19. Justru dalam makanan atau minuman fermentasi terdapat probiotik yang baik untuk tubuh.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Obat-obatan<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35424\" aria-describedby=\"caption-attachment-35424\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35424 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640.jpg\" alt=\"Obat pereda nyeri \" width=\"640\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-300x180.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35424\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam hal ini terkait dengan banyak yang menanyakan apakah boleh minum obat pereda nyeri setelah vaksin?<\/p>\n<p>Boleh saja jika terjadi efek samping vaksin COVID-19 yang menggangu aktifitas. Sebaliknya jika hanya merasakan gejala ringan maka tidak perlu minum obat pereda nyeri.<\/p>\n<div class=\"read__right read__article\">\n<p>Untuk mengantisipasinya cobalah minum banyak air putih, mengenakan baju yang longgar terlebih dahulu. Selain itu jangan lupa berolahraga untuk memperlancar sirkulasi darah.<\/p>\n<\/div>\n<h3><b>Minuman bersoda atau yang mengandung pemanis buatan<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35425\" aria-describedby=\"caption-attachment-35425\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35425 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-6515497_640.png\" alt=\"patangan setelah vaksin adalah Minuman soda\" width=\"640\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-6515497_640.png 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-6515497_640-300x274.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-6515497_640-460x420.png 460w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35425\" class=\"wp-caption-text\">Source: Piixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh memerlukan asupan nutrisi yang baik pasca pemulihan. Sehingga ada baiknya menghindari minuman manis atau bersoda yang mengandung banyak gula, serta tidak memiliki manfaat kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efek samping yang muncul dengan terus mengonsumsi makanan yang tinggi akan gula secara berlebihan justru menimbulkan efek negatif seperti<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya akan menambah berat badan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan risiko diabetes, terutama yang memiliki bawaan gen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merusak gigi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menimbun lemak yang belerbihan dalam tubuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan kolesterol tubuh<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu masih banyak lagi efek lainnya yang bisa muncul. Untuk itu batasi dan ganti rasa manis tersebut dengan buah-buahan yang memiliki gula alami.<\/span><\/p>\n<h3><b>Makanan olahan<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35426\" aria-describedby=\"caption-attachment-35426\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35426 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/canned-food-149221_640.png\" alt=\"Pantangan setelah vaksin covid Makanan kaleng \" width=\"640\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/canned-food-149221_640.png 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/canned-food-149221_640-300x294.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/canned-food-149221_640-428x420.png 428w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35426\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan olahan adalah makanan yang sudah melewati proses pengolahan seperti pengeringan, pembekuan, pengemasan, dan pemanasan. Proses ini dilakukan dengan tujuan yang berbeda, misalnya agar dapat disimpan lebih lama, maupun berguna untuk menambah citarasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus tertentu makanan tertentu sudah berubah bentuknya, dan tidak selalu terbuat dari bahan yang tidak sehat seperti lemak jenuh, garam dan gula yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena hal tersebut, ada makanan olahan yang akhirnya menimbulkan efek buruk bagi kesehatan meskipun tidak semuanya. Sebab ada zat aditif atau proses yang menghilangkan kandungan gizi suatu bahan makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk-produk yang masuk dalam kategori makanan olahan misalnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">makanan ringan seperti keripik kentang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kornet, bakso, dan sosis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">buah dan sayuran kaleng<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">sereal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">keju dalam kemasan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">kue, roti dan biskuit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">minuman ringan seperti soda, susu kotak, dan teh dalam botolan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Minuman berenergi<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35427\" aria-describedby=\"caption-attachment-35427\" style=\"width: 320px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35427 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-can-35653_640.png\" alt=\"minuman berenergi\" width=\"320\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-can-35653_640.png 320w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-can-35653_640-150x300.png 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/soda-can-35653_640-210x420.png 210w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35427\" class=\"wp-caption-text\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa bahaya minuman berenergi jika mengkonsumsinya secara berlebihan? tentu akan memberikan dampak berbahaya terhadap tubuh. Sebabnya sendiri terdapat 160\u2212300 miligram kafein dalam setiap kemasan minuman berenergi. Jumlah ini mencapai 3\u20135 kali lipat dari yang sewajarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu kandungan gula dalam setiap kemasannya sangat tinggi yaitu 40 gram. Karena hal inilah minuman berenergi tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang kafein efektif untuk menstimulasi zat yang merangsang kinerja otak dan sistem saraf tubuh. Bahkan meningkatkan kinerja produktivitas sehari-hari akan tetapi ternyata ada efek samping yang mungkin saja muncul seperti;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketergantungan, gejala resah, sakit kepala, cemas, dan sulit berkonsentrasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Insomnia, diare, demam, sering buang air kecil, dada beredebar hingga kejang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengganggu hormon insulin, yang menyebabkan gula darah sulit terkontrol. Sehingga menyebabkan risiko diabetes tingkat 2.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab hipertensi, obesitas, penyakit jantung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Lemak trans<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35428\" aria-describedby=\"caption-attachment-35428\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35428 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/oil-1325771_640.jpg\" alt=\"Lemak trans\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/oil-1325771_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/oil-1325771_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/oil-1325771_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35428\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantangan setelah vaksin COVID yang sering diberitakan adalah larangan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena dapat menurunkan efektivitas vaksin tapi karena makanan yang mengandung lemak trans, seperti keripik, kerupuk, dan creamer dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membentuk antibodi akibat kandungan gula dan lemak yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga cobalah membatasi makanan sejenis ini bisa setelah menerima vaksin Covid-19, maupun dalam keseharian.