Tips Memilih Stabilizer Yang Aman Untuk Rumah

0
2382
stabilizer yang aman

Salah satu komponen utama yang harus rumah miliki , dan sangat membantu dalam menstabilkan listrik, adalah stabilizer yang aman. Apalagi, banyak sekali perabotan elektronik di rumah yang terhubung dengan listrik, seperti komputer, yang tersusun atas komponen-kompoonen berbeda-beda. Selain itu, sejatinya, dibutuhkannya stabilizer yaitu, bertujuan untuk membantu dalam menstabilkan arus dan daya yang ada di perangkat elektronik tersebut.

Selain itu, adanya stabilizer di rumah, juga berperan sebagai power supply. Dengan adanya stabilizier, makan ini membantu komponen – komponem pada perangkat elektronik tersebut, tidak mudah rusak. Mengingat kadang kala, penggunaan dari adanya voltase, sering sekali tidak stabil, dan mengganggu cara dari kinerja peralatan elektronik, alhasil dampak yang terjadi pada perangkat elektronik tersebut adalah rusak.

Ruparupa Banner

Selain itu, fungsi stabilizer bagi elektronik di rumah adalah, membantu menahan segala macam bentuk arus dengan tipe built in, agar dapat masuk secar maksimal pada perangkat, yang mana hal ini sering sekali terjadi karena adanya daya pada tegangan listrik, yang sering mengalami naik dan turn arus, ataupun akibat dari perubahan daya yang terdapat di generator. Karena itulah, pemakaian stabilizer, harus benar-benar dilakukan, dijaga, dan dimaksimalkan.

Pemakain stabilizer di rumah, juga dipengaruhi oleh faktor perkembangan teknologi saat ini, yang kadang kala sering sekali tidak bisa menyesuaikan dengan arus listrik yang ada di rumah, mengingat keragaman dari teknologi tersebut diimplementasikan sebagai produk elektronik yang super canggih saat ini.

Tips Memilih Stabilizer Yang Aman Untuk Rumah

Untuk bisa mendapatkan stabilizer yang berkualitas dan aman Anda gunakan, maka, berikut ini tips-tips yang harus dilakukan pengguna saat ingin membeli stabilizer, yaitu :

1. Ketahuilah Terlebih Dahulu Sambungan Listrik Yang Ada

pro stabilizer analog
Krisbow Pro Stabilizer Analog 1500 Va

Tips pertama yang harus dilakukan oleh pengguna adalah, ketauhilah dulu sambungan listrik yang digunakan pada stabilizer tersebtu. Dimana, setiap stabilizer, pasti memiliki tingkat volt dan arus listrik yang berbeda, dan pemakaian bisa digunakan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Terutama, khusus komputer, penggunaan stabilizer haruslah berbeda, dari elektronik lainnya.

2. Coba Cek Daya Listrik Yang Digunakan

analog stabilizer
Powerlite Analog Stabilizer Sh 1000 – Hitam

Tips kedua, yang harus digunakan dalam menggunakan stabilizer adalah, cobalah untuk mengecek dahulu sepert apa daya listrik yang akan digunakan. Apalagi proses pengecekan adalah hal yang paling utama, dan sangat penting diperhatikan, karena daya pasang pada input stabilizer, harus disesuaikan berdasakan kelebihan dan kelemahan yang dimiliki pada voltage stabilizer tersebut

3. Hitunglah Besar Ukuran Stabilizer Yang Dibutuhkan

pro stabilizer
Krisbow Pro Stabilizer 500 Va

Berikutnya, tips ketiga yang harus Anda lakukan adalah, cobalah untuk menghitung ukuran stabilizer yang Anda butuhkan, sehingga akan menghasilkan tegangan volt listrik yang pas. Pada penghitungan ini, bisa dengan memakai tipe AVO meter yang multitester ukur, pada skala pengukurannya yaitu dari ukuran paling terkecil adalah, 130 volt, 180 volt, dan 240 volt.

4. Gunakalah Tipe Stabilizer Yang Cocok

analog stabilizer
Powerlite Analog Stabilizer Sh 7500 – Hitam

Lalu, tipe berikutnya adalah, cobalah untuk menggunakan tipe stabilizer yang cocok dan dan pas, sehingga dapat Anda gunakan untuk mengatur watt yang pas dan tepat. Apalagi, saat ini ada banyak sekali jenis stablizier yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di pasaran. Pertama, adalah jenis dari stabilizer yang menggunakan kualitas sevo motor. Lalu, yang kedua, adalah menggunakan relay, dan yang ketiga adalah menggunakan digital control.

Baca Juga:   8 Makanan yang Benar-Benar Menyebabkan Kanker

Selanjutnya, jenis stabilizer yang keempat, adalah menggunakan sistem dengan tipe ferro resonant, dan juga line conditioner. Dari semua stabilizer tersebut, memiliki kelebihan dan kekurangan, yang dapat dikondisikan dengan besar watt listrik yang ada dirumah. Sehingga, pastikan keputusan yang dimiliki dalam memilih stabilizer tersebut, benar-benar harus tepat, agar tidak mengalami kerugian.

5. Pertimbangan Matang Ketika Memasang Stabilizer

pro stabilizer analog
Krisbow Pro Stabilizer Analog 1000 Va

Berikutnya, tips yang harus dijalankan berikutnya adalah, melakukan pertimbangan agar hasilnya tidak terbuang sia-sia. Dimana, pertimbangan tersebut adalah, memastikan jika sistemasi pada penggunaan stabilizer menggunakan sistem play dan plug, yang dapat digunakan kapan saja. Terlebih lagi, didalam stabilizer yang mempunyai kualitas bagus, akan dilengkapi oleh perangkat tambahan yang bagus dan aman.

6. Perhatikan Suku Cadang Stabilizer

analog stabilizer
Powerlite Analog Stabilizer Sh 500 – Hitam

Nah, cara berikutnya yang harus dilakukan adalah, cobalah perhatikan seksama suku cadang yang dimiliki stabilizer tersebut. Dimana, hal ini akan menentukan, stabilizer tersebut, baik atau tidak untuk dibeli dan digunakan. Adapun untuk mendapatkannya, bisa dengan cara menanyakan dari staff yang bekerja, atau menghubungi contact person. Dan, keberadaan dari suku cadang tersebut, juga menyebar luas.

7. Harus Memiliki Jaminan Garansi Yang Jelas

stabilizer
Powerlite Stabilizer 3 Phase Sh3-45000

Terakhir, cara yang bisa dilakukan berikutnya adalah, pastikan jika stabilizer tersebut, memiliki jaminan dari garansi yang jelas dan pas, dimana ini akan memudahkan pembeli, bisa menggunakan elektronik yang pas, dan tidak menimbulkan masalah apapun yang akan merugikan pembeli. Karena, jika tiba-tiba stabilizer mengalami kerusakan, maka stabilizer bisa dikleim atau digaransikan, sesuai waktu yang ditentukan.

Nah, itulah tadi ragam informasi menarik seputar tips-tips yang harus dipenuhi oleh pembeli, untuk membeli stabilizer yang bagus dan tepat, dengan kualitas yang aman dan super canggih. Semoga info ini bisa memberikan manfaat luar biasa. Selamat membeli!

Editor: Sharon Suryaatmadja