{"id":34009,"date":"2021-07-14T16:40:59","date_gmt":"2021-07-14T09:40:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=34009"},"modified":"2021-10-26T08:05:35","modified_gmt":"2021-10-26T01:05:35","slug":"4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/","title":{"rendered":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui"},"content":{"rendered":"\n<p>Hipoksia adalah kondisi tubuh di mana jaringan atau sel kekurangan oksigen sehingga tidak berfungsi secara normal. Banyak faktor berbeda yang dapat menjadi penyebab hipoksia. Peralatan oksigen yang tidak berfungsi di ketinggian, tenggelam, pneumonia, suhu lingkungan yang ekstrem, dan karbon monoksida adalah beberapa contoh penyebab kekurangan oksigen dalam tubuh yang mengakibatkan hipoksia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hipoksia berbeda dari hipoksemia, yang berarti jumlah oksigen yang tidak memadai yang mengalir dalam darah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-48.png\" alt=\"hipoksia\" class=\"wp-image-34012\" width=\"516\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-48.png 692w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-48-300x279.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-48-451x420.png 451w\" sizes=\"auto, (max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><figcaption>sumber: instagram.com\/dncingretsuko<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hipoksemia bisa menjadi penyebab hipoksia. Sebagai contoh, jika tidak cukupnya jumlah oksigen mencapai jaringan karena jumlah oksigen dalam darah yang tidak memadai.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bentuk ekstremnya, di mana oksigen sama sekali tidak ada, kondisi ini disebut <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/akibatnya-jika-tubuh-kehabisan-oksigen-anoksia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">anoksia<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab hipoksia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu faktor yang membuat hipoksia berbahaya adalah tanda dan gejala mungkin berkembang secara bertahap sehingga mereka sudah menetap di tubuh sebelum Anda mengenalinya. Hipoksia tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda serta gejala bervariasi dari orang ke orang. Untuk lebih memahami efek hipoksia, berikut adalah penjelasan penyebab-penyebab hipoksia.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png\" alt=\"penyebab hipoksia\" class=\"wp-image-34013\" width=\"509\" height=\"410\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png 712w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49-300x241.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49-696x560.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49-522x420.png 522w\" sizes=\"auto, (max-width: 509px) 100vw, 509px\" \/><figcaption>sumber: instagram.com\/humankinetics<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hypoxemic Hipoksia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada jenis hipoksia ini, jaringan tidak memiliki cukup oksigen karena tidak cukupnya oksigen dalam darah yang mengalir ke jaringan. Jenis hipoksia ini bisa terjadi karena:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>penurunan jumlah oksigen yang dapat bernapas. Hal ini sering terjadi pada pilot, pendaki gunung, dan orang yang tinggal di ketinggian\u2014karena penurunan tekanan barometrik<\/li><li>kegagalan kardiopulmoner di mana paru-paru tidak mampu secara efisien mentransfer oksigen dari alveoli ke darah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hipoksia anemik<\/strong>, <strong>salah satu penyebab hipoksia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam keadaan anemia, jumlah hemoglobin yang berfungsi terlalu sedikit. Hal itu menyebabkan kapasitas darah untuk membawa oksigen terlalu rendah sehingga pasokan oksigen yang tersedia ke jaringan berkurang. Penyebabnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Anemia dengan penyebab apa pun: Ini dapat mencakup anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa, dan anemia akibat kemoterapi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pendarahan: Pendarahan bisa terlihat jelas, seperti dari cedera akibat kecelakaan, atau tersembunyi karena pendarahan internal.<\/li><li>Methemoglobinemia: Methemoglobinemia atau afinitas hipoksia, adalah hemoglobin abnormal yang tidak mengikat oksigen dengan baik.<\/li><li>Keracunan karbon monoksida: hemoglobin dari orang yang keracunan karbon monoksida tidak dapat mengikat oksigen.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hipoksia stagnan (hipoksia sirkulasi)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis ini terjadi di mana aliran darah berkurang atau tidak terdistribusi secara merata ke jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebabnya antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Edema: Edema, pembengkakan jaringan (seperti akibat gagal jantung), dapat membatasi kemampuan oksigen yang ada dalam darah untuk mencapai jaringan secara memadai.<\/li><li>Hipoksia iskemik: Obstruksi aliran darah yang membawa oksigen, seperti dari gumpalan di arteri koroner (serangan jantung), dapat mencegah jaringan menerima oksigen.