{"id":21675,"date":"2020-07-24T14:18:16","date_gmt":"2020-07-24T07:18:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?p=21675"},"modified":"2021-11-24T09:01:46","modified_gmt":"2021-11-24T02:01:46","slug":"mengenal-8-jenis-kayu-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/","title":{"rendered":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Jenis kayu &#8211; kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/rak-dan-penyimpanan\/lemari-dan-loker.html\">lemari<\/a>, atau <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/furniture\/furniture-dan-perlengkapan-kantor.html\">furnitur<\/a> lainnya. Indonesia sendiri merupakan negara yang diberkati dengan berbagai <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/5-tips-merawat-furnitur-kayu\/\">macam kayu<\/a> yang berkualitas <em>loh<\/em>! <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kayu di Indonesia memiliki banyak varian jenis. Berbeda jenis, maka berbeda pula keunggulannya. Penasaran? Simak yuk 8 jenis kayu Indonesia berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kayu jati<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"832\" height=\"671\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21678\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21.png 832w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21-300x242.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21-768x619.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21-696x561.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.01.21-521x420.png 521w\" sizes=\"auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><figcaption>pixnio.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis kayu yang satu ini tentu tidak asing lagi untuk didengar <em>yah <\/em>Ruppers. Kayu jati mempunyai karakter yang sangat bagus untuk segala kebutuhan bangunan rumah dan berkesan mewah, megah, dan bergaya. Apalagi, kayu jati yang sudah berumur tua dengan diamater lebih dari 25 cm tentu tidak diragukan lagi kualitasnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kayu jati juga unggul dalam tampilannya yang memiliki corak dan serat yang sangat indah dan menarik. Kandungan minyak dalam kayu jati juga sangat tinggi sehingga memberi kekuatan saat dijadikan sebagai furnitur. Tidak heran harganya juga relatif mahal. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu Merbau<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"613\" height=\"429\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.48.10.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21680\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.48.10.png 613w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.48.10-300x210.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.48.10-100x70.png 100w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.48.10-600x420.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 613px) 100vw, 613px\" \/><figcaption>decorwit.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena kayu jati memiliki harga yang cukup mahal, Anda dapat menggunakan jenis kayu merbau sebagai solusi untuk kayu terkuat kedua setelah kayu jati dengan harga sedikit lebih murah dari kayu jati.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelebihan material kayu ini yaitu tingkat kekerasannya tinggi, tahan terhadap serangga dan cuaca ekstrim, tidak mudah menyusut dan retak, serta mempunyai tampilan yang sangat menarik. Warna kayu ini beragam mulai dari kuning kecoklatan, coklat kemerahan, dan abu kecoklatan sehingga memberi kesan modern pada hunian Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu mahoni<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"691\" height=\"523\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.50.31.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21681\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.50.31.png 691w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.50.31-300x227.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.50.31-80x60.png 80w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.50.31-555x420.png 555w\" sizes=\"auto, (max-width: 691px) 100vw, 691px\" \/><figcaption>pixnio.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu mahoni juga dapat menjadi alternatif untuk bahan bangunan yang baik. Penggunaan kayu mahoni disarankan untuk didalam ruangan. Hal ini dikarenakan tingkat keawetan dan kekuatan kayu ini tidak terlalu tinggi, sehingga mudah diserang rayap dan rentan akan perubahan cuaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Daya tarik kayu ini berada pada warna merah pada kayu, teksturnya yang cantik, serat kayu yang tampak lurus dan solid, serta harganya yang relatif lebih murah dan terjangkau. Umumnya kayu mahoni dimanfaatkan sebagai furnitur <em>indoor<\/em> atau mebel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu Sonokeling<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21683\" width=\"582\" height=\"455\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41.png 893w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41-300x234.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41-768x600.png 768w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41-696x544.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-12.59.41-537x420.png 537w\" sizes=\"auto, (max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><figcaption>aptdeco.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu sonokeling merupakan jenis kayu tropis yang tergolong dalam jenis kayu mewah. Hal ini dikarenakan kayu ini memiliki banyak keunggulan seperti tingkat keawetan yang sangat bagus,tahan terhadap perubahan cuaca, dan tahan terhadap serangan hama seperti rayap dan jamur karena memiliki getah pengusir hama alami.