16 Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

0
34061
anak kucing
Source: uk.mypetandi

Pada umumnya anak kucing yang baru lahir akan sangat bergantung pada induknya. Namun, bagaimana jika kamu menemukannya dan ingin memeliharanya? Tidak perlu khawatir, kami akan bagikan cara merawat anak kucing tanpa induk yang bisa dilakukan.

Memang, mempunyai hewan peliharaan di rumah tidak hanya membutuhkan kasih sayang, tetapi kita juga harus mengetahui kondisi hewan tersebut agar tetap sehat. Seperti memelihara kucing yang terpisah dari induknya.

Ruparupa Banner
cara merawat anak kucing tanpa induk
Source: Pixabay

Lalu, Bagaimana Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk?

Yuk, simak beberapa cara berikut ini agar anak kucing bisa tumbuh besar dan sehat.

1. Siapkan tempat yang nyaman

Jika ingin membawa anak kucing yang lahir tanpa induk, kamu harus siap untuk merawatnya.

Salah satunya adalah dengan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka. Misalnya, dengan memberikan tempat tidur yang nyaman dan memberikan lampu sebagai penghangat, seperti berikut ini.

tempat tidur kucing
Pawise 48×7.5 Cm Tempat Tidur Kucing Deluxe Bentuk Bundar
Tempat tidur kucing dengan desain yang nyaman.

Beli di sini

tempat tidur untuk merawat anak kucing
Pawise Tempat Tidur Hewan 3 In 1
Terbuat dari kain dan busa lembut untuk anak kucing.

Beli di sini

2. Selalu Temani Anak Kucing

Biasanya, induk kucing akan melahirkan beberapa ekor anak kucing yang menggemaskan. Sayangnya, tidak semua orang bisa memeliharanya sekaligus.

Namun, jika kamu memutuskan untuk memeliharanya semua, pastikan mereka berada pada satu tempat. Tujuannya adalah agar mereka tetap merasa hangat dan nyaman, meskipun tanpa kehadiran induknya.

anak kucing
Source: uk.mypetandi

3. Memberikan susu yang tepat

Secara umum, anak kucing biasanya membutuhkan susu induknya. Namun, bila kamu memelihara tanpa induknya, kamu bisa menggunakan susu pengganti yang tepat.

Hindari memberikan susu sapi atau cairan yang mengandung gula karena jenis kalsium yang mengandung laktosa tidak cocok untuk anak kucing. Kamu bisa memberikan susu dengan formula khusus yang biasanya bisa diperoleh pada toko hewan terpercaya.

Susu kucing
Source: BeChewy

4. Membantu kucing untuk bersendawa

Seperti bayi, anak hewan juga dapat merasa kembung jika ada gas yang menumpuk setelah diberikan susu. Cobalah untuk menepuk punggungnya beberapa kali secara perlahan supaya gas di dalam tubuhnya bisa keluar secara maksimal.

cara merawat anak kucing baru lahir tanpa induk
Source: Pixabay

5. Membuat jadwal pemberian susu

Cara merawat anak kucing tanpa induk tidak bisa sembarangan karena harus ada jadwal memberikan susu secara teratur, termasuk kapan memberikan susu formula yang tepat serta takarannya.

Berikut panduan lengkap pemberian susu pada anak kucing yang tepat.

  • Saat berusia 0-1 minggu dengan berat 50-150 gram, maka cukup berikan 2-6 ml susu formula setiap 2 jam.
  • Anak kucing yang berusia 1-2 minggu dengan berat sekitar 150-250 gram, maka bisa memberikan 6-10 ml susu setiap 2-3 jam.
  • Untuk anak kucing 2-3 minggu dengan berat mencapai 250-350 gram, maka berikan 10-14 ml susu formula setiap 3-4 jam
  • Bagi anak kucing berusia 3-4 minggu dengan berat 350-450 gram, kamu bisa memberikan 14-18 ml susu formula setiap 4-5 jam.
  • Saat berusia 4-5 minggu dengan beratnya 450-550 gram, kamu bisa memberikan 18-22 ml susu formula anak kucing setiap 5-6 jam.
  • Untuk anak kucing berusia 5-8 minggu yang memiliki berat mencapai 550-850 gram, kamu bisa memberikan makanan padat basah khusus setiap 6 jam.
Baca Juga:   20 Jenis Kelinci Menggemaskan yang Bisa Dipelihara
cara merawat anak kucing kampung tanpa induk
Source: Pixabay

6. Membantu untuk buang air besar

Meski menjijikan, tetapi kamu harus bisa membantu saat anak kucing buang air besar.  Caranya dengan melakukan pijatan pada perut, lalu membersihkannya memakai tisu kering dan basah.

Kamu juga bisa menggunakkan toilet khusus kucing, seperti produk di bawah ini.

