{"id":33762,"date":"2021-07-07T18:45:00","date_gmt":"2021-07-07T11:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=33762"},"modified":"2022-02-21T11:56:07","modified_gmt":"2022-02-21T04:56:07","slug":"happy-hypoxia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/","title":{"rendered":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan"},"content":{"rendered":"\n<p>Belakangan ini pasti kamu sering mendengar tentang <strong><em>happy hypoxia <\/em><\/strong>yang erat berkaitan dengan COVID-19.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun memiliki nama yang terlihat positif, namun ternyata sangat berbahaya. Karena menurut Halodoc, gejala ini jauh lebih berbahaya yang mana dapat menyebabkan pasien COVID-19 dapat meninggal tanpa menunjukan gejala maupun tanda-tanda sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memahami Happy <em>hypoxia<\/em> lebih jauh lagi, yuk mari melihat lebih dekat penuturan para pakar kesehatan dari dalam dan luar negeri<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Happy Hypoxia?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screen-Shot-2021-07-07-at-16.52.40-1024x759.png\" alt=\"happy hypoxia gejala covid 19 yang berbahaya\" class=\"wp-image-33782\" width=\"640\" height=\"426\"\/><figcaption>Source: Times of India<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><em>Menurut timesofindia.indiatimes, Happy hypoxia<\/em> adalah suatu kondisi saat kadar oksigen di dalam darah sangat rendah. Memiliki nama lain sebagai hipoksia yang mana sangat berakibat fatal bagi penderita covid-19. Umumnya kadar saturasi oksigen normal berada pada angka 95 \u2013 100%, sementara itu saturasi oksigen rendah di bawah 95%. <\/p>\n\n\n\n<p>Lalu apa akibat kekurangan oksigen dalam darah? jika mengalami gejala ini, orang yang terpapar virus corona akan mengalami sesak nafas hingga nyeri dada. Namun menurut studi terbaru dari Loyola University Health System, pengidap <strong><em>silent hypoxia <\/em><\/strong>dapat beraktivitas tanpa masalah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Happy Hypoxia ditemukan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/coronavirus-4810201_640.jpg\" alt=\"happy hypoxia adalah\" class=\"wp-image-33786\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/coronavirus-4810201_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/coronavirus-4810201_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/coronavirus-4810201_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Menurut artikel Springer-Verlag GmbH Germany yang telah rilis pada &nbsp;awal Maret 2020, mengungkapkan kalau gejala ini diperkirakan ada sejak terjadinya wabah di Wuhan, China. Saat itu banyak pasien usia lanjut yang terpapar infeksi virus corona, mengalami gagal nafas tanpa adanya tanda-tanda gangguan yang terlihat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena penemuan inilah istilah <strong><em>silent hypoxemia<\/em><\/strong> berkembang menjadi happy hypoxia.&nbsp; Pemberian nama ini sendiri, berdasarkan dengan alasan karena tidak adanya gangguan pernapasan seperti nafas tersengal-sengal atau sesak meskipun oksigen dalam darah berkurang<\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi seperti ini sangat berbahaya karena saturasi kadar oksigen yang terus menurun, dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Menurut&nbsp; dokter spesialis paru, Erlina Burhan kepada BBC mengatakan pasien yang tidak tertolong terjadi ketika tubuh tidak kuat lagi, dan mengalami penurunan kesadaran, atau tidak teratasi lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala Happy Hypoxia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg\" alt=\"happy hypoxia gejala\" class=\"wp-image-33785\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>&nbsp;Jangan menganggap enteng jika pengidap COVID-19 mengalami kondisi seperti ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Batuk<\/li><li>Nafas menjadi cepat<\/li><li>Sesak napas<\/li><li>Denyut jantung meningkat atau melambat<\/li><li>Kesadaran berkurang<\/li><li>Berkeringat&nbsp;<\/li><li>Kulit pucat <\/li><li>Bibir dan kuku yang kebiruan atau sianosis<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Segera hubungi dokter terdekat jika kamu mengalami tanda-tanda Happy Hypoxia di atas, karena keadaan pasien <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/corona-varian-delta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">covid-19<\/a> dapat terus menurun dan menyebabkan linglung, hingga koma. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara mendeteksi <em>happy hypoxia<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun tanpa gejala yang menonjol, ada beberapa keluhan ringan seperti demam dan lemas yang biasanya dirasakan mereka yang mengalami<em> hypoxia<\/em>. Jika kamu mengalami gejala tersebut, maka cobalah segera periksa ke dokter sebelum berujung fatal.