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab kayu sonokeling tergolong mewah adalah karena warna dan tekstur kayu sonokeling yang cantik, indah, sekaligus elegan. Warna kayu ini cokelat kehitaman dan terkadang memiliki corak loreng dengan warna cokelat tua sehingga cocok dijadikan sebagai bahan mebel tanpa dipoles cat tambahan seperti gambar <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/furniture\/meja.html\">meja<\/a> diatas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu pinus<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.06.53.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21684\" width=\"579\" height=\"484\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.06.53.png 507w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.06.53-300x251.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.06.53-502x420.png 502w\" sizes=\"auto, (max-width: 579px) 100vw, 579px\" \/><figcaption>id.pinterest.com\/pin\/251568329174233954<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu pinus atau biasa juga disebut sebagai kayu jati Belanda merupakan salah satu jenis kayu yang sering dijadikan bahan bangunan, terutama&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/rak-dan-penyimpanan\/lemari-dan-loker.html\">furnitur<\/a>. Namun kayu ini memiliki beberapa kekurangan seperti daya tahan yang cukup rendah, mudah <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/pembunuh-kuman-vs-serangga-misterius\/\">terserang serangga<\/a>, dan tidak tahan akan perubahan cuaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Kayu ini sangat bagus untuk furnitur sebab memiliki corak serat putih dan cokelat yang sangat mengesankan. Terlebih, kayu pinus ini memiliki tekstur yang lunak dan ringan sehingga mudah untuk dibentuk. Warna kayu pinus juga lebih terang dibanding material kayu lainnya, sehingga dapat dijadikan sebagai <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/rumah-tangga\/dekorasi-rumah.html\">hiasan ruangan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu Kelapa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"695\" height=\"556\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.15.36.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21685\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.15.36.png 695w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.15.36-300x240.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.15.36-525x420.png 525w\" sizes=\"auto, (max-width: 695px) 100vw, 695px\" \/><figcaption>catkayu.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu kelapa yang biasa digunakan sebagai material rumah adalah kayu dari <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/rumah-tangga\/dekorasi-rumah.html\">pohon kelapa<\/a> yang sudah memiliki usia 60 tahun keatas karena pohon tersebut tidak akan menghasilkan buah lagi atau dapat dibilang sudah tidak produktif lagi. <\/p>\n\n\n\n<p>Kayu jenis ini memiliki kelebihan mudah dijadikan sebagai balok kayu yang cocok digunakan untuk tiang penyangga atap rumah atau sebagai alas lantai seperti digambar. Hanya saja, beberapa jenis pohon kelapa memiliki kualitas kayu yang buruk. Misalnya, terdapat serat pada kayu yang tidak begitu rapat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu Kamper<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.26.04.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21686\" width=\"576\" height=\"437\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.26.04.png 509w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.26.04-300x228.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.26.04-80x60.png 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><figcaption>id.pinterest.com\/pin\/370772981805328502<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Seperti namanya, jenis kayu ini memiliki aroma yang khas menyerupai kamper sehingga dinamakan sebagai kayu kamper. Serat pada kayu yang satu ini bertekstur halus dan indah. Kayu ini juga kuat akan serangan <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/hobi-dan-gaya-hidup\/taman.html\">serangga<\/a> dan beratnya yang lebih ringan dari pada kayu jati menjadi keunggulan tersendiri bagi kayu jenis ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Sama dengan kayu lainnya, kayu kamper juga dapat dijadikan sebagai alternatif kayu dengan kualitas baik untuk bahan bangunan. Biasanya kayu kamper digunakan sebagai material untuk membuat pintu dan jendela, hal ini dikarenakan kayu memiliki daya tahan yang cukup kuat dengan harga yang relatif murah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kayu Meranti Merah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"713\" height=\"541\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-21687\" srcset=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13.png 713w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13-300x228.png 300w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13-80x60.png 80w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13-696x528.png 696w, https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-13.43.13-554x420.png 554w\" sizes=\"auto, (max-width: 713px) 100vw, 713px\" \/><figcaption>id.pinterest.com\/pin\/489907265693072925<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jenis kayu terakhir ini adalah kayu meranti merah. Kayu meranti merah biasanya cocok dijadikan sebagai material bangunan karena cukup kuat dan awet. Kayu ini terdiri atas dua macam kayu lagi yaitu layu meranti dengan merah muda dan kayu meranti dengan merah tua.