<\/li><li>Sindrom Raynaud dan penyakit Buerger, yang membatasi sirkulasi pada kondisi ekstrim<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hipoksia histotoksik<\/strong>, <strong>salah satu penyebab hipoksia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis hipoksia ini adalah di mana sel-sel jaringan terkena racun sehingga jaringan tidak bisa menggunakan oksigen dengan benar. Meskipun jumlah dalam darah mungkin normal tetapi tubuh tidak dapat menggunakan oksigen. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada umumnya, ini terjadi karena sianida. Namun, terdapat beberapa agen yang menyebabkan penurunan respirasi seluler. Beberapa contoh agen tersebut seperti anestesi, alcohol, aseton, narkotika, alkohol, dan formaldehida.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hipoksia metabolic<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hipoksia metabolik terjadi ketika ada lebih banyak permintaan oksigen oleh jaringan daripada biasanya. Jaringan dapat menyerap, mengangkut, dan menggunakan oksigen dengan baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, karena suatu kondisi yang menyebabkan tingginya peningkatan metabolisme, oksigen menjadi tidak cukup. Contohnya adalah sepsis (infeksi serius dan luar biasa).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala-gejala hipoksia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tanda-tanda dan gejala hipoksia dapat bervariasi antara orang yang berbeda, dan berapa lama gejala telah ada. Beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Kebiruan pada bibir<\/li><li>Kebingungan, lesu, dan\/atau kurang pertimbangan<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/hipertensi-definisi-penyebab-gejala-cara-pencegahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tekanan darah tinggi (hipertensi)<\/a><\/li><li>Peningkatan jumlah sel darah merah (polisitemia) pada orang dengan hipoksia kronis<\/li><li>Peningkatan frekuensi pernapasan (takipnea)<\/li><li>Pingsan atau pusing<\/li><li>Sakit kepala<\/li><li>Kurang koordinasi<\/li><li>Detak jantung cepat (takikardia)<\/li><li>Sesak nafas (dispnea)<\/li><li>Kesemutan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Dokter bisa merekomendasikan kepada orang yang mengalami hipoksia untuk menjalani terapi oksigen. Pada umumnya, orang akan menjalani <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/terapi-oksigen-hiperbarik-jenis-terapi-oksigen-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">terapi oksigen hiperbarik<\/a> kepada jaringan hipoksia yang parah.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memeriksa kadar oksigen yang Anda miliki, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/oximeter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">oximeter<\/a> milik Sowell. Periksa detak jantung, denyut nadai, dan juga oksigen dalam hitungan detik. Anda bisa memonitor Kesehatan Anda dari hari ke hari menggunakan alat ini.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik.jpeg\" alt=\"oximeter\" class=\"wp-image-33752\" width=\"321\" height=\"321\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik.jpeg 1000w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik-300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik-150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik-768x768.jpeg 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik-696x696.jpeg 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Oximeter-terbaik-420x420.jpeg 420w\" sizes=\"auto, (max-width: 321px) 100vw, 321px\" \/><figcaption><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-oximeter-fingertip-pulse-sdo-721.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Oximeter<\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sowell<\/a> menyediakan berbagai macam alat kesehatan yang akurat bagi Anda dan keluarga. Harga dan kualitas dari Sowell sudah terjamin. Anda bisa dapatkan produk-produk Sowell hanya di <a href=\"http:\/\/ruparupa.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ruparupa<\/a>. Yuk, segera beli sebelum kehabisan!<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Pilihan Alat Kesehatan Sowell Lainnya di Ruparupa<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-2 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr.jpeg\" alt=\"Oksigen Konsentrator\" data-id=\"33883\" data-full-url=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr.jpeg\" data-link=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/oksigen-konsentrator\/oksigen-konsentrator-3-ltr\/\" class=\"wp-image-33883\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr.jpeg 1000w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr-300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr-150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr-768x768.jpeg 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr-696x696.jpeg 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-3-ltr-420x420.jpeg 420w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"blocks-gallery-item__caption\">Oksigen Konsentrator<\/figcaption><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"535\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-2021-06-30-182924.png\" alt=\"portable phlegm suction\" data-id=\"33601\" data-full-url=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-2021-06-30-182924.png\" data-link=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/6-jenis-buah-untuk-membantu-tekanan-darah-tinggi\/screenshot-2021-06-30-182924\/\" class=\"wp-image-33601\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-2021-06-30-182924.png 570w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-2021-06-30-182924-300x282.