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara lainnya periksa diri melalui oximeter, yang berfungsi mengecek kadar oksigen dalam tubuh. Untuk penggunaannya sendiri sangat mudah, cukup letakan alat kesehatan pada ujung jari kemudian tunggu hasilnya.  Kadar oksigen normal berada pada 95 \u2013 100%, namun jika kurang dari angka tersebut maka segera kunjungi dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu menurut Juru Bicara COVID-19 Universitas Sebelas Maret (UMS), Jawa Tengah, Tonang Dwi Ardiyanto, cara lain untuk mendeteksi&nbsp;<em>happy hypoxia<\/em> adalah dengan duduk tegap, lalu mengambil napas dalam sebanyak dua atau tiga kali. Jika tubuh dalam kondisi normal maka tidak akan akan terjadi batuk atau tersendak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Kenapa Hypoxia<\/em> Tidak Menimbulkan Gejala Pada Pengidap COVID-19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dari hasil studi yang ditulis oleh Dr. Martin J. Tobin, seorang profesor kedokteran paru dan perawatan kritis di Loyola University Medical Center, di Maywood, IL, meneliti 16 pasien COVID-19 dengan tingkat oksigen yang rendah, tidak merasakan dispnea atau sesak nafas karena beberapa faktor;<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama adanya mekanisme patofisiologis yang ikut ambil mengambil bagian besar atas&nbsp; kasus <em>silent hypoxia<\/em>, termasuk tingkat oksigen pasien yang biasanya di cek melalui <strong><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/oximeter\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>pulse<\/em> oximeter&nbsp;<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dr Tobin menjelaskan alat medis ini sangat akurat saat membaca kadar oksigen dalam tubuh. Akan tetapi juga dapat<strong> <\/strong>melebih-lebihkan tingkat keparahan kadar oksigen yang berada pada titik rendah. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu otak yang tidak merespon saat mengalami kekurangan oksigen juga menjadi alasan mengapa orang yang terpapar COVID-19 tidak merasakan gejala apa-apa saat mengalami hypoxia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alasan lainnya kadar karbon dioksida yang rendah juga berdampak membuat&nbsp; kadar oksigen menjadi sangat rendah. Dr. Tobin juga mencurigai bahwa virus corona dapat memengaruhi reseptor tubuh, sehingga tidak dapat merespons dengan baik. Hal ini juga dikaitkan kurangnya penciuman yang ditemukan pada dua pertiga pasien COVID-19.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara mencegah&nbsp;<em>happy hypoxia<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Bersama kita lakukan langkah-langkah cerdas untuk melindungi diri dan keluarga<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Terapkan 3 M<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kemanapun kamu pergi selalu ingat untuk melakukan 3 M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan. Mungkin terlihat seperti hal yang sepele, namun akan membawa dampak yang besar jika dilakukan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menerapkan protokol kesehatan kamu bukan saja menjauhkan diri dan anggota keluarga dari paparan virus corona, tapi juga membangun kebiasaan yang baik sejak dini. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memperbaiki sirkulasi udara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"408\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/white-2563976_640.jpg\" alt=\"hypoxia adalah\" class=\"wp-image-33790\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/white-2563976_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/white-2563976_640-300x191.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Langkah lainnya yang bisa kamu lakukan saat mengalai penurunan kadar oksigen dalam tubuh adalah menjaga sirkulasi udara di rumah. Buka jendela agar udara segar dapat masuk, dan meningkatkan sirkulasi yang ada. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Terapi Oksigen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-oksigen-konsentrator-3-ltr-230va-src3-651.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator.jpeg\" alt=\"oksigen konsentrator untuk terapi oksigen \" class=\"wp-image-33763\" width=\"500\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator.jpeg 1000w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-768x768.jpeg 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-696x696.jpeg 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/oksigen-konsentrator-420x420.jpeg 420w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><figcaption><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-oksigen-konsentrator-3-ltr-230va-src3-651.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Beli disini<\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Banyak pertanyaan mengenai terapi oksigen salah satunya, pasien apa saja yang diindikasikan mendapatkan terapi oksigen?