Toilet Kucing dari Paws N Tail, yang telah dilengkapi sekop khusus.

Beli di sini

toilet kucing
Cat Litter Set 3 Pcs Toilet & Pasir Kucing Dengan Sekop

Beli di sini

 

7. Melakukan grooming secara rutin

Biasanya, anak kucing yang memiliki induk akan bersih dengan cara dijilati oleh induknya. Namun, karena tidak mempunyai induk, maka kamu harus berperan sebagai ibu mereka.

Salah satu caranya adalah melakukan grooming dengan menggunakan sisir, lap atau kain. Hindari untuk memandikan kucing saat masih bayi karena akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Nah, kami punya rekomendasi sisir khusus kucing, seperti berikut ini.

sisir untuk merawat anak kucing
M-pets 2 In 1 Sisir Hewan Mini – Cokelat
sisir untuk menghilangkan rambut mati, simpul, dan kusut.

Beli di sini

sisir hewan cara merawat anak kucing
M-pets Sisir Hewan Mini – Biru
Sisir yang lembut mampu menjangkau bulu bagian bawah.

Beli di sini

8. Menjauhkan dari kucing dewasa

Kucing dewasa biasanya suka penasaran terhadap sesuatu. Untuk itu, kamu harus menghindarinya dari anak-anak kucing yang baru lahir. Memang tidak berbahaya, tetapi pisahkan terlebih dahulu sampai mereka mencapai usia yang cukup.

cara merawat anak kucing yang baru lahir tanpa induk
Source: Pixabay

 

9. Menyediakan litter box

Ketika anak kucing sudah bisa berjalan, cobalah untuk memperkenalkan tempat buang air atau litter box. Nantinya, anak kucing akan terbiasa untuk menggunakannya dalam keseharian.

Tidak perlu bingung mengajarkannya karena cukup letakan litter box pada area terdekat, maka secara insting mereka akan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Nah, kami punya rekomendasi toilet kucing seperti berikut ini.

merawat kucing tanpa induk
Toilet Kucing 51×40.5×20.5 Cm – Pink

Beli di sini

Toilet kucing
M-pets Toilet Kucing Sile Top Opening

Beli di sini

10. Memberikan vaksin kepada anak kucing

Cara merawat anak kucing tanpa induk lainnya adalah dengan memberikan vaksin. Karena dapat mencegah resiko penyakit atau virus yang mungkin menyerang kapan saja.

Biasanya, kamu bisa memberikan mereka vaksin ketika sudah berusia 6-8 minggu hingga usia mereka sekitar 16 minggu. Kemudian, dalam jarak waktu setahun mereka harus mendapatkan vaksin penguat.

Vaksinasi sendiri biasanya dilakukan beberapa kali dengan jarak waktu 3-4 minggu. Namun, sebelum memberikan vasksin, pastikan kamu memeriksakan fisiknya terlebih dahulu dan melakukan tes infeksi “retrovirus” Feline Leukemia virus (FeLV) dan Feline AIDS (FIV).

Uji juga apakah anak kucing perlu mengonsumsi obat cacing atau tidak.

cara merawat kucing kecil tanpa induk
Source: Pixabay

Jenis vaksin yang bisa kamu berikan juga sangat beragam. Menurut American Association of Feline Practitioners (AAFP), ada vaksin wajib untuk semua anak kucing, seperti berikut ini.

  • Feline panleukopenia virus (FPV)
  • Herpesvirus-1 (FHV-1)
  • Calicivirus (FCV) atau Rabies
  • Feline Rhinotracheitis
  • Feline Leukemia Virus (FeLV)

Dengan memberikan vaksin, maka imun anak kucing akan menjadi kuat,dan memberikan efek yang baik.

Namun, ada kasus kegagalan imunisasi, infeksi, menggunakan obat yang dapat menurunkan imun tubuh, hingga tumorigenesis, ketika sel normal mengalami transformasi menjadi sel kanker.

Bila ini terjadi, anak kucing dapat mengalami gejala, seperti di bawah ini.

  • Letih lesu
  • Demam
  • Anoreksia
  • Lymphadenomegaly regional
  • Radang otak
  • Radang sendi
  •  Polineuritis
  • Perubahan perilaku
  • Kejang
  • Alergi
  • Perubahan warna pada lokasi bekas suntikan

Jadi, kamu bisa segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan.

10. Rutin memeriksa kesehatan anak kucing ke dokter hewan

Ketika anak kucing mulai terlihat sakit dan lesu, segeralah membawanya ke dokter hewan. Bisa jadi, mereka mengalami suatu penyakit.

Baca Juga:   Kucing Abyssinian, Kucing Anggun dan Pintar

Membawa kucing ke dokter hewan juga bisa mencegahnya dari berbagai risiko penyakit dan mengetahui lebih awal kondisi kucing tersebut, seperti apakah ada cacat bawaan dan diabetes.

