11 Tradisi Natal di Indonesia yang Unik dan Beragam

0
1780
Promo payday

Umumnya, tanggal 25 Desember umat kristiani akan menghadiri ibadah Natal di gereja dan berkumpul bersama keluarga untuk makan bersama, serta berbagi hadiah. Namun,  jarang yang tahu kalau setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi Natal yang unik dan berbeda-beda. 

Tradisi Natal di Indonesia yang penuh makna

Indonesia memiliki ragam budaya yang berasal dari sabang sampai merauke. Tidak heran bila setiap daerah memiliki tradisi Natal yang berbeda-beda, seperti berikut ini.

1. Tradisi Natal di Ambon dengan Bunyi Sirine dan Lonceng

Tradisi natal
Source: Kompas

Salah satu ciri khas perayaan Natal di Ambon yang paling populer adalah sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan secara bersamaan. 

Akan tetapi, ada tradisi khusus lainnya yang dilakukan warga  di kota Naku, Kabupaten Leitimur Selatan. Biasanya, mereka akan menggelar upacara adat ‘penyucian’ sebagai lambang pembebasan dari dosa.

Upacara ini akan dimulai dengan berkumpul di rumah komunitas warga untuk mengadakan ritual adatnya masing-masing. Setelah itu, disusul dengan warga yang berkumpul di rumah adat sambil menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa daerah dan menari dengan iringan Tifa (alat musik tradisional). Para perempuan akan membawa sirih, pinang, dan minuman tradisional, yang disebut sopi. 

2. Wayang kulit yang Jadi Tradisi Natal Di Yogjakarta

Tradisi-natal-di-Yogyakarta
Source: Grid.id

Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional, termasuk saat merayakan hari raya Natal. Nah, umumnya perayaan Natal di kota ini akan diwarnai dengan pertunjukan wayang kulit, yang bertemakan tentang kelahiran Yesus Kristus.

Selain itu, saat melakukan ibadah, para pemuka agama akan melaksanakannya dalam bahasa jawa kromo inggil. Mereka juga akan menggunakan pakaian khas Yogyakarta, seperti beskap dan blangko. 

3. Kunci Taon yang Menjadi Tradisi Natal Manado

Tradisi natal Kuci taon
Source: Tribune

Masyarakat Manado punya tradisi natal  bernama Kunci Taon, yaitu melakukan parade keliling kota dengan kostum sinterklas. Selain itu, lagu-lagu Natal pasti sudah mulai bergema di mana-mana, mulai dari warung pinggir jalan,mall, pertokoan, hingga angkutan umum, sejak  awal Desember. 

Tak hanya itu, anak-anak muda akan berperan sebagai sinterklas dan keliling rumah untuk memberikan hadiah kepada anak-anak. Sebagian warga Manado juga memiliki kebiasaan untuk melakukan pawai keliling, serta mengunjungi makam kerabat dan membersihkannya. Inilah yang membuat tradisi Natal di Manado berbeda dari daerah lainnya.

Baca Juga:   Intip 10 Dekorasi Dapur Kekinian Dengan Tema Natal

4. Barapen yang Jadi Tradisi Natal Papua

Tradisi natal papua
Source: Detik

Di Papua, tradisi barapen menjadi salah satu acara yang wajib dilakukan dari tahun ke tahun. Tradisi Natal ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur, kebersamaan, dan berbagi. Barapen sendiri adalah acara membakar batu, yang nantinya akan digunakan untuk memasak daging sebagai hidangan makan bersama.

Dalam persiapan upacara barapen, para pria akan membuat lubang untuk meletakkan batu panas yang menyala. Kemudian, dalam lubang tersebut akan dimasukkan daun pisang untuk memasak daging babi  yang sudah disiapkan.

Lalu, ditutupi dengan daun tebal dan dialasi lagi memakai batu hingga 3 tingkat. Sedangkan para wanita, menyiapkan sayuran, seperti kangkung, pakis, singkong, bayam, dan pepaya, serta ubi jalar.

5. Ngejot yang Jadi Tradisi Natal Di Bali

Tradisi natal ngejot
Source: Detik

Pulau Dewata tidak hanya penuh pesona, tapi juga dikenal memiliki toleransi beragama yang sangat tinggi. Meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu, tetapi perayaan Natal tetap dapat dilaksanakan dengan cara unik. Salah satu tradisi Natal di Bali yang paling terkenal adalah Ngejot.

Dalam tradisi ini, masyarakat Bali akan saling mengantarkan makanan kepada keluarga dan tetangga. Dalam bingkisan tersebut, biasanya berisi makanan khas Bali, seperti lawar urap, sate babi, dan makanan khas Bali lainnya.

Uniknya, saat mengantarkan bingkisan ini, masyarakat Bali akan mengenakan pakaian adat dan menghiasi jalanan dengan penjor (daun mirip bambu), yang melambangkan naga Anantaboga. Tradisi ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali perasaudaraan, tetapi juga menjadi simbol kerukunan umat beragama di Bali.

