Untuk penggunaan sesuai dengan kebutuhan pencahayaan serta efek yang diinginkan, Anda perlu mengenal jenis-jenis lampu. Tiap jenis lampu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal Anda menentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan tiap-tiap ruangan di rumah.

Inspirasi Lampu

Terima kasih kepada Thomas Alva Edison untuk cikal bakal bola lampu listriknya yang kini menerangi dunia. Teknologi lampu dan pencahayaannya berkontribusi membuat suasana lebih hidup. Bahkan dengan jenis lampu tertentu, ruangan yang sama bisa memberikan “rasa” yang berbeda.

Di periode awal ada incandescent lamp (lampu bohlam) atau dikenal sebagai tungsram di Indonesia. Cara kerjanya, listrik dialirkan pada filamen untuk pemanasan yang menghasilkan cahaya. Walaupun harganya murah, lampu ini dianggap tidak efisien karena 90 persen energi yang dihasilkan menjadi panas. Setelah eranya meredup, saat ini dunia dikuasai dua jenis teknologi bola lampu yaitu Compact Fluorescent Lamps (CFL) dan Light Emitting Diodes (LED).

Compact Fluorescent Lamps (CFL)

Lampu Compact Fluorescent ini bekerja dengan menggerakkan arus listrik dalam tabung berisi uap merkuri dan argon. Gelombang ultraviolet yang dihasilkan menyebabkan fosfor berpendar dan menghasilkan cahaya. Lampu jenis ini mulai beredar di pasaran sejak 1995.

Keunggulan:

  1. Secara rata-rata lampu ini menggunakan listrik 75 persen lebih sedikit dan bertahan 10 kali lebih lama dibanding pendahulunya, bohlam
  2. Harganya relatif murah.
  3. Penggunaan lampu ini di rumah dapat mengurangi emisi efek rumah kaca.

Kelemahan:

  1. Teknologi kompleks membuatnya kerap mengalami eror yang menyebabkan lampu bertahan lebih pendek dari waktu seharusnya.
  2. Penelitian menunjukkan jenis lampu CFL kualitas bawah lebih cepat redup.
  3. Karena mengandung merkuri, sampah dari lampu ini perlu penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
  4. Desain lampu ini memerlukan beberapa saat (30 detik hingga tiga menit) sebelum mencapai tingkat keterangan maksimalnya.

Light Emitting Diodes (LED)bohlam LED

Sering dijuluki sebagai sumber cahaya di abad ke-21, jenis lampu ini memanfaatkan teknologi semi-konduktor yang hampir sama dengan teknologi pada komputer, telepon pintar, serta alat-alat elektronik yang kita gunakan saat ini.

Keunggulan:

  1. Beberapa jenis penerangan & lampu LED mampu mengeluarkan 135 lumens/watt, bandingkan dengan bohlam yang rata-rata hanya mampu mengeluarkan 15 lumens/watt.
  2. Jenis lampu LED langsung mencapai keterangan maksimalnya tanpa perlu periode “pemanasan” seperti CFL.
  3. Lebih bersahabat dengan lingkungan, bukan hanya keefisienannya, tapi juga karena tidak mengandung material berbahaya seperti merkuri.
  4. Karena teknologi yang digunakan mirip dengan yang diterapkan pada chip komputer, lampu jenis ini sangat terkontrol bahkan warna dan tingkat keterangan tiap lampu bisa diubah sesuai keinginan.

Kelemahan:

  1. Harganya lebih mahal.
  2. Cahayanya menyebar ke segala arah. Misalnya digunakan pada lampu meja, sinarnya akan menerangi seluruh ruangan.

Setelah mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing lampu, Anda tentu tidak akan menggunakan jenis CFL untuk ruangan dengan lampu yang digunakan sesaat seperti area pantry dapur karena sifatnya yang butuh periode “pemanasan”. Sebaliknya jenis lampu ini bisa digunakan untuk ruangan dengan hiasan lampu gantung. Ruangan untuk keperluaan khusus seperti bekerja atau membaca lebih pas jika menggunakan jenis lampu LED.

Ingin mengganti lampu di rumah? Temukan berbagai inspirasi jenis-jenis lampu yang sesuai dengan kebutuhan ruangan di rumah Anda disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here