11. Mengajaknya bergerak lebih aktif

Tidak baik jika hewan peliharaan hanya berdiam diri untuk kesehatan dan pertumbuhan. Dalam hal ini, setiap hewan memerlukan gerak tubuh, seperti melompat, berlari, mengejar, menangkap yang juga membantu pemilik dan kucing memiliki hubungan yang lebih dekat.

Nah, kamu bisa menggunakan stik khusus untuk mainan kucing, seperti di bawah ini.

 

mainan anak kucing tanpa induk
Mainan Kucing Tongkat Bulu 50 Cm
Mainan bulu untuk melatih ketangkasan kucing.

Beli di sini

mainan stik anak kucing tanpa induk
Pawise Set 3 Pcs Mainan Kucing Teaser Feather – Biru
Mainan stik kucing untuk menstimulasi pergerakan.

Beli di sini

12. Mengajarkan hal positif

Pastikan kamu juga mengajarkan banyak hal positif agar kucing bisa tumbuh lebih baik. Misalnya, tidak membuang kotoran sembarangan dan ajarkan cara bersikap ketika bertemu hewan lain.

Hindari menggunakan kekerasan agar tidak menimbulkan trauma mendalam pada mereka.

cara merawat bayi kucing tanpa induk
Source: Pixabay

13. Check up secara rutin

Banyak yang beranggapan kucing hanya perlu dibawa ke dokter saat vaksin dan ketika mereka sakit. Padahal, check up rutin juga diperlukan untuk mengetahui penyakit, kadar gula tinggi, atau berat badan berlebih yang mungkin terjadi.

cara merawat kucing bayi tanpa induk
Source: Pixabay

Selain itu, dengan check up rutin, kamu bisa mengetahui hal-hal di bawah ini.

  • Apakah berat badan kucing sudah ideal atau berlebih? Jangan lupa memeriksa timbunan lemak pada pinggul, pangkal paha, atau bawah perut.
  • Perhatikan apakah dibalik bulu yang cantik ada penyakit tersembunyi, seperti kulit berkerak, terluka atau mengelupas.
  • Periksa bagian bokong, ekor, dan perut. Cek kembali apakah ada kutu-kutu yang menempel. Segera hubungi dokter atau berikan obat yang tepat untuk menanganinya.
  • Waspada infeksi mata pada kucing. Mata kucing yang normal akan tidak berair, berwarna merah muda, dan akan merespon dengan cepat.
  • Untuk mengetahui kesehatan telinga anak kucing bisa dilihat dari matanya. Biasanya, mata kucing akan berwarna merah muda dan tidak berbau.
  • Jika terdapat warna cokat dan kuning pada gigi maupun gusi anak kucing, maka tanda ada plak yang menumpuk.
  • Periksa pada bagian tubuh mulai dari depan hingga belakang. Cek apakah ada tonjolan atau luka pada bagian kaki dan cakar.

14. Membersihkan secara rutin

Salah satu tanggung jawab memelihara kucing adalah harus membersihkan kotoran. Pastikan untuk membersihkan kotoran secara rutin agar kucing tidak terkena masalah penyakit yang mungkin saja terjadi.

Hindari membiarkan kotoran berada pada tempat tidur kucing terlalu lama karena bisa menjadi sarang bakteri dan kuman.

15. Mengajarkan Kepatuhan

Kamu juga perlu mengajarkan kepatuhan pada anak kucing. Misalnya, mulai dari makan pada wadah hingga buang air pada litter box tanpa perintah.

Ajarkan juga anak kucing agar tidak merusak benda-benda disekitarnya. Untuk mengatasinya, miliki cat scratcher yang menjadi media untuk menggaruk kuku. Kamu bisa beli di sini.

16. Memperkenalkan Makanan Baru 

Saat anak kucing mulai bisa berjalan, mereka bisa diberi makan secara mandiri dengan cara memberi susu pada wadah. Selain itu, kamu juga bisa memberikan beberapa jenis makanan baru dalam bentuk cair maupun padat.

Nah, kami punya rekomendasi makanan kucing seperti berikut ini.

makanan anak kucing
Snappy Tom Makanan Kucing Baby W/ Beef Feast 150gr
mengandung nutrisi menyehatkan cocok untuk anak kucing.

Beli di sini

makanan ypung kitten anak kucing
Happy Cat 4 Kg Makanan Kucing Young Kitten Farm Poultry
Makanan tinggi protein untuk pertumbuhan anak kucing.

Beli di sini

dapatkan semua perlengkapan hewan terbaik hanya di klik di sini

Situs belanja ruparupa.com juga menyediakan beragam produk rumah tangga dan perabot terbaik dair merek ternama milik Kawan Lama Group, seperti Pet Kingdom, ACE, Informa, dan masih banyak lagi.