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjawabnya kita mengacu pada web Alomedika, yang menuturkan kalau terapi oksigen diindikasikan&nbsp;pada orang dewasa dan anak dengan PaO<sub>2<\/sub>&lt;60 mmHg atau saturasi O<sub>2<\/sub>&lt;90% pada kondisi istirahat dalam udara. Sementara itu pada bayi berumur 0 (baru lahir) sampai dengan usia 28 hari&nbsp;terapi oksigen diindikasikan&nbsp;bila PaO<sub>2<\/sub>&lt;50 mmHg atau saturasi O<sub>2<\/sub>&lt;88%.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu  peralatan ini juga dapat mengalirkan udara yang bersih dan segar bebas bakteri seperti oksigen konsentrator. Alat ini sangat praktis untuk mudah dalam penggunaanya, terutama untuk kamu yang ingin melakukan terapi oksigen atau mengurangi migrain, stres, dan kelelahan dan jet leg.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berolahraga<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/berwyn-air-walker-orange.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp \"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik.jpeg\" alt=\"Alat olahraga air walker\" class=\"wp-image-33791\" width=\"750\" height=\"750\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik.jpeg 1000w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik-300x300.jpeg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik-150x150.jpeg 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik-768x768.jpeg 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik-696x696.jpeg 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Air-walker-terbaik-420x420.jpeg 420w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/a><figcaption><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/berwyn-air-walker-orange.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Beli disini<\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Cara berikutnya yang efektif untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen dalam darah adalah adalah rajin berolahraga. Awalnya mungkin sulit bagi mereka yang belum terbiasa, namun cobalah dengan gerakan mudah atau jenis yang ringan terlebih dahulu seperti berjalan perlahan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengonsumsi zat besi<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/carrots-2106825_640.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-33793\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/carrots-2106825_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/carrots-2106825_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/carrots-2106825_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dengan memenuhi gizi harian yang kaya akan zat besi seperti jeroan, sayuran hijau, seafood, serta kacang-kacangan akan meningkatkan saturasi oksigen secara alami. Kandungan zat besi yang ada akan membantu pembentukan sel darah merah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meningkatkan daya tahan tubuh<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"361\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/tangerines-1721590_640.jpg\" alt=\"Buah yang mengandung vitamin c\" class=\"wp-image-33809\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/tangerines-1721590_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/tangerines-1721590_640-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Tubuh memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri, namun dalam kondisi tertentu seperti adanya bakteri dan virus dapat membuat imun menjadi lemah. Sehingga ada baiknya untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bernutrisi seperti buah-buahan seperti Jeruk, jambu biji yang mengandung vitamin C. Kandungan vitamin inilah yang dapat membantu untuk melawan infeksi virus corona serta melawan radikal bebas. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gaya hidup sehat<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/no-smoking-296652_640.png\" alt=\"mILIKI GAYA HIDUP SEHATA AGAR JAUH DARI VIRUS COVID -19\" class=\"wp-image-33796\" width=\"320\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/no-smoking-296652_640.png 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/no-smoking-296652_640-300x300.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/no-smoking-296652_640-150x150.png 150w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/no-smoking-296652_640-420x420.png 420w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Mulai hari ini yuk miliki cara hidup yang sehat seperti berhenti merokok atau jangan menjadi perokok pasif. Langkah ini sangat baik untuk meningkatkan sirkulasi oksigen dalam darah secara signifikan. Bahkan dapat meningkatkan fungsi paru-paru hingga 30%.