6 Obat Covid Untuk Isolasi Mandiri & Dosis Pemakaiannya

0
727
obat covid untuk isolasi mandiri
Source: Pixabay

Bagi orang yang terpapar infeksi virus covid dan hanya perlu melakukan isoman, maka sangat perlu untuk memperhatikan jenis obat covid untuk isolasi mandiri yang dikonsumsi.

Pasalnya obat tersebut akan mempengaruhi proses pemulihan, dan tingkat keparahan penyakit yang terjadi.

Sehingga dari fakta kesehatan inilah dapat menunjukan kalau pasien covid-19 tidak boleh mengonsumsi obat-obatan beserta vitamin yang sembarangan

Terkait hal ini sebenarnya pemerintah telah mulai membagikan paket obat gratis untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri yang terdiri atas

  1. Vitamin untuk warga yang terbukti positif covid tanpa gejala atau kasus konfirmasi. Untuk membuktikannya perlu ada keterangan test PCR
  2. Sedangkan untuk warga yang menunjukan hasil PCR positif dan merasakan gejala ringan atau sedang seperti demam serta hilang indera penciuman, maka akan mendapatkan vitamin dan obat.
  3. Selanjutnya bagi warga mengalami infeksi Covid dengan keluhan demam dan batu kering, maka akan ada obat dan vitamin yang diberikan.

Paket obat sendri, akan diberikan untuk 7 hari mendatang dan diantar oleh Babinsa dan Petugas Puskesmas kepada warga yang isoman.

Sementara itu bagi orang yang ingin membeli secara langsung, maka dapat membeli jenis obat sesuai saran dokter.

Obat covid untuk isolasi mandiri

obat covid untuk isolasi mandiri
Source: Pixabay

Obat-obatan pada setiap pasien covid-19 bisa berbeda, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya dan kondisi pasien secara umum.

Dalam penggunaannya obat-obatan harus tetap harus mengikuti sesuai anjuran dan saran dokter. Berikut ini adalah rekomendasi obat covid untuk isolasi mandiri yang perlu dikonsumsi beserta dosisnya menurut laman Alodokter.

Favipiravir

obat covid isolasi mandiri Favipiravir
Source: Flicker CC

Favipiravir adalah obat covid-19 yang juga berguna untuk membasmi virus influenza. Terlihat dari sebuah riset yang menunjukan kalau obat ini cukup efektif untuk mempercepat pemulihan bagi pasien covid 19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kategori pasien: pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang, juga yang memiliki penyakit penyerta.

Bentuk obat: tablet 200 mg

Dosis:

  • Hari pertama: 1600 mg (8 tablet dalam 1x konsumsi), (2 x sehari dengan selang waktu 12 jam)
  • Hari kedua: 600–800mg (3 tablet atau 4 tablet dalam 1x minum), (2 kali sehari dengan selang waktu 12 jam)
  • Untuk hari ketiga hingga kelima aturan tetap sama seperti hari kedua

Oseltamivir

obat covid untuk isolasi mandiri Oseltamivir
Source: Kompas

Oseltamivir adalah obat yang memiliki kemampuan untuk membunuh virus influenza tipe A dan tipe B. Namun sementara itu untuk efektivitasnya mengatasi covid-19 masih dalam tahap penelitian. Meskipun begitu, obat ini masih boleh diberikan untuk pasien covid yang  mengalami gejala influenza.

Kategori pasien: pasien covid-19 gejala ringan

Bentuk obat: kapsul 75 mg

Dosis: 2x sehari (setiap 12 jam sekali), dikonsumsi selama 5−7 hari

Paracetamol

obat covid 19 isolasi mandiri pracetamol
Source: Wikimedia

Paracetamol (acetaminophen) obat untuk berguna untuk menurunkan demam dan meredakan keluhan nyeri seperti nyeri otot, sakit kepala yang biasanya terjadi pada pasien COVID-19.

Kategori pasien: pasien covid-19 gejala ringan

Bentuk obat: tablet 500 mg

Dosis:  3 hingga 4 kali sehari

Azithromycin

Azithromycin obat corona
Source: Pixnio

Azithromycin adalah antibiotik yang memiliki fungsi untuk mengobati infeksi bakteri. Misalnya mengatasi infeksi saluran telinga, pernapasan, mata, kulit, hingga saluran kemih.

Namun obat ini tidak berfungsi untuk membasmi virus pada pasien covid-19. Tapi mampu mencegah infeksi bakteri dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi seperti sepsis dan pneumonia.

