{"id":33649,"date":"2021-07-02T15:44:46","date_gmt":"2021-07-02T08:44:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=33649"},"modified":"2022-09-05T15:20:32","modified_gmt":"2022-09-05T08:20:32","slug":"gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/","title":{"rendered":"Gula Darah Rendah &#8211; Penyebab, Gejala, dan Resiko"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Menjaga <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/berapa-kadar-gula-normal-pada-tubuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kadar gula darah normal<\/a> penting untuk kesehatan tubuh Anda. <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ketahui-arti-kadar-gula-darah-yang-perlu-anda-awasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kadar gula darah yang tinggi atau rendah<\/a> sama-sama memiliki resiko yang berbahaya. Gula darah rendah atau hipoglikemia adalah kondisi Anda memiliki kadar gula kurang dari atau sama dengan 70 mg\/dL. Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak. Yuk simak penjelasan di bawah ini!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab gula darah rendah bagi orang dengan diabetes<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33658\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-1024x678.png\" alt=\"gula darah rendah\" width=\"665\" height=\"440\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-1024x678.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-300x199.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-768x509.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-696x461.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-1068x708.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-634x420.png 634w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3.png 1360w\" sizes=\"auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px\" \/>\r\n<figcaption>sumber: thebluediamondgallery.com<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda menderita diabetes dan mengonsumsi insulin atau obat oral yang menyebabkan produksi insulin, ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan hipoglikemia, antara lain:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan karbohidrat<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Karbohidrat adalah sumber utama glukosa tubuh. Jika tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup, maka gula darah Anda bisa turun. Hal ini bisa terjadi terutama jika Anda mengurangi konsumsi karbohirat tetapi tidak menyesuaikan dengan jumlah obat yang Anda minum.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menunda atau melewatkan makan<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda mengonsumsi insulin atau obat oral untuk diabetes, menunda atau tidak makan dapat menyebabkan hipoglikemia. Tanyakan kepada dokter Anda tentang apakah Anda boleh melewatkan pengobatan jika Anda tidak makan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Olahraga<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33660\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-1024x646.png\" alt=\"olahraga sebagai salah satu faktor gula darah rendah\" width=\"626\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-1024x646.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-300x189.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-768x485.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-696x439.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-1068x674.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4-666x420.png 666w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-4.png 1173w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/>\r\n<figcaption>sumber: photostockeditor.com<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Olahraga sangat penting dalam strategi manajemen diabetes yang baik. Hal ini baik untuk membantu mengurangi kadar gula darah, menurunkan berat badan, membakar kalori, dan memiliki lebih banyak energi. Namun, jika Anda menderita diabetes, berolahraga tanpa makan dapat menyebabkan hipoglikemik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berolahraga lebih banyak dari biasanya juga memungkinkan Anda mengalami hipoglikemik. Pastikan Anda membawa camilan sebelum atau sesudah berolahraga. Bawa juga makanan yang mengandung karbohidrat seperti kismis, jus jika gula darah terlalu rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengambil dosis obat atau insulin yang salah<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Insulin atau dosis obat diabetes oral yang terlalu banyak bisa menyebabkan hipoglikemia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tidak mematuhi jadwal pengobatan<\/strong> <strong>salah satu faktor gula darah rendah<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat mempengaruhi kadar gula Anda. Jika Anda tidak jujur tentang seberapa sering Anda mengonsumsi obat Anda, maka dokter bisa meresepkan dosis yang lebih tinggi untuk mencoba dan &#8220;mengelola&#8221; gula darah tinggi Anda.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda minum obat dengan dosis yang melebihi seharusnya, maka Anda bisa berisiko mengalami hipoglikemia. Untuk menghindari hal ini, pastikan untuk memberikan dokter Anda informasi yang akurat tentang kebiasaan Anda minum obat untuk memberikan pengobatan yang efektif.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Minum alkohol<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda menggunakan insulin, minum alkohol dapat menyebabkan hipoglikemia. Anda tetap dapat mengonsumsi minuman beralkohol, tetapi tidak boleh berlebihan dan pastikan untuk memeriksa kadar gula Anda saat minum.