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-2021-06-30-182924-447x420.png 447w\" sizes=\"auto, (max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption class=\"blocks-gallery-item__caption\">Portable Phlegm Suction<\/figcaption><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hipoksia adalah kondisi tubuh di mana jaringan atau sel kekurangan oksigen sehingga tidak berfungsi secara normal. Banyak faktor berbeda yang dapat menjadi penyebab hipoksia. Peralatan oksigen yang tidak berfungsi di ketinggian, tenggelam, pneumonia, suhu lingkungan yang ekstrem, dan karbon monoksida adalah beberapa contoh penyebab kekurangan oksigen dalam tubuh yang mengakibatkan hipoksia. Hipoksia berbeda dari hipoksemia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":34013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2516,2515],"tags":[2710,2506,2503],"class_list":["post-34009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-living","tag-4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui","tag-health","tag-living"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-14T09:40:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-10-26T01:05:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"712\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"573\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Sharon\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Sharon\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Sharon\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\"},\"headline\":\"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui\",\"datePublished\":\"2021-07-14T09:40:59+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-26T01:05:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/\"},\"wordCount\":683,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-49.png\",\"keywords\":[\"4 penyebab hipoksia dan gejala yang perlu anda ketahui\",\"health\",\"living\"],\"articleSection\":[\"Health\",\"Living\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/\",\"name\":\"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-49.png\",\"datePublished\":\"2021-07-14T09:40:59+00:00\",\"dateModified\":\"2021-10-26T01:05:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\"},\"description\":\"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-49.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-49.png\",\"width\":712,\"height\":573,\"caption\":\"penyebab hipoksia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\",\"name\":\"Sharon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Sharon\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/sharon-s\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa","description":"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa","og_description":"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-07-14T09:40:59+00:00","article_modified_time":"2021-10-26T01:05:35+00:00","og_image":[{"width":712,"height":573,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png","type":"image\/png"}],"author":"Sharon","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Sharon","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/"},"author":{"name":"Sharon","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861"},"headline":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui","datePublished":"2021-07-14T09:40:59+00:00","dateModified":"2021-10-26T01:05:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/"},"wordCount":683,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png","keywords":["4 penyebab hipoksia dan gejala yang perlu anda ketahui","health","living"],"articleSection":["Health","Living"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/","name":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui - Blog ruparupa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png","datePublished":"2021-07-14T09:40:59+00:00","dateModified":"2021-10-26T01:05:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861"},"description":"Gejala hipoksia bisa berkembang secara bertahap sehingga mereka ada di tubuh sebelum terdeteksi. Maka, penting mengetahui penyebab hipoksia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-49.png","width":712,"height":573,"caption":"penyebab hipoksia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/4-penyebab-hipoksia-dan-gejala-yang-perlu-anda-ketahui\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"4 Penyebab Hipoksia dan Gejala yang Perlu Anda Ketahui"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861","name":"Sharon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Sharon"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/sharon-s\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34009"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100562,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34009\/revisions\/100562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}