{"id":33898,"date":"2021-07-12T18:25:33","date_gmt":"2021-07-12T11:25:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=33898"},"modified":"2022-02-16T07:59:41","modified_gmt":"2022-02-16T00:59:41","slug":"ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/","title":{"rendered":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#8216;Hipoksemia&#8217;!"},"content":{"rendered":"\n<p>Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mempunyai kemungkinan untuk mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Kedua kondisi ini dapat menjadi sangat berbahaya karena dengan kurangnya kadar oksigen, organ penting Anda seperti otak, hati, dan lainnya dapat menjadi rusak hanya dalam hitungan menit. <em>Yuk<\/em>, baca artikel ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"743\" height=\"592\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-33919\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png 743w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008-300x239.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008-696x555.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008-527x420.png 527w\" sizes=\"auto, (max-width: 743px) 100vw, 743px\" \/><figcaption>Sumber: commons.wikimedia.org<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hipoksemia adalah sebuah kondisi kesehatan jika kadar oksigen dalam darah Anda terlalu rendah. Sehingga, dapat menyebabkan hipoksia yang berarti kadar oksigen jaringan organ Anda juga rendah. Jika darah Anda tidak mensupply oksigen yang cukup untuk organ-organ Anda, akan sangat membahayakan tubuh Anda dan dapat mengganggu tubuh Anda bekerja dengan tidak normal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa<\/strong> <strong>Gejala<\/strong> <strong>Hipoksemia?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gejalanya dapat berbeda setiap orangnya, tetapi yang paling umum dari anataranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Warna kulit Anda berubah menjadi biru, ungu, sampai merah<\/li><li>Kebingungan<\/li><li>Batuk<\/li><li>Detak jantung yang cepat<\/li><li>Napas cepat<\/li><li>Sesak napas<\/li><li>Detak jantung yang lambat<\/li><li>Berkeringat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki gejala-gejala hipoksemia seperti ini, segera hubungi tenaga medis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa<\/strong> <strong>Penyebab Hipoksia?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki gejala asma yang parah, ini bisa membuat Anda hipoksia. Kondisi medis ini dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Pada saat asma Anda menyerang, saluran pernapasan Anda akan menyempit, sehingga susah untuk udara dan oksigen masuk ke dalam paru-paru Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang, orang akan mencoba untuk batuk supaya membersihkan paru-paru. Tetapi, ini hanya akan memperburuk gejala hipoksia Anda karena akan membuang banyak oksigen dari paru-paru. Kondisi hipoksia bisa juga terjadi karena ada kerusakan pada paru-paru Anda, mungkin akibat trauma.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab lain yang dapat membuat hipoksia adalah jika Anda memiliki penyakit paru-paru. Contohnya adalah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, emfisema, pneumonia dan paru-paru yang basah ddengan cairan edema. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda mengkonsumsi obat untuk pereda nyeri yang kuat, dapat menahan aliran pernapasan Anda. Penyakit jantung, penyakit anemia karena jumlah sel darah merah yang kurang untuk membawa oksigen, ataupun keracunan sianida. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana<\/strong> <strong>Cara Mencegah Hipoksia?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk Anda yang mempunyai penyakit asma, Anda harus memperhatikan dan mengotrolnya setaip hari. Minumlah obat untuk bantu mencegah pembengkakan pada rongga pernapasan dan selalu siap sedia penghirup penyelamat untuk asma Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga harus memiliki diet pola makan yang baik dan benar. Sebisa mungkin, hindari apapun itu yang dapat memicu penyakit asma Anda. Jika tidak, Anda bisa konsultasi dengan dokter Anda untuk mengobati dan mengatasi penyakit asma Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Produk Rekomendasi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Nah Ruppers<\/em>, sekarang Anda sudah tahu bahayanya jika darah kekurangan oksigen. Anda dapat membeli alat Oximeter Pulse Fingertip dari Sowell untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda. Sowell adalah brand yang menjual alat kesehatan terpercaya untuk Anda dan keluarga. Produk-produk Sowell mempunyai kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau, mudah dan praktis digunakan untuk berbagai macam kebutuhan kesehatan Anda.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-oximeter-fingertip-pulse-sdo-721.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"621\" height=\"624\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-117.png\" alt=\"darah kekurangan oksigen\" class=\"wp-image-33532\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-117.png 621w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-117-300x300.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-117-150x150.png 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Screenshot-117-418x420.png 418w\" sizes=\"auto, (max-width: 621px) 100vw, 621px\" \/><\/a><figcaption>Sowell Oximeter Fingertip Pulse Sdo-721<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Ini adalah metode ekonomis dan akurat yang bisa Anda gunakan untuk mendeteksi denyut nadi dan darah saturasi oksigen dengan ujung jari. Dengan alat ini, Anda dapat mengukur kesehatan denyut nadi, detak jantung, dan oksigen Anda setiap harinya. Lengkap dengan layar LCD yang akan memudahkan Anda meilhat hasil tes Anda dengan jelas dan akurat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-air-compressing-nebulizer-srn-814.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"571\" height=\"535\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-175612.png\" alt=\"darah kekurangan oksigen\" class=\"wp-image-33917\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-175612.png 571w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-175612-300x281.