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Go Green<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/environmental-protection-326923_640.jpg\" alt=\"Go green\" class=\"wp-image-33799\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/environmental-protection-326923_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/environmental-protection-326923_640-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/environmental-protection-326923_640-631x420.jpg 631w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Salah satu langkah mudah untuk meningkatkan saturasi oksigen adalah dengan memiliki beberapa tanaman hijau di dalam rumah. Jika bertanya alasannya, maka penjelasan sederhananya adalah tanaman memiliki kemampuan untuk membersihkan udara secara alami. Serta mampu mengurangi kadar karbon dioksida yang ada, sekaligus mempercantik ruangan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara menangani <em>Happy Hypoxia<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi pasien covid 19 yang mengalami happy hypoxia, ada beberapa cara untuk mengatasi saat tubuh kekurangan oksigen dan kembali kepada kondisi normal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proning&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screen-Shot-2021-07-07-at-17.19.35-1024x612.png\" alt=\"Proning\" class=\"wp-image-33788\" width=\"640\" height=\"426\"\/><figcaption>Source: Linkedin<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Baik hipoksia dengan gejala atau tidak, perlu adanya bantuan dokter untuk memberikan bantuan akibat berkurangnya kadar oksigen tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi bagi penderita hipoksia yang masih dapat bernafas namun tidak memiliki tabung oksigen, lakukan proning. Teknik yang mengharuskan pasien berbaring tengkurap untuk meningkatkan kadar oksigen.&nbsp; Cara ini memiliki manfaat yang besar dan dapat terasa langsung, sehingga pasien covid 19 tidak memerlukan dukungan oksigen tambahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tengkurap menggunakan bantal yang berada pada Bawah leher. bawah dada dan di bawah tulang kering.<\/li><li>Berbaring ke sisi kanan dengan tambahan bantal sebagai pendukungnya<\/li><li>Berbaring ke sisi kiri dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya<\/li><li>Duduk dengan posisi 60 sampai 90 derajat cat sad dan kemudian kembali pada posisi tengkurap<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini akan membantu meningkatkan ventilasi ke paru-paru dan karena inilah kadar oksigen dapat membaik menurut dokter surendra Gupta dokter yang berasal dari di Ludhiana, India.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau juga menambahkan kalau anjuran ini tidak disarankan bagi wanita yang sedang hamil, pasien yang memiliki trombosis vena, jantung berat, tulang paha yang tidak stabil atau patah tulang panggul tidak boleh melakukan teknik proning.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengunjungi dokter<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640.jpg\" alt=\"happy hypoxia covid\" class=\"wp-image-33789\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640.jpg 640w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640-80x60.jpg 80w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640-265x198.jpg 265w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/stethoscope-1584223_640-560x420.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption>Source: Pixabay<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Bagi pasien yang sudah sulit untuk bernafas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter terdekat. Karena dalam kondisi yang sudah parah, Hipoksia hanya dapat  ditangani dengan pemberian oksigen melalui selang atau masker oksigen. <\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada pasien yang sudah memasuki tahap lebih serius seperti penurunan kesadaran atau tidak dapat bernapas, dokter akan memberikan tindakan dengan cara memberi oksigen melalui ventilator dan melakukan perawatan di ruang ICU.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu merasakan gejala COVID-19 atau pernah melakukan kontak dengan orang yang positif COVID-19, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter. Karena mungkin saja kamu terpaparr  corona virus tanpa gejala. Ingat tetap waspada meskipun kamu tidak merasakan gejala apapun, karena bisa saja terjadi  <em>happy hypoxia<\/em> ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah artikel seputar artikel tentang covid 19 kali ini yang akan bermanfaat untuk menjauhkan diri kamu maupun keluarga dari Happy Hypoxia. Untuk melindungi seluruh anggota keluarga dari bahaya segera miliki berbagai perlengkapan kesehatan seperti oximeter, cairan disinfektan serta masker berkualitas dari <a href=\"http:\/\/Ruparupa.com\">Ruparupa<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Temukan juga berbagai keperluan rumah tangga lainnya seperti furniture, peralatan masak, hingga perlengkapan yang mendukung hobi kamu. Dapatkan semuanya dengan harga terbaik dengan bergabung menjadi Ruppers sekarang juga melalui web atau aplikasi Ruparupa!