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur kayu ini cukup keras dan tidak mudah memuai atau menyusut oleh perubahan cuaca. Kayu ini dapat digunakan sebagai pembuatan rangka atap,&nbsp;<em>railing&nbsp;<\/em>tangga, kusen pintu atau <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/home-improvement\/jendela.html\">jendela<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/membersihkan-lantai-cara-baru\/\">alas lantai<\/a> rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>8 <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-9-jenis-tekstur-kayu-serta-kelebihan-dan-kekurangannya\/\">Jenis kayu<\/a> di atas dapat kita peroleh dari indonesia <em>loh<\/em> Ruppers! Setiap kayu pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing &#8211; masing, baik pada daya tahannya atau pun harga dari kayu tersebut. Gunakanlah <a href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/8-bahan-rumah-tangga-ampuh-penghilang-goresan-pada-furnitur-kayu\/\">jenis kayu<\/a> yang sesuai dengan kebutuhan hunian dan tetap  memperhatikan kekurangan dan kelemahan kayu tersebut <em>yah<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis kayu &#8211; kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Indonesia sendiri merupakan negara yang diberkati dengan berbagai macam kayu yang berkualitas loh! Namun, kayu di Indonesia memiliki banyak varian jenis. Berbeda jenis, maka berbeda pula keunggulannya. Penasaran? Simak yuk 8 jenis kayu Indonesia berikut ini. Kayu jati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":21677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2518,2515],"tags":[3132,3133,3134,3135],"class_list":["post-21675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hobby","category-living","tag-jenis-kayu","tag-kayu-indonesia","tag-kekurangan-kayu","tag-kelebihan-kayu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog ruparupa\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-24T07:18:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-11-24T02:01:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"795\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ratu Amelia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@RupaRupaCom\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ratu Amelia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ratu Amelia\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6\"},\"headline\":\"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia\",\"datePublished\":\"2020-07-24T07:18:16+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-24T02:01:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/\"},\"wordCount\":810,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png\",\"keywords\":[\"jenis kayu\",\"kayu indonesia\",\"kekurangan kayu\",\"kelebihan kayu\"],\"articleSection\":[\"Hobby\",\"Living\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/\",\"name\":\"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png\",\"datePublished\":\"2020-07-24T07:18:16+00:00\",\"dateModified\":\"2021-11-24T02:01:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6\"},\"description\":\"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png\",\"width\":795,\"height\":620},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog ruparupa\",\"description\":\"Home Living, Lifestyle, Hobbies\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6\",\"name\":\"Ratu Amelia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Ratu Amelia\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ruparupa.com\\\/blog\\\/author\\\/ratu-amelia\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa","description":"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa","og_description":"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.","og_url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/","og_site_name":"Blog ruparupa","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruparupacom","article_published_time":"2020-07-24T07:18:16+00:00","article_modified_time":"2021-11-24T02:01:46+00:00","og_image":[{"width":795,"height":620,"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png","type":"image\/png"}],"author":"Ratu Amelia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@RupaRupaCom","twitter_site":"@RupaRupaCom","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ratu Amelia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/"},"author":{"name":"Ratu Amelia","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6"},"headline":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia","datePublished":"2020-07-24T07:18:16+00:00","dateModified":"2021-11-24T02:01:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/"},"wordCount":810,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png","keywords":["jenis kayu","kayu indonesia","kekurangan kayu","kelebihan kayu"],"articleSection":["Hobby","Living"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/","name":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia - Blog ruparupa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png","datePublished":"2020-07-24T07:18:16+00:00","dateModified":"2021-11-24T02:01:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6"},"description":"Kayu menjadi material yang sangat sering digunakan baik untuk kusen, lemari, atau furnitur lainnya. Simak yuk 8 jenis kayu berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png","contentUrl":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Screen-Shot-2020-07-24-at-11.56.27.png","width":795,"height":620},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/mengenal-8-jenis-kayu-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal 8 Jenis Kayu Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/","name":"Blog ruparupa","description":"Home Living, Lifestyle, Hobbies","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/#\/schema\/person\/6cbb2c497282a38ad1fb09f338a058f6","name":"Ratu Amelia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d167f81da8b7157dfcc30371a69910a2849108b579cb8df1deface787dd026ec?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Ratu Amelia"},"url":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/author\/ratu-amelia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21675"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21690,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21675\/revisions\/21690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}