6. Tradisi Natal Penjor di Bali

Tradisi natal Bali
Source: piaagungbali

Selain tradisi Ngejot, ada satu lagi tradisi natal yang dilakukan di Bali, yaitu Penjor. Tradisi ini terinspirasi dari perayaan Galungungan yang dilakukan umat Hindu. Biasanya, dalam perayaan ini setiap warga kristiani akan menghiasi rumah dan gereja dengan janur kuning. Lalu, mereka akan mengenakan baju tradisional, seperti kebaya, selendang, dan juga kain kamen berwarna hitam dan putih, saat beribadah di Gereja.

7. Lovely Desember Jadi Tradisi Natal Di Toraja

Tradisi natal Toraja
Source: celebes

Festival Budaya dan Pariwisata “Lovely Desember” merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Toraja. Tradisi ini merupakanbentuk syukur menyambut Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat Toraja, yang mayoritas beragama Kristen.

Festival ini memiliki berbagai acara, seperti pameran kuliner dan kerajinan daerah, serta lomba kerajinan tradisional dan kerajinan bambu. Puncak dari festival ini adalah pesta kembang api dan prosesi Lettoan, yang diadakan pada tanggal 26 Desember.

Baca Juga:   52 Ucapan Selamat Natal Untuk Teman Terbaik

Lettoan adalah ritual mengarak babi dengan simbol budaya yang mewakili tiga dimensi kehidupan manusia. Tiga simbol yang digunakan adalah:

  • Saritatolamban berupa tangga, yang melambangkan doa dan harapan untuk kehidupan  lebih baik.
  • Matahari melambangkan sumber cahaya kehidupan.
  • Bunga melambangkan kesuksesan hidup masyarakat Toraja.

8. Marbinda yang Jadi Tradisi Natal Di Sumatera Utara

Tradisi natal di Indonesia
Source: Pikiran rakyat

Marbinda merupakan tradisi Natal yang mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban.

Jenis hewan kurban yang dipersembahkan sangat beragam, mulai dari babi, lembu, atau kerbau yang dagingnya akan dibagikan kepada seluruh warga yang telah berdonasi. Tradisi Marbinda ini dilakukan sebagai lambang kebersamaan dan gotong royong.

9. Meriam Bambu, Tradisi Natal Di Flores

Tradisi natal meriam bambu
Source:Popbela

Perayaan Natal di Flores, tepatnya di Pulau Nusa Tenggara Timur , cukup unik dan meriah. Mereka punya tradisi menyalakan meriam bambu. Jika Anda berkunjung ke Flores pada bulan Desember, bersiaplah untuk mendengar suara dentuman meriam bambu, yang diadakan saat malam Natal hingga Tahun Baru.

Tradisi unik lainnya di Kota Flores adalah  lomba membuat “Kandang Natal” di gereja, yang menjadi tradisi untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus di dalam tempat  yang penuh dengan kesederhanaan.

10. Rabo-Rabo yang Jadi Tradisi Natal di Jakarta

Tradisi Natal raborabo
Source: Raborabo

Jarang ada yang tahu kalau rabo rabo adalah tradisi orang-orang keturunan portugal yang tinggal di Kampung Tugu, tepatnya di kawasan Cilincing. Tradisi ini diawali dengan mengunjungi gereja terdekat dan rumah warga lain sebagai bentuk kebersamaan.

Namun, yang berbeda dari tradisi rabo-rabo adalah iringan musik tradisional Keroncong Tugu, serta tarian yang dilakukan bersama-sama. Puncaknya, setelah menari bersama, warga akan mandi bedak warna warni sebagai bentuk penebusan dosa dan permintaan maaf menjelang tahun baru mendatang.

11. Van vare, Tradisi Natal Di Larantuka

Tradisi natal Larantuka
Source: Media Indonesia

Tradisi Natal di Indonesia lainnya yang tidak kalah seru adalah Van are di Larantuka. Setiap memperingati kelahiran Yesus Kristus, warga Flores Timur akan melakukan pertunjukan berbagai musik orkestra dan paduan suara yang menyanyikan lagu natal dengan merdu.

Dalam kegiatan ini, setiap lagu yang dimainkan memiliki tujuan mulia, yaitu mengingatkan untuk selalu hidup dalam jalan yang benar. Tidak ketinggalan juga ada Sinterklas yang membagikan hadiah untuk anak-anak di daerah tersebut.

Itu dia beberapa tradisi natal di Indonesia, yang tidak hanya menjadi hari raya bagi umat Kristen, tetapi juga waktu untuk berbagi sukacita bersama dengan orang yang dicintai. Jangan lupa untuk membawa dapat membawa kemeriahan Natal dengan mengaplikasikan dekorasi Natal warna-warni di rumah.