Jenis Obat Cina Covid Lianhua Qingwen yang Diizinkan BPOM

0
159
obat covid 19 isolasi mandiri pracetamol
Source: Wikimedia

Pada masa pandemi ini, obat cina covid Lianhua Qingwen menjadi salah satu alternatif obat yang dicari pasien covid-19 saat melakukan isolasi mandiri. Bahkan, seringkali menjadi salah satu obat obatan pelengkap, disamping obat yang telah diresepkan oleh dokter.

Apalagi, produk ini semakin viral sejak artis Nafa Urbach membagikan kisah dirinya, yang sembuh hanya dalam waktu 6 hari setelah terpapar virus corona. Pada akun Instagram mantan istri Zack Lee ini, Nafa menuliskan jika dirinya bisa sembuh dengan cepat karena khasiat obat China yang mujarab. Tidak mengherankan kalau banyak orang yang menanyakan perihal produk medis tersebut.

Meskipun terlihat efektif, Anda juga  tetapharus berhati-hati terhadap penggunaanya, terutama bagi yang belum mengetahui tentang obat ini sebelumnya.

Oleh karena itu, cari tahu dulu apa itu Lianhua Qingwen? Apakah benar obat ini efektif untuk mempercepat masa penyembuhan, dan sudah mendapat izin dari BPOM?

Fungsi dan Komposisi Obat Cina Covid Lianhua Qingwen

obat covid 19 isolasi mandiri pracetamol
Source: Wikimedia

Lianhua Qingwen adalah obat yang berasal dari 13 kombinasi tumbuhan dan merupakan produk herbal dari China.

Kegunaan utama obat cina covid Lianhua Qingwen: adalah untuk membantu menurunkan demam, mengurangi serta meringankan gejala influenza, panas dalam, demam, nyeri sendi / pegal linu, hidung tersumbat dan beringus, sakit kepala, batuk hingga tenggorokan kering.

Komposisi obat cina covid Lianhua QingwenPogostemon cablin, Rheum palmatum, Forsythia suspensa, Lonicera japonica, Ephedra sinica, Houttuynia cordata, Prunus sibirica, 1-menthol. Isatis indigotica, Glycyrrhiza uralensis, Dryopteris crassirhizoma, Rhodiola crenulata.

Perbedaan Dua Obat Cina Covid Lianhua Qingwen yang Ada di Indonesia

Membedakan Obat cina covid
Source: Media Indonesia

Jangan mudah termakan berita yang belum jelas. Meskipun sebagian orang mengatakan obat ini efektif untuk mempercepat masa penyembuhan, ada baiknya untuk mencari terlebih dahulu pada para ahli.

Melansir dari akun Instagram @AdamPrabata, seorang dokter, menjelaskan kalau saat ini terdapat 2 jenis Lianhua Qingwen (LQC) yang ada di Indonesia, yaitu obat donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM) dan produk lainnya dengan Nomor Izin Edar (NIE) TI144348471 dengan pemilik atas nama PT. INTRA ARIES.

Dari keduanya, Lianhua Qingwen Capsules donasi telah dicabut izin edarnya oleh BPOM. Bahkan, tidak lagi menjadi rekomendasi untuk penanganan Covid-19 karena beberapa alasan, seperti tidak mengurangi angka kematian, tidak mempercepat hasil swab menjadi negatif,  tidak menahan laju keparahan, serta adanya kandungan bahan yang terlarang yaitu ephedra.

Baca Juga:   20 Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat Pemula

Larangan BPOM untuk penggunaan Lianhua Qingwen Capsule (LQC) Tanpa Izin Edar

Bpom

Sejak viralnya penghentian peredaran obat cina COVID-19 donasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam memilih produk medis yang beredar di pasaran.

Pasalnya, obat cina COVID-19 Lianhua Qingwen asal China yang masuk ke Indonesia melalui jalur donasi, hanya membantu untuk mempercepat penyembuhan penanganan virus berbahaya di Indonesia.

Tidak hanya itu, pada bulan Mei kemarin dengan tegas BPOM mengatakan bahwa tidak lagi merekomendasikan obat COVID-19 tersebut. Apalagi, setelah menemukan risiko obat LQC yang lebih besar jika dibandingkan manfaatnya untuk pasien Covid

Hal ini muncul setelah mengkaji lebih jauh terkait keamanan dan manfaat yang dilakukan Badan POM terhadap produk tersebut. Dalam kajian tersebut, terbukti obat LQC hanya berfungsi untuk mengobati gejala simptomatik, seperti mempercepat hilangnya demam dan gejala simptomatik lainnya. Bahkan, ditemukan juga kandungan Ephedra, yang tidak boleh digunakan dalam obat tradisional sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat.