<\/span><\/p>\n<h3><b>Rokok<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35429\" aria-describedby=\"caption-attachment-35429\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35429 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cigarette-110849_640.jpg\" alt=\"bahaya merokok\" width=\"640\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cigarette-110849_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cigarette-110849_640-300x190.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35429\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya yang harus diperhatikan setelah vaksin COVID-19 adalah tidak merokok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu bertanya kenapa jangan merokok? karena tidak baik untuk kesehatan serta menurunkan kemampuan tubuh untuk membentuk antibodi melawan virus penyebab COVID-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">selain itu jika merokok secara berlebihan yaitu lebih dari satu bungkus per hari, juga berisiko terkena kanker paru-paru 20% lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok. Lebih dari itu kandungan Tar dalam rokok dapat menimbulkan zat kanker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berhenti merokok maka kamu sudah bisa menghindari penyakit berbahaya yaitu jantung, tekanan darah dan pernapasan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Stress<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_35430\" aria-describedby=\"caption-attachment-35430\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-35430 size-full\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/woman-2696408_640.jpg\" alt=\"Stress\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/woman-2696408_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/woman-2696408_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/woman-2696408_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35430\" class=\"wp-caption-text\">Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantangan setelah vaksin COVID adalah stres, dengan alasan hal ini menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Pasalnya stress akan berdampak pada sel-sel kekebalan tubuh secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal <em>Advance Social Sciences &amp; Humanities<\/em> ini mengamati 49 studi vaksin yang dilakukan selama tiga dekade terakhir, menunjukan stres menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Selain itu, pola makan juga memainkan peran yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan terlebih mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang memang membawa dampak seperti perubahan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjabaran tentang pantangan setelah vaksin covid yang harus kamu perhatikan. Selain itu setelah mendapatkan vaksin\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pastikan untuk <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/cek-sertifikat-vaksin\/\">mengecek dan mengunduh sertifikat vaksin melalui aplikasi, web PeduliLindungi.<\/a> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lupa ajak serta seluruh keluarga atau kerabat untuk menyukseskan program vaksinasi COVID yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi saat ini jangkauan pemberian vaksin sudah lebih luas, yaitu dengan adanya\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/vaksin-covid\/\">vaksin Moderna<\/a> yang memiliki efek samping lebih rendah, dari jenis vaksin lainnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber artikel:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Health.grid<\/li>\n<li>Kompas<\/li>\n<li>Alodok<\/li>\n<li>Halodoc<\/li>\n<li>Hellosehat<\/li>\n<li>CNN<\/li>\n<li>covid19.go.id<\/li>\n<li>HealthDetik<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program vaksinasi COVID terus berjalan, namun sayangnya edukasi mengenai hal ini sendiri belum dipahami benar oleh banyak orang. Sehingga tidak mengherankan banyak pihak yang masih percaya terhadap beberapa berita miring terkait pantangan setelah vaksin COVID. Ada yang mengatakan tidak boleh minum air es setelah mendapatkan vaksin COVID-19, atau larangan mengonsumsi obat, hingga alkohol. Pertanyaannya apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":35431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[2305,2306],"class_list":["post-35416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-update","tag-pantangan-setelah-vaksin-covid","tag-vaksin-cpvid-19"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-19T13:38:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-19T18:49:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"384\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cindy Halida\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"headline\":\"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya\",\"datePublished\":\"2021-08-19T13:38:14+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-19T18:49:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/\"},\"wordCount\":1343,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/syringe-1884784_640-1.jpg\",\"keywords\":[\"pantangan setelah vaksin covid\",\"Vaksin cpvid 19\"],\"articleSection\":[\"News &amp; Update\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/\",\"name\":\"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/syringe-1884784_640-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-08-19T13:38:14+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-19T18:49:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"description\":\"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/syringe-1884784_640-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/syringe-1884784_640-1.jpg\",\"width\":640,\"height\":384,\"caption\":\"Pantangan setelah vaksin Covid\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/pantangan-setelah-vaksin-covid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\",\"name\":\"Cindy Halida\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Cindy Halida\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/cindy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya","description":"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya","og_description":"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-08-19T13:38:14+00:00","article_modified_time":"2021-08-19T18:49:35+00:00","og_image":[{"width":640,"height":384,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cindy Halida","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Cindy Halida","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/"},"author":{"name":"Cindy Halida","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"headline":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya","datePublished":"2021-08-19T13:38:14+00:00","dateModified":"2021-08-19T18:49:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/"},"wordCount":1343,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg","keywords":["pantangan setelah vaksin covid","Vaksin cpvid 19"],"articleSection":["News &amp; Update"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/","name":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg","datePublished":"2021-08-19T13:38:14+00:00","dateModified":"2021-08-19T18:49:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"description":"Ada infromasi yang mengatakan ada pantangan setelah vaksin covid ? tapi berita ini tidak sepenuhnya benar loh. Simak faktanya disini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/syringe-1884784_640-1.jpg","width":640,"height":384,"caption":"Pantangan setelah vaksin Covid"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pantangan-setelah-vaksin-covid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pantangan Setelah Vaksin COVID Hoax Atau Fakta? Ini Jawabannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e","name":"Cindy Halida","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Cindy Halida"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/cindy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35416"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35416\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100509,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35416\/revisions\/100509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}