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-175612-448x420.png 448w\" sizes=\"auto, (max-width: 571px) 100vw, 571px\" \/><\/a><figcaption>Sowell Air Compressing Nebulizer Srn-814<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Anda dapat menggunakan alat medical Air Compressing&nbsp;Nebulizer untuk membantu melatih pernapasan Anda di rumah. Alat ini&nbsp;mempunyai fungsi untuk membantu melegakan rongga dan saluran pernapasan yang membengkak. Alat ini tujuannya untuk mengubah obat cair jadi uap yang bisa Anda hirup lewat masker dan dapat mengalir ke paru-paru Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Tekanan maksimal alat ini hanya sampai\u00a00,15MPa dengan maksimal aliran udara sebanyak 10 liter per menit. Nebulizer ini sangat efisien untuk Anda mengatasi gangguan pernapasan seperti asma <em>loh<\/em>. Dan kelebihan terakhir dari pada alat ini adalah bisa orang gunakan oleh dewasa dan anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nah<\/em>, produk-produk rekomendasi diatas bisa Anda temukan dengan mudah di <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=referrale&amp;utm_campaign=pdp\">Ruparupa.com<\/a> yang selalu memiliki berbagai penawaran menarik. <em>Yuk<\/em>, belanja sekarang jangan sampai kehabisan!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mempunyai kemungkinan untuk mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Kedua kondisi ini dapat menjadi sangat berbahaya karena dengan kurangnya kadar oksigen, organ penting Anda seperti otak, hati, dan lainnya dapat menjadi rusak hanya dalam hitungan menit. Yuk, baca artikel ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen! Hipoksemia adalah sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":33919,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2516,2515],"tags":[2112,2168,2171,2172,2169,2145,2167],"class_list":["post-33898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-living","tag-darah","tag-darah-kekurangan-oksigen","tag-hipoksemia","tag-hipoksia","tag-kekurangan-oksigen","tag-oksigen","tag-sel-darah-merah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#039;Hipoksemia&#039;! - Blog ruparupa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#039;Hipoksemia&#039;! - Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-12T11:25:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-16T00:59:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"592\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ariel Natasya\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ariel Natasya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ariel Natasya\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767\"},\"headline\":\"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#8216;Hipoksemia&#8217;!\",\"datePublished\":\"2021-07-12T11:25:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-16T00:59:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/\"},\"wordCount\":620,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\",\"keywords\":[\"darah\",\"darah kekurangan oksigen\",\"hipoksemia\",\"hipoksia\",\"kekurangan oksigen\",\"oksigen\",\"sel darah merah\"],\"articleSection\":[\"Health\",\"Living\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/\",\"name\":\"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen 'Hipoksemia'! - Blog ruparupa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\",\"datePublished\":\"2021-07-12T11:25:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-16T00:59:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767\"},\"description\":\"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/Screenshot-2021-07-12-182008.png\",\"width\":743,\"height\":592},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#8216;Hipoksemia&#8217;!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767\",\"name\":\"Ariel Natasya\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Ariel Natasya\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/ariel-natasya\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen 'Hipoksemia'! - Blog ruparupa","description":"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen 'Hipoksemia'! - Blog ruparupa","og_description":"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-07-12T11:25:33+00:00","article_modified_time":"2022-02-16T00:59:41+00:00","og_image":[{"width":743,"height":592,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png","type":"image\/png"}],"author":"Ariel Natasya","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ariel Natasya","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/"},"author":{"name":"Ariel Natasya","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767"},"headline":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#8216;Hipoksemia&#8217;!","datePublished":"2021-07-12T11:25:33+00:00","dateModified":"2022-02-16T00:59:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/"},"wordCount":620,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png","keywords":["darah","darah kekurangan oksigen","hipoksemia","hipoksia","kekurangan oksigen","oksigen","sel darah merah"],"articleSection":["Health","Living"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/","name":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen 'Hipoksemia'! - Blog ruparupa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png","datePublished":"2021-07-12T11:25:33+00:00","dateModified":"2022-02-16T00:59:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767"},"description":"Jika darah Anda tidak memiliki oksigen yang cukup, Anda mungkin akan mengalami hipoksemia ataupun hipoksia. Ini bahayanya jika darah kekurangan oksigen!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-12-182008.png","width":743,"height":592},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ini-bahayanya-jika-darah-kekurangan-oksigen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahayanya Jika Darah Kekurangan Oksigen &#8216;Hipoksemia&#8217;!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/7b6b927f778a04c55f3d0d95a6298767","name":"Ariel Natasya","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/12b57be6bd50d625264523f34338cc6afaf3e74c85ecd883dc6d3b6731acedf5?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Ariel Natasya"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/ariel-natasya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33898"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51266,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33898\/revisions\/51266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}