Penjelasan BPOM RI tentang Penghentian Produk Herbal Donasi Lianhua Qingwen Capsules (LQC) 

Melalui situs resmi Badan POM pada tanggal 30 April 2021 telah dikeluarkan penjelasan resmi, seperti berikut:

1. Saat ini, telah terdapat produk obat tradisional dengan merek LIANHUA QINGWEN CAPSULES di Indonesia. Produk tersebut telah terdaftar di Badan POM dengan Nomor Izin Edar (NIE) TI144348471 dan pemilik atas nama PT. INTRA ARIES.

2. Indikasi produk LIANHUA QINGWEN CAPSULES (LQC) yang disetujui oleh Badan POM adalah dapat membantu meredakan tenggorokan kering, panas dalam, serta membantu meredakan batuk, dengan aturan pakai dalam sehari adalah 3 kali 4 kapsul sesudah makan dan dapat digunakan oleh masyarakat tanpa resep dokter.

3. Produk LQC dengan Nomor Izin Edar (NIE) TI144348471 dengan pemilik atas nama PT. INTRA ARIES tersebut masih beredar dan tidak dicabut izin edarnya.

4.Pada tahun 2020, produk LIANHUA QINGWEN Donasi (LQC Donasi) masuk dan mendapatkan izin terbit oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas rekomendasi Badan POM melalui Sistem Layanan Perizinan Tanggap Darurat, Aplikasi Indonesia National Single Window (INSW).

5.Setelah melakukan pengkajian terkait keamanan dan manfaat yang dilakukan Badan POM terhadap produk LQC Donasi tersebut, muncul hasil sebagai berikut:

  • LQC Donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM) hanya diperbolehkan untuk mengobati gejala simptomatik, seperti mempercepat hilangnya demam dan gejala lainnya. Karena berdasarkan hasil studi, LQC Donasi tidak dapat menahan laju keparahan (severity), tidak menurunkan angka kematian, serta tidak mempercepat konversi swab test menjadi negatif.
  • Salah satu komposisi dari LQC Donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM) adalah Ephedra. Ephedra merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional (negative list) berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat.
Baca Juga:   18 Manfaat Bunga Saffron bagi Kesehatan Tubuh

6. Adapun produk LQC yang terdaftar di Badan POM memiliki perbedaan komposisi dengan produk LQC Donasi (Tanpa Izin Edar Badan POM), yaitu tidak terdapat kandungan bahan Ephedra

7. Berdasarkan hasil evaluasi dan aspek risiko-manfaat terhadap produk LQC Donasi tersebut, Badan BPOM memutuskan tidak lagi menjadikan produk LQC Donasi sebagai rekomendasi, karena risikonya yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya.

8. Badan POM juga berupaya mendorong peran Tenaga Kesehatan, dalam hal ini dokter, perawat, dan apoteker, untuk mengedukasi pasien agar bijak dan cerdas dalam menggunakan obat tradisional. Sehingga masyarakat dapat menggunakan obat tradisional sesuai indikasi dan aman terhadap kesehatan.

9. Badan POM mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan produk obat tradisional, dengan cara:

  • Tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat tradisional yang mengklaim dapat digunakan untuk menyembuhkan COVID-19.
  • Selalu lakukan Cek KLIK. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Label produk, pastikan produk yang akan dibeli dan digunakan mempunyai Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa.

Badan POM akan terus melakukan pengawasan produk di peredaran, dan menghentikan edaran produk jika mencantumkan klaim berlebihan atau tidak sesuai dengan persetujuan yang ada pada saat produk didaftarkan. Menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan tersebut, terdapat bentuk sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Selain mengawasi penggunaan obat, pasien positif covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dari rumah, juga harus secara rutin mengontrol kesehatan dengan alat medis yang berkualitas dari yang salah satunya datang dari Sowell.

Jangan lupa juga, setelah sembuh dari Covid, pastikan untuk segera mendapatkan vaksin covid-19, yang dapat meningkatkan imun tubuh.