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan ini pasti kamu sering mendengar tentang happy hypoxia yang erat berkaitan dengan COVID-19.&nbsp; Meskipun memiliki nama yang terlihat positif, namun ternyata sangat berbahaya. Karena menurut Halodoc, gejala ini jauh lebih berbahaya yang mana dapat menyebabkan pasien COVID-19 dapat meninggal tanpa menunjukan gejala maupun tanda-tanda sama sekali. Untuk memahami Happy hypoxia lebih jauh lagi, yuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":33785,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2516,2515,15],"tags":[2117,2157,2156,2506,2503],"class_list":["post-33762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-living","category-news-update","tag-artikel-tentang-covid-19","tag-covid-19-3","tag-happy-hypoxia","tag-health","tag-living"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-07T11:45:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-21T04:56:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Cindy Halida\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Cindy Halida\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"headline\":\"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan\",\"datePublished\":\"2021-07-07T11:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-21T04:56:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/\"},\"wordCount\":1514,\"commentCount\":3,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/disease-4392163_640.jpg\",\"keywords\":[\"artikel tentang covid-19\",\"Covid -19\",\"Happy Hypoxia\",\"health\",\"living\"],\"articleSection\":[\"Health\",\"Living\",\"News &amp; Update\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/\",\"name\":\"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/disease-4392163_640.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-07T11:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-21T04:56:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\"},\"description\":\"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/disease-4392163_640.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/disease-4392163_640.jpg\",\"width\":640,\"height\":426,\"caption\":\"Happy Hypoxia gejala pada covid 19\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/happy-hypoxia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e\",\"name\":\"Cindy Halida\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Cindy Halida\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/cindy\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa","description":"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa","og_description":"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-07-07T11:45:00+00:00","article_modified_time":"2022-02-21T04:56:07+00:00","og_image":[{"width":640,"height":426,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Cindy Halida","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Cindy Halida","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/"},"author":{"name":"Cindy Halida","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"headline":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan","datePublished":"2021-07-07T11:45:00+00:00","dateModified":"2022-02-21T04:56:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/"},"wordCount":1514,"commentCount":3,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg","keywords":["artikel tentang covid-19","Covid -19","Happy Hypoxia","health","living"],"articleSection":["Health","Living","News &amp; Update"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/","name":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan - Blog ruparupa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg","datePublished":"2021-07-07T11:45:00+00:00","dateModified":"2022-02-21T04:56:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e"},"description":"Happy Hypoxia adalah salah satu gejala yang dirasakan pasien Covid -19 yang berakibat fatal seperti kematian mendadak akibat tidak terdeteksi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/disease-4392163_640.jpg","width":640,"height":426,"caption":"Happy Hypoxia gejala pada covid 19"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/happy-hypoxia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Happy Hypoxia Gejala Covid-19 yang Mematikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/372fde77c8a8ef862ea3b97333dd009e","name":"Cindy Halida","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2156066d73bcb42315538468434190a343ecce04e4375b36b7c141520a26e57b?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Cindy Halida"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/cindy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33762"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35153,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33762\/revisions\/35153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}