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penurunan berat badan<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33662\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-1024x628.png\" alt=\"penurunan berat badan sebagai faktor rendahnya gula darah\" width=\"605\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-1024x628.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-300x184.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-768x471.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-696x427.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5-684x420.png 684w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-5.png 1069w\" sizes=\"auto, (max-width: 605px) 100vw, 605px\" \/>\r\n<figcaption>sumber: piqsels.com<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Menurunkan berat badan dapat membuat Anda lebih sensitif terhadap insulin, sehingga tidak membutuhkan banyak obat. Jika Anda tetap mengonsumsi jumlah obat yang sama setelah menurunkan berat badan, maka Anda kemungkinan bisa terkena hipoglikemia karena sensitivitas yang meningkat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pastikan untuk konsultasi dengan dokter tentang kemungkinan mengurangi dosis obat Anda jika sedang mengurangi berat badan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kontrol gula darah yang ketat<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Semakin ketat Anda mengontrol level glukosa, maka semakin tinggi risiko Anda mengalami hipoglikemia, terutama pada awal pengobatan. Anda perlu memiliki alat, pengetahuan, dan dukungan yang tepat agar tidak mengalami hipoglikemik yang parah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Mengalami hipoglikemia sesekali merupakan hal yang normal. Tetapi jika terus terjadi, Anda harus konsultasi dengan dokter mengenai cara-cara agar gula Anda tidak terus menurun ke tingkat yang mengkhawatirkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyakit ginjal<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Penyakit ginjal adalah salah satu komplikasi dari diabetes. Ginjal Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkan insulin dari sistem sehingga berpotensi menyebabkan hipoglikemia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab gula darah rendah pada orang tanpa diabetes<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Orang tanpa penyakit diabetes jarang mengalami hipoglikemia. Jika Anda mengalami hipoglikemia, ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah terjadi di tubuh Anda. Melansir dari <em>verywellhealth.com<\/em>, penyebab gula darah rendah terjadi karena:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Obat<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hipoglikemia dapat terjadi karena obat-obatan tertentu, terutama pada anak-anak atau orang dengan gagal ginjal. Obat-obatan yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah obat antimalaria Qualaquin (kina), antibiotik Zymaxid (gatifloksasin), obat antiaritmia cibenzoline, obat antimikroba Pentam (pentamidine), obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) Indocin dan Tivorbex (indometasin).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Minum terlalu banyak alkohol<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33664\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-1024x679.png\" alt=\"alcohol\" width=\"599\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-1024x679.png 1024w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-300x199.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-768x509.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-696x461.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-1068x708.png 1068w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6-634x420.png 634w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-6.png 1073w\" sizes=\"auto, (max-width: 599px) 100vw, 599px\" \/>\r\n<figcaption>sumber: piqsels.com<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika Anda tidak cukup makan dan mengonsumsi alkohol berlebihan, Anda mungkin dapat mengalami hipoglikemik. Jumlah alkohol yang banyak dan kekurangan makanan dapat menghentikan hati Anda memasukkan glukosa ke dalam darah sehingga kadar gula darah turun.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyakit kritis<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hipoglikemia dapat terjadi jika Anda mengidap gangguan ginjal, hepatitis berat, anoreksia jangka panjang, malaria, dan sepsis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan hormon<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Gangguan adrenal seperti penyakit Addison dan gangguan hipofisis tertentu dapat menyebabkan hipoglikemia, karena tidak dapat memiliki cukup hormon pertumbuhan pada anak-anak.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memproduksi terlalu banyak insulin<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Orang yang memproduksi insulin berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Tumor tertentu dapat menyebabkan kelebihan produksi ini, seperti sel beta yang membesar di pankreas.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sindrom autoimun insulin<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kondisi ini menyebabkan tubuh Anda membuat antibodi menyerang insulin, sehingga menciptakan hipoglikemia. Ini dapat menjadi bagian dari penyakit autoimun lain atau terjadi karena obat-obatan tertentu.