Kategori pasien: untuk gejala ringan

Bentuk obat: tablet 500 mg

Dosis: 1 x sehari, dikonsumsi selama 5 hari

Vitamin C

obat corona isolasi mandiri vitamin c
Source: pxfuel

Vitamin C dapat sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mampu melawan mikroorganisme penyebab penyakit berbahaya sekalipun seperti covid-19. Untuk dosisnya sangat bervariasi tergantung dengan merek dan usia yang mengonsumsi

Kategori pasien: pasien covid-19 gejala ringan dan tanpa gejala

Bentuk vitamin: tablet 500 mg

Dosis:

  • Untuk dosis 500 mg, dapat dikonsumsi 3 kali sehari selama 14 hari
  • Tablet isap vitamin C, 2 x sehari atau setiap setiap 12 jam sekali untuk 30 hari

Vitamin D

Manfaat Vitamin D
Manfaat Vitamin D

Sumber vitamin yang sangat bermanfaat untuk tubuh karena memberikan banyak manfaat menjaga kepadatan tulang, memperkuat sistem imun, sekaligus mencegah virus untuk berkembang biak. Dosis konsumsi vitamin D juga berbeda-beda tergantung dari jenis dan merek yang digunakan.

Kategori pasien: pasien covid-19 gejala ringan dan tanpa gejala

Bentuk vitamin: tablet dan kapsul

Dosis: 400-1000 IU hingga 1000−5000 IU

  • Suplemen vitamin D 400-1000 IU, cukup 1x sehari
  • Obat yang mengandung vitamin D 1000−5000 IU, 1 x sehari

Idealnya, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, pasien perlu menjalani tes darah untuk memantau kadar vitamin D dalam tubuhnya terlebih dahulu.

Jika kadar vitamin D rendah, maka pasien boleh mendapatkan obat yang berisi vitamin dengan kadar lebih tinggi. Namun, jika kadar dalam tubuh sudah cukup maka pasien boleh mengonsumsinya dengan batas wajar

Selain vitamin di atas yang diberikan pada pasien covid-19, ada juga multivitamin lainnya yang mengandung vitamin B, vitamin E, dan zinc. Jenis vitamin ini dapat dikonsumsi sebanyak 1−2 tablet dalam sehari selama 30 hari.

Tapi ingat perlu diperhatikan juga untuk mengonsumsi makanan yang bernutrisi dengan gizi seimbang. Hal ini sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan.

Golongan orang yang boleh menjalankan isolasi mandiri

Isolasi mandiri
Source: Pixabay

Tidak semua orang disarankan untuk menjalani isolasi mandiri, karena hanya boleh bagi pasien covid yang tanpa gejala atau bergejala ringan.

Serta hanya berlaku untuk warga berusia di bawah 45 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, asma atau kanker.

Berbeda bagi mereka yang terinfeksi dengan gejala berat, harus melakukan konsultasi terlebih dahulu atau segera mendapatkan penanganan dokter. Alasannya golongan pasien ini karena dapat berisiko kematian mendadak akibat saturasi oksigen yang menurun.

Tapi jangan salah ancaman kesehatan tersebut bukan saja berlaku bagi pasien dengan gejala berat, tapi juga orang yang mungkin saja mengalami happy hypoxia.

Karena hal inilah setiap orang yang menjalani isoman selama 14 hari, harus memiliki alat kesehatan berkualitas yang dapat memantau kadar oksigen dalam darah secara berkala.

Dari sekian banyak brand yang beredar di pasaran, ada salah satu brand yang sudah mengusung teknologi tinggi dan mendapatkan izin resmi yaitu Sowell.

oximeter terbaik
      Beli disini

Kelebihan lainnya Sowell sudah terbukti sebagai alat kesehatan yang berkualitas tinggi, aman dan menawarkan layanan garansi setelah transaksi. Pelayanan inilah yang jarang ada pada produk kesehatan brand lainnya. Dengan adanya keunggulan “sales after service”, penggunanya tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada produk yang sudah dibeli.

Alat kesehatan dari Sowell juga memiliki fitur lengkap dalam satu alat mulai dari respon perhitungan yang cepat, akurat, serta mudah dalam menggunakannya secara mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan profesional. Cocok untuk membantu menjaga kesehatan diri dan keluarga di rumah.

Untuk mendapatkan produk yang beragam segera kunjungi Ruparupa, platform belanja yang mengedepankan kenyamanan, keamanan serta kemudahan bagi penggunanya. Yuk belanja sekarang juga!

Sumber artikel pemakaian dosis obat:

  • Alodok
  • Haldoc