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hipoglikemia reaktif<\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jenis hipoglikemia ini terjadi dalam beberapa jam setelah makan. Para ilmuwan tidak bias memastikan apa penyebab aslinya, tetapi hal ini bisa terjadi pada orang yang telah menjalani operasi pada perut karena makanan masuk ke usus terlalu cepat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kekurangan enzim sehingga tubuh sulit untuk memecah makanan atau memiliki pra-diabetes juga dapat menyebabkan insulin berfluktuasi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gejala gula darah rendah<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tanda dan gejala awal hipoglikemia sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Pusing<\/li>\r\n<li>Berkeringat<\/li>\r\n<li>Kelaparan<\/li>\r\n<li>Detak jantung cepat<\/li>\r\n<li>Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi<\/li>\r\n<li>Kebingungan<\/li>\r\n<li>Iritabilitas<\/li>\r\n<li>Kecemasan atau kegugupan<\/li>\r\n<li>Sakit kepala<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Resiko gula darah rendah<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Gula yang rendah dapat menyebabkan kurangnya koordinasi, kedinginan, dan berkeringat. Efek lain yang mungkin terjadi adalah kesemutan atau mati rasa pada mulut. Selain itu, efek lain seperti penglihatan kabur, sakit kepala, dan kebingungan juga bisa terjadi pada Anda. Melakukan aktivitas sehari-hari juga bisa menjadi sulit karena kurangnya koordinasi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tidak mengobati gula darah rendah yang parah bisa sangat berbahaya. Ini dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, atau kematian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara penanganan gula darah rendah<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketika kadar gula terlalu rendah, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Jika memiliki diabetes, usahakan untuk selalu menyiapkan camilan dengan karbohidrat tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>The American Diabetes Association<\/em> menyarankan agar mengonsumsi makanan dengan minimal 15 gram karbohidrat. Beberapa makanan ringan yang baik untuk Anda sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>granola bar<\/li>\r\n<li>buah segar atau kering<\/li>\r\n<li>jus buah<\/li>\r\n<li>kue pretzel<\/li>\r\n<li>kue kering<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Anda juga dapat mengonsumsi tablet glukosa untuk meningkatkan gula Anda dengan cepat. Ini tersedia tanpa resep. Periksa jumlah gram dalam setiap tablet sebelum meminumnya. Usahakan mencapai 15 hingga 20 gram karbohidrat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tunggu 15 menit setelah makan atau minum tablet glukosa, dan tes gula Anda lagi. Jika gula Anda tidak naik, makan karbohidrat sebanyak 15 gram atau minum tablet glukosa lagi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memiliki alat cek gula darah. Dengan begitu, Anda bisa mengecek secara reguler level gula Anda untuk mencegah dari hipoglikemia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Anda bisa memiliki alat cek gula darah milik Sowell. Hanya dalam 5 menit, Anda bisa mengetahui hasil gula darah Anda. Cara penggunaannya yang mudah dan praktis adalah salah satu alasan mengapa Anda harus memiliki alat ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33533\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-171.png\" alt=\"blood sugar monitor\" width=\"263\" height=\"329\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-171.png 542w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-171-239x300.png 239w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-171-335x420.png 335w\" sizes=\"auto, (max-width: 263px) 100vw, 263px\" \/>\r\n<figcaption><a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell-alat-pengukur-gula-darah-gdh-fad-stripsdg-562.html?utm_source=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_term=image&amp;utm_campaign=pdp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Alat cek gula darah<\/a><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain alat di atas, <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/sowell\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sowell<\/a> menyediakan alat kesehatan yang akurat, praktis, dan berkualitas hanya di <a href=\"https:\/\/ruparupa.com\/?utm_so=blog&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=homepage_blog_sharon\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ruparupa<\/a>. Yuk hidup sehat bersama Sowell dan Ruparupa!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong><em>Pilihan Alat Kesehatan Sowell Lainnya di Ruparupa<\/em><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-2 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\r\n<ul class=\"blocks-gallery-grid\">\r\n<li class=\"blocks-gallery-item\">\r\n<figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"719\" height=\"706\" class=\"wp-image-33576\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174.png\" alt=\"Alat cek gula darah\" data-id=\"33576\" data-full-url=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174.png\" data-link=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/ketahui-arti-kadar-gula-darah-yang-perlu-anda-awasi\/image-174-4\/\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174.png 719w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174-300x295.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174-696x683.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-174-428x420.png 428w\" sizes=\"auto, (max-width: 719px) 100vw, 719px\" \/>\r\n<figcaption class=\"blocks-gallery-item__caption\">Alat Cek Gula Darah<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/li>\r\n<li class=\"blocks-gallery-item\">\r\n<figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"712\" height=\"692\" class=\"wp-image-33621\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image.png\" alt=\"strip gula darah\" data-id=\"33621\" data-full-url=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image.png\" data-link=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/batas-kadar-gula-wanita-dan-gejala-yang-perlu-diawasi\/image-230\/\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image.png 712w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-300x292.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-696x676.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-432x420.png 432w\" sizes=\"auto, (max-width: 712px) 100vw, 712px\" \/>\r\n<figcaption class=\"blocks-gallery-item__caption\">Strip gula darah<\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n<\/li>\r\n<\/ul>\r\n<\/figure>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjaga kadar gula darah normal penting untuk kesehatan tubuh Anda. Kadar gula darah yang tinggi atau rendah sama-sama memiliki resiko yang berbahaya. Gula darah rendah atau hipoglikemia adalah kondisi Anda memiliki kadar gula kurang dari atau sama dengan 70 mg\/dL. Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":33658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2516,2515],"tags":[2100,2118,2506,165,2503,2110],"class_list":["post-33649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-living","tag-alat-kesehatan","tag-gula-darah","tag-health","tag-kesehatan","tag-living","tag-sowell"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-02T08:44:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-05T08:20:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-1024x678.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"678\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Sharon\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Sharon\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Sharon\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\"},\"headline\":\"Gula Darah Rendah &#8211; Penyebab, Gejala, dan Resiko\",\"datePublished\":\"2021-07-02T08:44:46+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-05T08:20:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/\"},\"wordCount\":1127,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-3.png\",\"keywords\":[\"alat kesehatan\",\"gula darah\",\"health\",\"Kesehatan\",\"living\",\"sowell\"],\"articleSection\":[\"Health\",\"Living\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/\",\"name\":\"Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-3.png\",\"datePublished\":\"2021-07-02T08:44:46+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-05T08:20:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\"},\"description\":\"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-3.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/07\\\/image-3.png\",\"width\":1360,\"height\":901,\"caption\":\"low blood sugar\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gula Darah Rendah &#8211; Penyebab, Gejala, dan Resiko\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861\",\"name\":\"Sharon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Sharon\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/sharon-s\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa","description":"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa","og_description":"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2021-07-02T08:44:46+00:00","article_modified_time":"2022-09-05T08:20:32+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":678,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3-1024x678.png","type":"image\/png"}],"author":"Sharon","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Sharon","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/"},"author":{"name":"Sharon","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861"},"headline":"Gula Darah Rendah &#8211; Penyebab, Gejala, dan Resiko","datePublished":"2021-07-02T08:44:46+00:00","dateModified":"2022-09-05T08:20:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/"},"wordCount":1127,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3.png","keywords":["alat kesehatan","gula darah","health","Kesehatan","living","sowell"],"articleSection":["Health","Living"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/","name":"Gula Darah Rendah - Penyebab, Gejala, dan Resiko - Blog ruparupa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3.png","datePublished":"2021-07-02T08:44:46+00:00","dateModified":"2022-09-05T08:20:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861"},"description":"Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah rendah bagi orang yang menderita diabetes maupun yang tidak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3.png","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-3.png","width":1360,"height":901,"caption":"low blood sugar"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/gula-darah-rendah-penyebab-gejala-dan-resiko\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gula Darah Rendah &#8211; Penyebab, Gejala, dan Resiko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/373bb98d54270ceb332f06f9728fb861","name":"Sharon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b7c408bb0a96cfc9e3945a751224cb45cbbd758b7e79fbacb22fba15c43a4e87?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Sharon"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/sharon-s\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33649"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70085,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33649\/revisions\/70085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}